
Happy Reading 😊
*****
Rian keluar dari toko dengan sebuah bag yang ia bawa di tangannya. Bag itu berisi beberapa barang dan bahan untuk ia membuat sesuatu. Ternyata dia tadi memutuskan untuk masuk toko ATK itu karena memikirkan bahwa dia akan membuat sesuatu untuk diberikan kepada wati.
Setelah mendapat apa yang dia butuhkan, Rian menaiki motornya dan beranjak pergi meninggalkan toko itu. Rian pulang ke rumah dengan hati yang gembira. Seperti telah menang lotre saja. hehee...
Setelah sampai di rumah, Rian langsung saja masuk ke rumah karna ia pikir tidak ada orang di rumah. Tapi ternyata sang bunda ada di ruang tamu. Dan ria terkejut melihat bunda ada di hadapannya.
"hahh. Ya ampun bunda. Ngagetin Rian aja." kata Rian sambil mengusap dada.
Bunda melipat kedua tangannya di dada dan menatap Rian. Rian yang mengerti maksud tatapan bundanya langsung menurunkan tatapannya.
"Darimana saja kamu, Rian? Dan apa yang kau bawa itu." tanya bunda dengan menatap bag yang ada di tangan Rian.
"Iniii... Bahan dan peralatan buat kaligrafi, Bun." jawab Rian masih menatap ke bawah.
Bunda menggeleng sekilas dan tersenyum melihat reaksi anaknya yang selalu seperti itu jika ia merasa bersalah. Padahal Rian sudah sebesar ini, namun sifatnya tetap seperti ini. Sebenarnya, bunda juga tak sampai hati ingin memarahi anaknya yang mengemaskan ini.
"Sudah pulang terlambat. Masuk rumah gak pake salam lagi. Main nyelonong aja kaya maling." ucap bunda dengan suara agak tinggi membuat Rian terjingkat.
"Ma - maaf bunda. Rian lupa. So - soalnya kan biasanya bunda jam segini belum..." Rian berhenti berkata ketika ia melihat arloji di tangannya. Matanya membulat saat melihat angka di arlojinya, ternyata sudah lewat dari jam bundanya pulang.
"Apa.? Belum apa Rian? " tanya bunda lagi.
"M..Ma. .Maaf bunda. Ri-rian gak tau kalo ini udah lewat dari jam 4." Rian semakin gemetar mendengar bundanya marah.
Padahal sang bunda malah senyam senyum dan menahan tawa melihat anak semata wayang nya seperti ini. Sampai bunda tak tahan lagi menahan tawanya, dan pecahkan tawanya. Membuat Rian semakin menegang, ia heran, kenapa bundanya kini malah tertawa. bukannya tadi sedang memarahi nya?
Perlahan Rian mengangkat kepala dan menatap bundanya. Dan ia mencebik.
__ADS_1
"Ihh. bunda. Suka banget sih iseng sama anak sendiri." ucap Rian dengan menghentak kan satu kakinya lalu beranjak ke kamarnya dan meninggalkan bunda di ruang tamu.
Bunda berkali-kali menggelengkan kepala sambil tertawa. Lalu duduk di sofa.
"Ya ampun Rian. .Rian. Dari dulu kamu tuh gak berubah ya. Masih tetep sama seperti Rian kecilnya bunda yang mengemaskan. " ucap bunda pada dirinya sendiri.
*
Rian masuk ke kamar dan menutup pintu lalu menguncinya. Ia berjalan ke arah meja belajarnya dan duduk di kursi. Ia meletakkan bag ke atas meja lalu mengeluarkan isinya.
Rian tersenyum saat telah mengeluarkan isinya di atas meja. Ia berfikir Wati pasti akan suka dengan apa yang akan ia buat nanti.
Kemudian Rian beranjak dari duduknya dan masuk ke kamar mandi untuk mandi. Tak butuh waktu lama, Rian telah selesai mandi. Rian keluar kamar mandi dengan handuk melilit bagian bawah tubuhnya.
