
Karti berjalan dengan setengah berlari. ia membawa teh botol dingin dan snack untuk di makan bersama Wati. Saat sampai di depan kelas. Karti langsung saja masuk kedalam dan memanggil Wati.
"Wati. Aku dah balik nih. Ayo kita makaaann baa..." ucapannya tergantung karena melihat Wati seperti orang yang aneh.
"Wati.. Wati.. Eh jangan nakut-nakutin aku donk."ucap karti sambil menggoyang-goyangkan bahu Wati perlahan.
"Watiii. "kata Wati lebih keras. Dan setelah menghentak bahu Wati sedikit lebih keras ia pun langsung mundur.
Karti ketakutan melihat Wati seperti itu. dia fikir Wati kesurupan. Karti pun lari ke luar kelas dan meminta pertolongan.
"Tolong.. tolong.. Wati kesurupan..." teriak Karti ketakutan dan setengah berlari di koridor.
Rian yang ada di kantin pun mendengar teriakan Karti dan segera berlari bersamaan dengan teman-temannya yang lain.
"Ada apa sih"
"Siapa yang kesurupan"
"Gimana bisa"
"Kok bisa kesurupan sih"
"Kamu kenapa Karti? dimana Wati. ? Bukannya kamu tadi mau menemui Wati.? Lalu dimana Wati? " tanya Rian bertubi-tubi setelah menghampiri Karti.
"I-itu.. Wa-wati a-ada di da-dalam kelas." jawab Karti terbata-bata karena ketakutan.
"Ya sudah ayo kita kesana sekarang." ucap Rian lalu berjalan menuju kelas.
Saat sampai di kelas. Wati masih tetap sama dengan yang dilihat Karti tadi. Menunduk dengan raut wajah yang aneh. Mereka yang melihat pun ikut ketakutan. Lalu memilih menyaksikan dari luar kelas.
Dan tinggallah Rian, Karti, Desti, Firman dan Yasha. Mereka tetap di dalam kelas. Rian mencoba mendekati Wati dan dengan perlahan memegang bahunya.
"Wati.. Wati.. Kamu gak apa-apa kan.? Watiii. ." panggil Rian.
Dan setelah beberapa kali di panggil akhirnya Wati tersadar.
"hhkk... Aww. sshh.. aduuhh kepalaku sakit.." keluh Wati kepada dirinya sambil memegang pelipisnya dengan satu tangan dan tangan satunya lagi memegang tengkuknya. Dia belum sadar kalau sedang menjadi pusat perhatian. Sampai Karti memanggil dan langsung memeluknya.
"Ya ampun Wati. Alhamdulillah kamu udah sadar." ucap karti. Dan yang di peluk pun hanya diam kebingungan.
"hahh. emangnya aku kenapa.? kok kalian keliatan khawatir gitu." ucap Wati kepada Karti, kemudian ke arah Rian dan yang lainnya. Sampai ia melihat ke arah pintu dan jendela, dia semakin terkejut karena banyak orang disana yang menatapnya.
"hahh... emangnya ada apa sih. aku gak ngerti kenapa kok kalian semua pada ngumpul disini." ucap Wati. Dia masih belum sadar akan apa yang telah terjadi sampai Karti mengatakan.
"tadi kamu kaya kesurupan gitu Wati."
"apa? aku ke-kesurupan?" tanya Wati memastikan.
"Iya Wati. kamu tadi kesurupan." jawab Karti.
"kok bisa? A-aku gak tau, tapi tadi..."
__ADS_1
"tadi kamu mungkin kesurupan. soalnya kamu di panggilin gak jawab cuma nunduk aja, trus ekspresi wajah kamu itu tadi aneh." kata Rian. "Emangnya apa yang kamu rasain Wati? " tanyanya kemudian.
"aku gak tau. aku gak sadar. tapi tadi.." ucapannya terputus. kemudian ia berfikir apa yang telah terjadi padanya barusan.
"Emm. oiya, tadi aku kan lagi makan, trus tiba-tiba aku kaya ngerasa ada sesuatu di belakang aku. karena aku merasa aneh dan semakin merinding aku coba melihat ke belakang trus tiba-tiba ada..." ceritanya terputus lagi dan membuat Karti penasaran sekaligus takut.
