The Calm Girl

The Calm Girl
03


__ADS_3

Kartika yang mendengar ucapan Desti pada Wati merasa kesal.


"Bisa-bisanya Desti bereaksi seperti itu kepada wati yang selama ini sering membantu dia ngerjain tugas. Tapi saat Wati hanya ingin bergabung untuk nyelesaiin tugas ini. Seperti itu kah ia membalas kebaikan Wati ke dia selama ini.?" geram Kartika yang bergumam dalam hatinya.


Ingin sekali saat itu, Kartika memberi pelajaran pada Desti yang seenaknya aja.


"Lihat saja. Nanti kalo dia minta bantuan Wati lagi di tugas mapel yang lain. Aku yang akan menghalangi Wati membantunya lagi. Enak aja kamu Des." batin Kartika.


"Tapi untungnya Wati udah dapet rekan untuk menyelesaikan tugas ini. Dan sepertinya ada sesuatu antara Wati dan Rian. " batin Kartika sambil tersenyum.


Dia pun berbalik ke arah temannya lagi untuk menyelesaikan tugas mereka.


*


"Emm. gimana menurut kamu,? Yang manakah artikel yang menurut kamu bagus dan sesuai dengan tugas ini.?" tanya Rian sambil mendekatkan gadget nya kepada Wati.


Wati nampak berfikir dan memilih artikel yang menurutnya bagus dan cocok.


"Emm. Kayaknya yang ini bagus deh." ucapnya. "Gimana menurut kamu? Bagus gak yang ini.?" tanya Wati kemudian sambil menyodorkan gadget nya kepada Rian.


"Emm. Bagus juga. Pinter juga kamu milih artikel sebagus ini." jawab Rian. "Selain pinter, ternyata kamu juga cukup menarik dan manis ya, Wati."ujarnya kemudian di dalam hati.


"Ya sudah, ayo mulai menulis. Nanti keburu jam pelajaran habis." kata Wati kepada Rian.


Rian hanya terdiam. Ia masih terpaku melihat paras Wati yang menurutnya begitu manis. Dan tanpa sadar ia berkata "Cantik".


Walau sangat pelan, namun Wati bisa mendengarnya dengan jelas. Yang membuatnya sedikit terkejut dengan apa yang di ucapkan Rian barusan.


"Ehmm, Rian. Kamu ngomong apa.? Ayo cepat mulai menulis." kata Wati yang kemudian menyadarkan Rian.


"Ehh iya. Wati. Ng.. Nggak kok. A-aku gak ngomong apa- apa kok. Emm.. Y.. Ya udah ayo kita nulis." ucap Rian dengan tergagap karena ketahuan oleh Wati bahwa Rian sedang memperhatikannya.


"Emm. Maksud Rian tadi apa ya?" tanya Wati pada dirinya sendiri.


Mereka berdua pun mulai menulis tugasnya.


Tanpa Wati sadari, ternyata Rian terkadang masih curi-curi pandang ke Wati di sela-sela ia menulis. Dan Rian pun sedikit tersenyum namun sebisa mungkin ia sembunyikan agar tak diketahui oleh yang lain.


*


Setelah beberapa menit ia menolak permintaan Wati untuk join,ia penasaran apa yang terjadi pada Wati. Dan ia melihat keanehan dalam komunikasi antara Wati dengan Rian.


" Kok kaya ada yang aneh ya antara Wati dan Rian. Kaya ada sesuatu gitu" ucap Desti kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Emm. Kayaknya mereka berdua saling suka deh." ujar Desti dalam hati. "Kayaknya harus aku kerjain nih." sambungnya.


"Siap-siap aja kamu Wati" gumamnya dengan senyuman penuh misteri.


Desti pun melanjutkan tugasnya.


*


"Baiklah anak-anak, jam pelajaran sudah hampir habis. Jadi segera kumpulkan tugas kalian untuk Ibu koreksi." kata Bu Tari.


"Baik buuu" jawab mereka serentak.


Mereka pun berhamburan mengumpulkan tugas mereka ke meja guru.


"Oke anak-anak. Pelajaran Ibu sudah selesai. Kalau begitu Ibu permisi, dan setelah ini kalian bisa langsung istirahat." kata Bu Tari sembari membereskan mejanya dan kemudian meninggalkan kelas.


