
Hai readers yang budiman. Yang insya Allah di rahmati oleh Allah SWT. π
Mohon dukungannya ya. Karena disini aku masih baru dalam dunia NT. Dan ini karya pertama aku. Jika berkenan berikan krisan yang membangun. yang bisa membuat karya aku jadi lebih baik lagi kedepannya. ππ
HAPPY READING. AND THANKS.. π
*****
Di sebuah Sekolah Dasar Negeri di suatu desa, berkumpullah puluhan siswa siswi di aula. Di depan mereka pun sudah ada beberapa guru yang berbaris rapi dan siap mengumumkan kelulusan mereka.
Tak jauh dari sekolah itu, ada gadis yang masih bersiap. Dia sedang mengenakan sepatu di depan pintu rumahnya. Kemudian dia memanggil kedua orang tuanya.
"Pak, Buk, Wati berangkat sekolah dulu ya" ucapnya sedikit lantang karena orang tuanya masih berada di belakang rumah. Dan tak lama mereka pun keluar.
"Iya nak. Semoga nanti hasilnya tidak mengecewakan ya nak." kata Pak Wawan.
"Aamiin" sahut Wati bersamaan dengan Ibu Yati.
"Ya sudah cepat berangkat sana. Nanti kamu terlambat lagi." ujar Bu Yati. "Bapak sama Ibu juga mau pergi kerja menanam jagung di ladang Pak Hendra." sambungnya.
"Nanti Wati nyusul ya?" tanya Wati kepada Ibunya.
"Nggak usah nak. Kamu nanti bantuin Nenek aja di rumah." Bapak yang menjawab.
"Ya udah. kalo gitu Bapak sama Ibu hati-hati ya. Assalamualaikum. " ucap Wati kemudian sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
"Waalaikumsalam." jawab bapak ibu bersamaan.
Wati pun menyeberang jalan menuju sekolahnya yang berada di seberang rumahnya. Dilihatnya dari gerbang sekolah, teman-temannya sudah berkumpul di aula. Dengan langkah cepat dia menuju ke aula, karena memang semua siswa dan guru sudah berkumpul. Dan ia pun menghampiri teman-temannya yang sudah berkumpul disana.
Kericuhan pun terdengar dari mereka yang tak sabar mendengar hasil kelulusan.
"Duh aku lulus gak ya?" tanya salah satu siswa kepada teman yang ada disebalahnya.
__ADS_1
"Aku masuk 10 besar nilai tertinggi gak ya" kata seorang lagi yang memang termasuk siswa yang pandai di kelasnya.
Dan kericuhan itu pun kemudian berubah menjadi senyap saat salah seorang guru memberi aba-aba untuk tenang.
"Mohon tenang ya anak-anak. Ibu akan mulai mengumumkan hasil dari nilai rata-rata ujian kalian." ucap Bu Tri mewakili para guru. "Dan disini sudah dipastikan bahwa kelulusan dari SDN 01 Tunas Baru ini, dinyatakan..."kalimatnya masih menggantung dan membuat para siswa semakin riuh menunggu kalimat selanjutnya.
"100% LULUS" ucapnya kemudian. Dan berhasil membuat para siswa bersorak gembira. Mereka saling bersalaman dan berpelukan sambil memberi selamat.
Para guru pun tersenyum dan bangga melihat siswa siswi didik mereka telah berhasil melewati ujian kelulusan. Dan kemudian Bu Tri mulai mengumumkan satu per satu nilai rata-rata tiap siswa dari yang terendah. Para siswa pun diam kembali untuk mendengarkan nilai yang mereka capai. Sampai saat menyebutkan nama di 3 besar...
"Yang berada di peringkat 3 ada... Agnesia. Yang kedua diraih oleh Joshua. Dan nilai tertinggi diraih oleh siswi yang tidak kita duga-duga sebelumnya. Dan dia adalah... Septiawati." ucapnya penuh bangga.
Dan yang disebut malah terdiam tak percaya. Ia benar-benar terkejut dengan apa yang dia dengar barusan. Pasalnya, selama ini ia tak pernah mendapat peringkat. bahkan untuk masuk 5 besar pun dia belum pernah. Namun ternyata di ujian akhir kelulusan dia lah yang mendapat nilai tertinggi dari teman-temannya yang memang sejak awal sudah mendapat prestasi.