"Ada apaan Wati. kalo cerita jangan setengah-setengah donk. Bikin orang penasaran aja." ucap karti sedikit kesal menahan takut.
"Iya-iya. sabar kali, ini juga baru mau lanjutin cerita kamu udah ngomong duluan." kata Wati.
"Ya udah sih. tinggal cerita aja pake bertele-tele segala." ucap Desti membuat Karti sedikit emosi.
"Eh Desti. kalo kamu gak mau dengar dan tau ceritanya. mending keluar aja sana." sungut Karti. Desti pun hanya menanggapi dengan menarik sudut bibirnya.
"Sudah - sudah. mau tau gak apa yang ku lihat.?" tanya Wati.
"Iya- iya. emangnya apa yang kamu lihat.?" tanya Kartika lagi. raut wajahnya pun berubah seperti ketakutan namun juga penasaran.
"Iya. jadi... yang aku lihat tadi itu sekelebat bayangan hitam seperti.. "
"Apa. Bayangan hitam. Bayangan apa Wati? " teriak Karti. ia pun menutup mulutnya sendiri dan melihat kanan kirinya. Rian dan yang lainnya menatap Karti. ia pun meringis.
"hehehe. iya maaf. lanjutin Wati. " ucap karti kemudian. Wati hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.
"Baiklah saya lanjutkan. Jadi bayangan hitam itu bentuknya seperti seorang wanita. Tapi gak begitu jelas sih. Setelah itu, aku abaikan bayangan itu, karena aku fikir itu hanya perasaan aku aja gitu. Tapi gak taunya, setelah aku balik lagi dan ingin melanjutkan makan. Tiba-tiba kayak ada sesuatu yang menumpu di kepala aku, trus aku gak tau lagi apa yang terjadi. Setelah sadar, kepalaku terasa pusing dan tengkuk aku juga kayak abis kena pukul gitu. Nyeri.. Trus aku kaget lihat kalian udah pada kumpul disini. hehe.." cerita Wati di akhiri kekehannya.
"Ihh. si Wati ini,masih sempet-sempetnya ketawa gitu. Abis dapet kejadian mistis juga." ucap Yasha yang berada di belakang Desti.
Saat yang lain berdebat tentang kejadian yang telah terjadi pada Wati barusan. namun tidak dengan Rian. Ia masih saja memikirkan apa yang sebenarnya terjadi sampai Wati mengalami hal itu. Dan ia pun berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan mencari tau semua tentang Wati.
"Aku yakin pasti ada sesuatu yang telah terjadi padamu, ntah baru ataupun sudah lama terjadi padamu. Aku bisa merasakan ada sesuatu aneh sejak pertama kali aku ketemu kamu saat masa orientasi siswa (mos). Pasti ada yang kamu sembunyikan sehingga kamu menjadi seorang yang sangat tertutup." gumam Rian.
***
Flashback
Pagi ini acara Masa Orientasi Siswa / MOS di MA Darussalam. Di hari pertama, saat upacara pembukaan MOS, semua siswa baru nampak serasi memakai atasan berwarna putih dan bawahan coklat. Memakai kalung dari kardus dengan tali rafia yang bertuliskan nama masing-masing. Dan memakai topi dari bola untuk para siswa, sedangkan para siswi memakai topi kerucut dari karton. Mereka sudah rapi berbaris di aula sekolah.
Di barisan putra ada salah satu siswa yang tampak memperhatikan seseorang di antara barisan putri. Dia melihat seseorang yang memiliki aura aneh disana. Dan saat siswi itu berbalik badan, ia membaca tulisan yang ada di kalung kardus milik siswi itu, yang berarti itu adalah namanya.
"Septiawati. Ternyata itu namanya. Aku harus bisa mendekatinya. Karena aku harus bisa membantu menyelesaikan masalahnya. Karena aku melihat dia memiliki aura yang aneh. Ntah karena pengalaman masa lalunya ataukah memang sejak kecil dia memiliki aura ini. Dan untuk bisa mengetahui itu semua, maka aku harus mendekatinya terlebih dahulu." ucapnya.
