
Hai readers... 😊
HAPPY READING 😄
*****
Rian keluar kamar menuju ruang makan. Di ruang makan sudah ada sang Bunda. Dan makanan sudah tertata rapi di atas meja. Rian menarik kursi dan duduk di sana. Wajahnya menampakkan ekspresi orang yang sedang berpikir. Bunda menatap Rian dan tersenyum.
"Kau kenapa sayang.. hmmm" tanya bunda.
Rian tak menjawab. Ia malah membalik piring nya dan mulai mengisi nasi dan sayur serta lauk yang telah tersedia.
"Rian" ucap bunda dengan suara agak keras membuat Rian berjingkat.
"Bunda... Ada apa sih. kok teriak-teriak gitu. Rian denger bun. Bunda gak usah teriak-teriak gitu manggil nya" ucap Rian sambil mengusap telinga nya.
"Denger sih denger ya... Tapi dari tadi tu bunda udah panggil - panggil kamu beberapa kali tapi kamu gak nyahut sayaaanggg." jelas bunda.
"Apa iya sih bun.?" tanya Rian ragu.
Pasalnya ia merasa tidak mendengar panggilan dari bunda sama sekali. Rian mengusap tengkuknya yang tak terasa apa-apa. Ia pun tersenyum pada bunda.
Bunda hanya geleng-geleng kepala. Lalu mereka berdua melanjutkan makan malam mereka. Rian lebih dulu selesai makan, lalu dia pamit untuk kembali ke kamarnya. Bunda mengijinkan Rian kembali. Karena bunda juga sudah selesai dan akan melanjutkan urusan kerja nya di ruangan kerja.
Sedangkan bekas mereka makan akan langsung di bereskan oleh asisten rumah tangga.
Rian masuk kembali ke kamarnya. Ia kembali ke mejanya untuk mengerjakan sesuatu yang ingin ia kerjakan. Ia sudah memikirkan apa yang akan ia buat untuk Wati. Dan Rian mulai mengerjakannya.
*
Esok paginya, Rian sudah siap pergi sekolah. Ia hanya meminum susunya untuk sarapan dan memasukkan sanwich nya ke dalam kotak bekal dan membawanya ke sekolah.
Sesampainya di sekolah, ia langsung masuk kelas. Rian tak melihat seorang pun dalam kelas. Ia tiba-tiba memikirkan sesuatu.
"Ahaa.. mending sanwich aku tadi aku kasihin ke Wati aja lah. Aku letakkan saja di laci mejanya" gumam Rian.
Dengan cepat ia mengeluarkan kotak bekal itu dari dalam tasnya. Kemudian ia letakkan ke dalam laci meja Wati. Namun, belum ia beranjak dari meja Wati, ternyata ada yang masuk ke dalam kelas dan menegur Rian.
"Hei, Yan. Kamu ngapain disitu. Buruan, ke kantin yok cari sarapan." tanya Yasha sekaligus mengajak Rian sembari Yasha meletakkan tas nya di mejanya.
"Ahh. Iya..iya. Ayok." jawab Rian langsung meletakkan tasnya di mejanya yang berada tepat di belakang meja Wati.
__ADS_1
Kemudian menguntit Yasha ke kantin untuk sarapan. Karena Rian juga tidak sempat sarapan tadi. Hanya minum susu Dan membawa sanwich untuk bekalnya. Namun ia berikan sanwich itu pada Wati.
Sesampainya di kantin, Yasha langsung memesan 1 porsi mie ayam. Kemudian beralih kepada Rian untuk bertanya pada Rian.
"Yan, kamu mau makan apa?" tanya Yasha.
"Emm. . Aku mau makan bakso aja lah." jawab Rian.
Tak lama pesanan mereka sudah siap. Dan mereka segera menyantap makanan mereka. Disaat mereka sedang menyantap sarapan mereka, tiba-tiba.....
*
Wati baru saja tiba di sekolah. Ia langsung saja masuk kelas dan meletakkan tasnya di mejanya. Wati duduk di kursinya dan hendak memasukkan tas ke dalam laci meja, biasanya juga begitu kan.
Setelah Wati memasukkan tas ke laci, ia merasa ada yang mengganjal di dalam lacinya. Karena tasnya tak sepenuhnya masuk laci, biasanya tasnya sampai tak terlihat. Tapi saat ini tasnya tak bisa masuk sepenuhnya, masih ada sedikit sisa yang tak masuk laci.