Bu Tari pun keluar kelas dan diikuti murid-murid dibelakangnya. Mereka segera berhamburan ke segala arah. Ada beberapa ke kantin dan ada beberapa menuju taman untuk bermain atau sekedar nongkrong sambil ngobrol bareng.


Kecuali Wati. Dia memilih menetap di dalam kelas karena ia membawa bekal dan camilan yang ia buat dan bawa dari rumah. Kemudian Kartika yang baru akan keluar kelas melihat ke arah Wati.


"Wati, kamu gak keluar." tanya Kartika.


"Nggak Kar. Aku dikelas aja. Aku kan dah bawa bekal dari rumah. Kamu kalo mau keluar, ya keluar aja. Aku gak apa-apa kok disini sendiri" jawab Wati.


Tanpa suara Wati menjawab dengan anggukan dan senyuman kepada sahabatnya.


Sesaat kemudian setelah Kartika keluar ruangan, Wati pun mulai membuka kotak bekalnya. Dan mulai menyantapnya.


Belum ada 5 menit Wati sendiri di dalam kelas yang sudah sepi. Tiba-tiba bulu kuduknya meremang. Ia merasa ada sesuatu yang aneh ia rasakan di belakangnya. Lalu ia mencoba setenang mungkin. Ia mengusap tengkuknya yang merinding. Dengan perlahan ia menoleh ke belakang. Dann.....


Jreenggg. .......


*


Di kantin


Saat Kartika hendak membeli minuman dan snack, ada yang menepuk bahunya.


"Ehh. Ya ampun. kamu tuh ngagetin aja , Yan. "kata Karti.


Iya. Benar saja, yang menepuk bahunya adalah Rian. Ia sengaja menemui Karti saat melihatnya. Dan meninggalkan teman-temannya di meja kantin.


"Eh. sorry Kar. aku cuman mau tanya soal temen kamu itu." kata Rian ragu-ragu.

__ADS_1


"Temen aku yang mana sih Rian. Temen aku kan banyak." kata Karti sambil mengambil apa yang ia beli.


"Emm. itu loh Kar. Yang sering sam..." belum selesai Rian bicara Karti sudah berjalan meninggalkannya.


" Sorry ya, Yan. Aku buru-buru. soalnya mau nemenin Wati. Dia lagi sendirian di kelas. Bye." ucap karti sambil berjalan setengah berlari meninggalkan Rian tanpa mendengar jawaban Rian.


Rian yang langsung ditinggal Karti hanya bisa memandang punggung Karti yang semakin menjauh.


"Ihh.. Itu anak cepet bener ngilangnya. Dah kayak roller coaster aja. Aku kan belum


selesai ngomong. Dia main pergi aja "gerutu Rian.


Dia pun berjalan hendak menghampiri teman-temannya. Namun sebelum sampai di meja tempat teman-temannya ngumpul, ia berhenti dan sedikit berfikir.


"Yan, kamu ngapain di situ? Diem-diem bae. Sini gabung sama kita-kita." ucap Firman kepada Rian yang hanya diam mematung tak jauh dari mereka.


"Woy Rian. Kamu ngapain sih. di ajak ngomong juga. "ucap Yasha kepada Rian dengan sedikit berteriak dan berhasil menyadarkannya.


"Ehh. Iya gays. Sorry - sorry aku tadi lagi... emm.. udahlah gak penting." jawab Rian kemudian lanjut berjalan menuju mereka berdua.


Mereka bertiga pun kembali bercengkerama. Namun hati Rian masih tidak tenang. Dia nongkrong dan ngobrol bareng teman-temannya, tapi hati dan pikirannya sedang travelling. Dia masih saja memikirkan apa yang dikatakan Karti saat meninggalkannya tadi.


*


Lalu apa yang terjadi selanjutnya.?


Apa yang dirasakan dan dilihat oleh Wati tadi?


Lalu rencana apa yang akan dilakukan oleh Desti kepada wati.?


Baca terus kelanjutannya yeahh. .


Jangan lupa untuk selalu kasih dukungan ke author.


Like๐Ÿ‘


Komen๐Ÿ“


Share๐Ÿ”€


Vote karya aku juga ya... ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Thank you. ๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2