Siangnya, setelah acara MOS hari pertama selesai. terlihat Wati sedang bicara dengan temannya yang bernama Karti (dilihat dari kalung kardusnya) sambil berjalan menuju parkiran. Kemudian siswa yang tadi memperhatikan Wati saat upacara pun mendekati Wati dan Karti.
"Hay" sapanya.
"Hay juga" jawab Wati dan Karti bersamaan.
"Boleh kenalan gak" ucapnya sambil mengulurkan tangan. "Namaku Rian."
Karti dan Wati pun saling melempar pandang. Kemudian menganggukkan kepala bersamaan.
__ADS_1
"Saya karti" ucap karti mendahului Wati sambil menyambut dan menjabat tangan Rian. Kemudian melepasnya dan menoleh ke arah Wati.
"Saya Wati." ucap Wati juga dengan menyambut uluran tangan Rian. Tak lama langsung melepas tautan tangan mereka kemudian menunduk.
"Salam kenal ya. Semoga kita bisa menjadi teman yang baik." ucap Rian.
"Iya salam kenal juga. semoga kita berteman baik." jawab Karti. Kemudian menoleh ke Wati sesaat dan menatap Rian kembali.
"Okey. Kalo gitu kita duluan ya, Yan. Soalnya aku udah di jemput kakakku." ucap karti kemudian menggandeng tangan Wati yang hanya menunduk saja. Mereka pun meninggalkan Rian setelah melihat Rian menganggukkan kepalanya.
Setelah meninggalkan Rian beberapa langkah, Karti yang melihat keanehan dari reaksi teman barunya itu pun bertanya.
"Wati. Kamu kenapa?" tanya Kartika.
"Nggak apa-apa. Yok jalan. katanya kamu udah ditunggu kakakmu." jawab Wati.
"Ya udah ayo." sahut Karti. "Nah itu kakakku." sambung Karti setelah melihat sosok sang kakak di depan gerbang sekolah dengan motor. Karti pun berjalan mendekati kakaknya dan diikuti Wati dari belakang.
"Kak." ucap karti lalu berdiri di sebelah kakak. "Kak Sony, ini temen Karti. Namanya Wati." kata Karti kepada kakaknya. "Wati ini kak Sony, kakakku." Karti memperkenalkan mereka berdua. Kak Sony dan Wati pun berjabat tangan.
"Kak. Wati ini orangnya pendiam. Gak banyak omong. Tapi dia baik kok." bisik Karti kepada kakaknya. Kemudian nyengir kuda kepada wati. Sang kakak hanya mengangguk tanda faham. Yang dibicarakan pun hanya terdiam sedikit menunduk.
"Wati. kamu pulangnya gimana?" tanya Kartika memecah keheningan antara mereka.
"Emm. Aku pulang naik motor sendiri. Ya udah aku ambil motor dulu ya." jawab wati kemudian berjalan meninggalkan Karti dan kakaknya menuju parkiran.
"iya" sahut Karti dan kakaknya bersamaan.
Di tempat lain ada mata yang mengawasi mereka dari kejauhan, terutama Wati. Dialah Rian.
"Aku berjanji. Sebesar apapun itu,aku akan membantu kamu keluar dari masalahmu, Wati." gumam Rian.
"Woy, Yan. Ngapain kamu diem aja disini. Ayo buruan pulang. Mau pulang gak.?" kata Yasha mengejutkan Rian.
"Iya.. iya... Yuk pulang" jawab Rian dengan santai.
Yasha hanya geleng-geleng kepala. Iya.. Yasha adalah teman Rian sejak kecil. mereka tinggal 1 kampung dan selalu sekolah di sekolah yang sama.
*****
Maaf ya gays. author telat up. soalnya beberapa hari anakku rewel dan author juga lagi kurang sehat.
tapi selanjutnya sebisa mungkin author up paling lambat 3 hari ya.
okey..
jangan lupa ya...
likeπ
komen yang baik π
__ADS_1
sama Vote juga ya. ππ
THANKS.. π