
Setelah menceramahi Ahmad, Bapak pamit keluar karena ada urusan. Wati dan Raina masuk ke kamar untuk mengerjakan tugas mereka. Vina masih di depan televisi bersama nenek dan juga ibu. Ahmad melenggang masuk kamar yang juga kamar kak Hadi.
Kak Hadi sudah masuk kamar lebih dahulu sebelum Ahmad mendapat ceramah dari bapak dan kakak-kakak perempuannya. Kak Hadi memilih masuk kamar lebih dulu karena tak ingin melihat adik bungsunya itu terintimidasi.
Kak hadi tak mau melihat hal itu, tapi juga tak dapat membela Ahmad. Karena dalam hal ini Ahmad juga bersalah. Maka dari itu Kak Hadi tak mau ikutan dan memilih menghindari itu.
Kak Hadi berbaring di ranjang dengan ponsel di tangannya. Ia sedang bermain game online yang sedang tren saat itu. Terdengar suara pintu dibuka. Kakak melihat siapa yang masuk, dan ternyata Ahmad. Kakak langsung mematikan ponselnya dan menyimpannya di atas nakas. Lalu duduk bersandar di punggung ranjang dan menyilangkan kaki.
"Ada apa?" tanya kakak.
"Nggak ada apa-apa kok kak." jawab Ahmad kemudian ia duduk di tepi ranjang di depan kakak lelakinya itu.
"Udah gak apa-apa. Bapak sama kakak-kakak kamu bicara seperti itu juga kan demi kebaikan kamu. Supaya kamu bisa jadi lebih baik lagi." kata kak Hadi.
Ahmad mengangguk sekilas kemudian naik ke ranjang dan merebahkan diri di sebelah kak hadi. Ahmad tidur dengan posisi miring membelakangi kakaknya.
Wati dan Raina masih fokus dengan tugas mereka masing-masing. Tiba-tiba Vina muncul dari balik pintu kamar dan mengejutkan Wati. Karena Wati yang duduk di dekat pintu dan berjingkat. Vina terkekeh tanpa rasa bersalah.
"Ihh, dek. kamu ini ngagetin kakak aja." kata Wati.
"Iya. Lain kali kalo mau masuk kamar orang itu pake ketuk pintu dulu." sambung Raina.
"Iya-iya kak. Maaf." jawab vina.
"Hmm. Btw ada apa kamu masuk kandang macan.?" tanya Raina.
"Ihh kakak. Kandang macan apaan sih.?" vina malah balik tanya.
"Udah.. kamu mau apa masuk kesini Vina?." tanya Wati melerai adik-adiknya.
"Oiya. gini loh kak. Aku juga tuh ada tugas. Dan ada yang gak aku ngerti tadi. Makanya aku masuk ke kesini mau tanya sama kakak." jawab vina sampaikan maksudnya.
"Owalah..." ucapan Wati terhenti.
__ADS_1
"Owh. Ada tugas yang gak ngerti. Ya seenggaknya ketuk pintu dulu kek." ucap Raina ketus.
"Raina. Udah. Biar kakak aja yang bicara sama vina dan bantu dia ngerjain tugasnya. kalo kamu gak mau bantu ya gak apa-apa kok" kata Wati.
"Hmmh " Raina sewot.
"Ayo Vina. Mana tugas kamu?" tanya Wati.
"Makasih ya kak. Itu di kamar." jawab vina.
"Iya udah ayo." ucap Wati lalu meninggalkan meja belajarnya setelah menutup buku tugasnya terlebih dahulu.
Wati dan vina ke kamar vina dan nenek untuk melihat tugas vina. Setelah sampai,mereka langsung menuju meja belajar vina. wati menatap ke arah ranjang, ternyata nenek sudah terlelap.
"Vina, bawa tugas kamu keluar. Kakak tunggu di ruang tv." kata Wati sedikit berbisik karena takut membangunkan nenek.
Wati memberi kode dengan ibu jarinya ke arah ranjang dan berjalan meninggalkan vina. Vina yang mengerti maksud dari kode jari wati yang mengarah ke ranjang tadi langsung mengangguk dan segera membawa buku tugasnya.