Rian berjalan menuju lemari dan membukanya. Ia memilih pakaian rumahan, celana pendek dan kaos. Ia menyisir rambutnya dan kembali ke meja belajarnya.
Setelah duduk di depan meja belajarnya, Rian berfikir tema kaligrafi yang akan di buatnya. Dia bingung, kira-kira apa yang disukai oleh Wati. Dan akhirnya dia membereskan lagi peralatan kaligrafi nya lalu menyimpannya.
"Hmm. Aku lupa untuk tanya ke Wati, hal apa yang paling dia sukai. Atau hal apa yang ia inginkan namun belum terwujud." ucap Rian pada dirinya sendiri.
***
Ahmad yang berlari karena takut dimarahi orang tuanya langsung menuju kamar. Dia kemudian melihat keadaan sekitar dan mendengarkan setiap suara yang ia dengar. Namun ia tak mendengar suara orang tuanya.
Ahmad merasa lega, ia mengusap-usap dadanya, mengambil handuk dan mengalungkan ke lehernya. Lalu dia keluar kamar dengan santai menuju kamar mandi di belakang rumah. Tiba-tiba lehernya tercekat karena handuk nya ada yang menahan dari belakang.
Ahmad memutar kan badannya dan mendapati sang kakak ada di hadapannya.
"Eh.. Kak Hadi. Udah pulang kak?" tanya ahmad kepada kakak sulungnya sambil cengengesan.
"Udah.. Darimana aja kamu. Jam segini baru pulang. Tunggu aja kamu ya. Pasti dapet pelajaran lagi dari bapak dan dapet ceramah lagi dari ibu." kata kak Hadi menakuti ahmad.
__ADS_1
"Ihh. kakaaakk. Tolong jangan bilang sama bapak ibu kalo ahmad baru pulang." pinta ahmad kepada kak hadi dengan wajah memelas.
Kak hadi yang bersifat penyayang akhirnya tak tega kepada adik bungsunya itu jika di marahi lagi oleh bapak sama ibu. Dan akhirnya Kak Hadi malah menyembunyikan ahmad sementara ke kamar. Karena kak Hadi dan ahmad tidur 1 kamar.
"Kalo gitu kamu diam dulu di kamar sana. Sampai bapak dan ibu selesai mandi. Nanti akan kakak beri tahu jika mereka sudah selesai mandi. Setelah itu kamu harus segera mandi. Oke." jelas kak Hadi.
"Iya kak." jawab Ahmad singkat.
Benar saja, Kak Hadi membantu mengalihkan pandangan orang tuanya dan mengajak bicara mereka supaya Ahmad bisa menyelinap ke kamar mandi.
Setelah makan malam, semua berkumpul di ruang keluarga sambil menonton televisi. Dan saat itu juga bapak menginterogasi Ahmad.
"Darimana saja kamu tadi, Ahmad" tanya bapak.
"Emm. Dari tempatnya Angga pak." jawab Ahmad gugup.
"Pulang jam berapa kamu tadi.?" tanya bapak lagi. Namun ahmad hanya terdiam.
"Kenapa diam. Kamu itu selalu saja seperti itu. Kalau main tuh ya mbok inget waktu gitu loh , Mad. Jangan pulang terlalu larut. Inget juga belajar kamu. nggx main aja yang di inget. Kamu itu, bentar lagi kan dah mau ujian semester ganjil. Kurangi dulu main kamu itu. Tambahin waktu buat belajar. Paham.!!!" ceramah bapak panjang lebar.
"Iya pak." jawab Ahmad dengan wajah menunduk.
"Jangan cuma Iya-iya aja. Tapi dengerin bener-bener. Dan di jalanin." sambung Wati.
"Iya-iya kak" jawab Ahmad lagi.
"Bagus." tambah Raina.
*****
Maaf lagi readers. Author late post lagi.
__ADS_1
Tapi jangan khawatir. kali ini author crazy up. Karena otor dah pernah bilang paling lambat up 3 hari sekali. Dan ini dah lebih 3 hari, jadi otor kasih 3 bab sekaligus hari ini.
Scroll lagi ya. 😊