Kemudian Wati menarik kembali mengeluarkan tasnya dan meletakkan di atas meja. Dan ia memasukkan lengannya ke laci. Merogoh dan mengambil benda apa yang ada di dalam lacinya. Wati bingung setelah melihatnya, ternyata sebuah kotak bekal.
"Kotak bekal?" tanya Wati pada dirinya sendiri .
"Kotak bekal milik siapa ini? Kenapa ada di laci meja aku.?" Wati terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
Sampai Karti masuk kelas pun Wati tak menyadarinya. Karti langsung menyapa Wati setelah duduk di kursinya.
"Ohh. Hai neng. Selamat pagi. Udah sampe kamu. Kapan masuknya?" balas Wati dan bertanya.
"Yee. ada orang masuk juga sampe gak nyadar. Lagi ngapain sih emang.? Itu apaan lagi ?" Karti malah balik tanya.
"Owh, ini.. Iniiii. Kotak bekal..." belum selesai Wati bicara Karti sudah bertanya lagi.
"Kotak bekal siapa? Kok kayaknya aku kenal deh sama kotak bekal ini." kata Karti menyela Wati. Wati mengerutkan kening.
"Emangnya ini milik siapa neng?" tanya Wati.
"Emm. Kalo aku gak salah inget sih. Kayaknya itu kotak bekal milik Rian deh." jawab Karti.
"Ah yang bener kamu neng?" tanya Wati meyakinkan.
"Iya bener. Bentar deh, sini aku lihat." kata Karti meminta kotak bekal itu untuk memeriksa sesuatu.
Karti memeriksa bagian bawah kotak dan menemukan sesuatu. Dan juga pada bagian salah satu sisi sudut kotak itu.
__ADS_1
"Nah kan bener. Nih lihat deh, ada cetakan huruf inisial R.A.P yang artinya Rian Adi Prasetya. Dan ini juga. Di sisi ini ada sedikit goresan bekas jatuh." Karti menunjukkan tanda-tanda itu kepada wati dan Wati melihatnya lalu manggut-manggut.
"Kamu inget gak, waktu MOS juga kan dia bawa kotak bekal yang sama seperti ini. Terus gak sengaja kamu jatuhin kotak ini setelah selesai makan bersama waktu itu" Karti mengingatkan.
Wati sedikit memikirkan dan mengingat kejadian itu kembali.
*
Flashback On
Para siswa baru berkumpul di aula sekolah untuk makan bersama di hari terakhir MOS. Mereka duduk melingkar berselingan putra dan putri.
Mereka makan dengan nikmat bekal yang sudah mereka bawa masing-masing. Namun menu yang dibawa sudah di tentukan oleh ketua panitia MOS. Sehingga mereka membawa bekal menu yang sama.
Setelah selesai makan dan acara di tutup, mereka diminta berdiri di tempat masing masing. Mereka diminta untuk memasukkan kotak bekal mereka, namun harus dengan bantuan teman di sebelahnya.
Kebetulan waktu urutannya dari kanan ke kiri adalah Yasha, Desti, Rian, Wati, Firman, Karti dan seterusnya. Dan mereka membantu teman yang ada di sebelah kanannya untuk memasukkan kotak bekal ke dalam tas.
Jadi waktu itu Wati membantu memasukkan kotak milik Rian. Namun karena Wati gugup jadi tanpa sengaja Wati menjatuhkan kota bekal Rian. Dan Wati secepatnya mengambil kotak itu dan memasukkan kembali dengan benar.
Flashback Off
*
"Iya-iya, aku inget neng. Jadi bener ini milik Rian. Tapi kenapa tadi ada di laci meja aku ya? " Wati bertanya lagi.
"Emm. Gak tau juga" jawab Karti.
"Mungkin dia ingin memberikannya untukmu tapi tadi kamu belum datang. Jadi dia taruh saja langsung di laci kamu supaya tidak ada orang lain yang tau." ucap karti kemudian.
"Apa benar begitu" tanya Wati dalam hati sambil melihat ke arah kotak itu.
Wati segera menyimpan kembali kotak itu ke dalam laci dan menarik Karti keluar kelas begitu saja. Membuat Karti tersentak kaget.
"Eh..eh... Neng, kita mau kemana?" tanya Karti.
"Udah ayo ikut aja" kata Wati.
"Iya tapi kita mau kemana?" tanya Karti lagi.
"Jadi detektif." jawab Wati sekenanya dan berhasil membuat Karti terdiam.
__ADS_1
Mereka berjalan di koridor melewati beberapa siswa yang lalu lalang.
Rian......