"Septiawati. Ayo maju kedepan" ucap Bu Tri
Namun yang dipanggil masih terdiam tak percaya. Sampai ada yang memegang bahunya dan menyadarkannya dari lamunan.
"Wati." ucap seorang teman di sebelahnya.
"Kamu tuh dipanggil dari tadi. Maju kedepan tuh." ucap Fitria kemudian.
Wati pun menoleh ke arah depan dan mendapati Agnes dan Jojo (panggilan akrab Joshua) sudah berada di depan, di sisi Bu Tri. Ia pun merasa malu menyadari semua mata memandang ke arahnya. Lalu Wati pun melangkah maju menuju kedua temannya yang sudah berada di sisi guru dengan kepala menunduk.
"Wati, sebelah sini." kata Bu Tri sambil melambaikan tangannya agar Wati berdiri tepat disebelahnya.
Wati, Jojo dan Agnes sudah berdiri berjajar disebelah Bu Tri sesuai urutan peringkat mereka.
"Nah, inilah tampak dari siswa siswi yang berhasil mendapat nilai 3 besar tahun ini. Semoga ilmu yang didapat bisa bermanfaat dan kecerdasan mereka bisa menular kepada teman-teman yang lain." ujar Bu Tri. Dan disambut kata "Aamiin" oleh seluruh siswa kelas 6 itu.
saat semua mata memandang ke arah depan. saat itu pula Wati membayangkan bagaimana perasaan orang tuanya saat mengetahui anaknya mendapat nilai terbaik di ujian kelulusan nya.
"pasti mereka sangat senang dan bangga" ujarnya dalam hati.
__ADS_1
Saat semua senang karena kelulusan mereka, ada 1 orang di antara puluhan siswa yang merasa tidak senang. Pasalnya ia merasa tidak puas dengan hasil yang ia dapatkan. Dan malah Wati yang harus mendapat nilai terbaik.
"kok bisa sih dia yang malah mendapat nilai terbaik di ujian akhir ini. padahal kan selama ini nilainya saat ujian semester itu standar. dan gak masuk di 5 besar. kenapa sekarang, di ujian akhir kelulusan ini dia dapat nilai terbaik dan aku malah berada di urutan ke 4.
Lihat saja, suatu saat nanti kita ketemu lagi. Dan aku akan mengalahkan dalam segala hal." gumamnya diantara kerumunan.
***
PENGENALAN TOKOH UTAMA π
Septiawati. lahir 12 september 1998. gadis pendiam namun ramah pada setiap orang.
lahir dari keluarga sederhana. anak kedua dari 5 bersaudara. kakaknya laki-laki. 2 adiknya perempuan dan si bungsu laki-laki.
selama di sekolah dia tak banyak bicara. tidak banyak teman yang mengajaknya bicara. termasuk gadis yang aktif namun tak pandai bergaul. hanya teman 1 kampungnya lah yang sering mengajaknya bicara. selebihnya, hanya bicara seperlunya saja pada Wati. atau hanya pada saat belajar kelompok.
Dan apabila dirumah, Wati adalah anak yang cukup penurut, penyayang terhadap adik-adiknya, mandiri dan suka berbagi. Dia juga sering membantu orang tuanya bekerja di ladang saat libur sekolah.
Namun prestasinya masih tertutup selama ini. Dia juga tak begitu menyusahkan orang tuanya. karena dia hampir tak pernah meminta uang jajan kepada mereka. hanya pada saat ada iuran di sekolah saja. atau memang ada hal tertentu ia baru meminta uang pada orang tuanya.
Walau begitu, terkadang orang tua Wati tak tega melihat putrinya hanya melihat temannya jajan sedangkan ia akan pulang kerumah untuk makan saat istirahat sekolah. karena memang rumahnya berada di seberang sekolah. sehingga sang Ibu terkadang memberikan Wati uang jajan walau tidak banyak.
Dan dari uang jajan yang diberikan Ibunya itu ia sisihkan sebagian untuk digunakan saat ia memerlukan. itulah sebabnya ia jarang menyusahkan orang tua soal urusan biaya sekolahnya.
***
Jangan lupa ya..!
Likeπ
Komenπ
Shareπ
__ADS_1
Vote karya aku.
Supaya aku semangat nulis ceritanya. ππ