Kini wati dan vina sudah berada di ruang tv. Wati membantu vina menyelesaikan tugas vina yang ia anggap sulit. Sampai tugas vina selesai.
Wati melihat raut wajah bapak nampak seperti orang yang sedang bahagia. Bapak masuk ke kamar dan menutup nya. vina masih fokus dengan tugas nya. Dan Wati baru teringat juga dengan tugasnya yang belum selesai.
"Astaghfirullah." ucap Wati sambil menepuk jidatnya.
"Ada apa kak" tanya vina kaget.
"Ahaha. nggak kok dek. Kakak lupa aja tadi kan tugas kakak juga belum selesai. Ya udah kakak ambil tugas kakak dulu ya." kata Wati kemudian berjalan ke arah kamarnya.
Ceklek. Pintu kamar di buka dan Wati masuk. Ia melihat ke meja Raina sudah rapi dan tak ada Raina disana. Wati mengedarkan pandangannya dan melihat ke arah ranjang. Ternyata Raina sudah terlelap dengan selimut hampir menutup seluruh tubuhnya. Hanya terlihat kepalanya saja.
Wati langsung mengambil buku tugasnya dan segera kembali ke ruang tv bersama vina. Setelah yakin Wati sudah keluar kamar, Raina membuka matanya. Ternyata dia belum benar-benar tidur. Dia hanya pura-pura tidur. Raina mengambil kembali ponselnya di bawah bantal dan mulai mengutak atik ponselnya kembali.
Wati dan vina mengerjakan tugas bersama di ruang tv. Semua mungkin sudah terlelap dan hanya mereka berdua yang masih terjaga untuk menyelesaikan tugas. Tak lama vina menguap.
__ADS_1
"Hoaammm. Kak udah dulu ya. Vina dah ngantuk nih." kata vina
"Ya sudah. tidur sana. Besok kita kerjakan lagi." sahut Wati.
Vina mengangguk dan segera membereskan buku-bukunya. Dan berlalu meninggalkan Wati untuk masuk ke kamar dan tidur. Sementara Wati masih terus mengerjakan tugasnya karena tinggal sedikit lagi selesai.
Setelah selesai Wati langsung membereskan buku-bukunya dan masuk kamar. Karena dia juga sudah mengantuk berat. Wati masuk ke kamar tanpa bersuara karena tadi dia keluar tidak merapatkan pintu. Hanya asal menutup saja.
Setelah masuk. Wati terkejut ternyata Raina masih asyik memainkan ponsel dan belum tidur. Wati meletakkan bukunya perlahan dan mendekati Raina tanpa di ketahui oleh Raina. Karena Raina tiduran miring membelakangi pintu. Sehingga Raina tidak menyadari jika Wati sudah masuk kamar.
Dengan secepat kilat Wati menyambar ponselnya. Karena yang di pakai Raina itu memang ponsel Wati. Dan Raina belum di perbolehkan menggunakan ponsel. Raina terkejut dan langsung memutar badan.
Dia melihat Wati telah berada di hadapannya dengan berkacak pinggang.
"Ka-Kakak." ucap Raina terbata-bata. Ia takut Wati marah karena ponselnya di pakai.
Nyatanya tidak. Wati sudah sangat mengantuk dan sedang tak ingin berdebat dengan adiknya itu. Wati mengitari ranjang dan naik dari sisi berlawanan dengan Raina. Wati menyimpan ponselnya di laci nakas dan menguncinya. Dan kuncinya ia masukkan kantong celananya pada sisi yang tertindih. Wati tidur dengan posisi miring memeluk gulingnya.
Dann....
*****
Ahhhhhhhhhhh.
Sorry readers.
Semalem mataku gak kuat dan akhirnya tertidur sebelum menyelesaikan episode ini.
Dan akhirnya sekarang baru bisa up.
Huftt...
Tapi.. Author mohon tetap dukung karya otor ya...
__ADS_1
Jangan lupa like, komennya. Dan Vote juga.
Thanks before. 😙