
Gadis itu mengarahkan pedangnya ke depan lalu kelopak mawar hitam mulai bergerak dan berputar dengan cepat disekitar goblin.
Nier merasa takjub ketika melihat gadis itu mengeluarkan skillnya, rambut gadis itu tertiup angin dan disekitarnya ada beberapa bunga mawar hitam yang berterbangan, dia terlihat begitu cantik dengan ekspresinya yang tenang dan serius.
Putaran bunga itu berubah menjadi sangat cepat dan itu mulai terlihat seperti tornado, Goblin yang berada di tengah pusaran itu berteriak meminta pertolongan dan akhirnya suaranya pelahan-lahan menghilang.
Dalam 5 detik kemudian bunga itu mulai menghilang, tanah di sekitarnya terlihat seperti terkena tebasan pedang dan Goblin yang berada di tengah pusaran itu semuanya mati tak bersisa.
Gadis cantik itu masih memiliki 20% kesehatan yang tersisa dan setelah itu dia berjalan dengan perlahan menuju salib yang tertanam di dalam tanah. Nier melihat gadis itu memeluk salib dan membawanya duduk untuk beristirahat. Dia merasa seperti penguntit karena diam-diam memperhatikan gadis itu bertarung.
'Apa aku harus menghampirinya?'
Namun ketika dia sedang memikirkan itu tiba-tiba terdengar suara auman.
Graaaahhh!
Auman itu terdengar semakin mendekat ke arah Nier, auman ini seperti boss yang pernah dilawannya ketika melakukan Quest bersama Gurunya.
Nier melihat gadis itu masih terduduk dengan memeluk salib besarnya dan di wajahnya terlihat sedikit kerutan, Sepertinya dia juga berada didalam masalah.
Langkah itu semakin dekat, tidak lama kemudian terlihat seorang goblin besar berwarna hijau gelap sedang berjalan ke arah mereka. Ketika dia memperhatikan mata monster itu dia melirik Nier sebentar lalu mengabaikannya, namun tatapan matanya berubah menjadi tajam ketika melihat ke arah gadis yang berdiri dengan bantuan salib besarnya.
Seperti yang dia duga, Goblin besar itu hanya ingin membunuh gadis yang berada didepannya, Nier menatap gadis yang kehabisan stamina itu dengan kasihan.
Goblin menyiapkan pedang besar yang berada dipunggungnya lalu berjalan semakin mendekat ke arah gadis itu.
"Kurasa aku harus menolongnya.."
Nier tidak mau diam jika melihat gadis cantik didepannya ini mati seperti itu, dia mengeluarkan pisau dan garpu dari tasnya.
『 Goblin Warrior Boss
Level : 20
HP : 8.000. 』
'Untuk sekarang aku akan memperhatikannya sebentar, jika dia terlihat membutuhkan bantuan maka aku akan datang membantunya.'
Wushh!
Goblin itu berlari kencang ke arah gadis berambut putih itu dan mengayunkan pedang besarnya.
Triinggg..
Gadis itu menghindar lalu menebas dada goblin, tetapi goblin itu tidak menghindar ataupun bertahan, dia membiarkan tubuhnya terluka namun tangannya langsung memukul tubuh lawannya.
'Seperti yang kuduga, Goblin sangatlah licik...'
Walaupun begitu dia berhasil menangkis pukulan kuat dengan pedangnya, tetapi karena tidak terlalu siap dia terkena efek knockback dan terpental hingga mengenai pohon besar di belakangnya.
Kesehatan gadis itu langsung menurun hingga tersisa 4%.
Melihat ini Nier tanpa ragu langsung berlari ke arah Goblin dengan memegang [Dark Knife] di tangan kanannya dan [Dark Fork] di tangan kirinya.
"Dark Prison!"
Monster yang hendak menyerang gadis itu langsung tertutupi kubus hitam dan gerakannya menjadi terhenti.
『 Anda telah menangani 224 kerusakan pada target! 』
『 Anda telah menangani 224 kerusakan pada target! 』
『 Anda telah menangani 224 kerusakan pada target! 』
Nier senang melihat jumlah kerusakan yang ia timbulkan, ternyata serangannya cukup kuat. Namun gerakanya tidak berhenti disitu dia berlari ke belakang Goblin dan menebas kepala dan lehernya.
『 Critical! 』
『 Anda telah menangani 212 kerusakan pada target! 』
Grrraahh!!
Monster itu meraung dan menyerang Nier dengan pedang besarnya, tentu saja Nier tidak akan membiarkan dirinya terpotong dan langsung melompat mundur.
__ADS_1
Melihat Aggro pada monster telah bergeser, Nier sedikit tersenyum setidaknya dia dapat menyelamatkan gadis itu dari keadaan sekarat.
"Sial, pisau ini terlalu kecil..." Nier memperhatikan pisaunya yang memang terlalu kecil untuk digunakan ketika bertarung, lalu dia teringat dengan sebuah skill yang melekat pada pisaunya.
"Dark Knife perbesar menjadi seukuran pedang!"
[Dark Knife] mulai memanjang dan membesar, panjangnya terlihat seperti pedang Silver Swordnya dulu. Nier tersenyum puas sambil mengayunkan pedangnya.
Namun ketika dia melihat [Dark Fork] yang berada di tangan kirinya, dia menjadi bingung memikirkan apa yang harus dia lakukan dengan ini?
"Dark Fork berubah menjadi tombak!"
Seperti yang dia duga, garpu yang berada di tangannya berubah menjadi tombak berwarna hitam, setelah merasa dirinya cukup siap dia berlari ke arah goblin dan setelah berjarak 3 meter, dia mengeluarkan Skillnya
"Dark Wave!"
Pedang dan tombak Nier mulai diselimuti oleh energi gelap, tanpa menunda sedetikpun dia meloncat dan menyerang Goblin jelek itu.
Nier mengayunkan pedang dan tombaknya, walaupun dia menyerang angin tetapi dengan skill Dark Wave serangan itu tetap mengenai Goblin.
『 Critical! 』
『 Anda telah menangani 204 kerusakan pada target! 』
『 Anda telah menangani 113 kerusakan pada target! 』
Walaupun sebagian serangannya bukan serangan kritis tetapi dia berhasil menangani 20 hit dalam 10 detik kepada monster itu.
"Aku tidak bisa memakai ini!"
Nier melemparkan tombak kedalam Inventory dan sekarang hanya menggunakan pedang hitamnya. Dia kembali menyerang Goblin dengan pedang hitamnya dan menebas dada monster.
Gerakan Nier terlihat sedang menari dan tidak lama setelah itu.
『 Critical! 』
『 Anda telah menangani 231 kerusakan pada target! 』
『 Target terkena status Blind. 』
Setelah bertarung Nier mendapatkan beberapa ide aneh, karena itu dia ingin mencobanya dengan mengangkat pedangnya ke atas.
"Dark Knife perkecil!"
Ukuran pedang itu kembali menjadi seukuran pisau dapur biasa dan langsung saja Nier melemparkan pisau itu ke arah Goblin.
"Dark Knife perbesar 10 meter!"
Setelah mencapai jarak 2 meter [Dark Knife] benar benar berubah menjadi seukuran 10 dan terbang ke arah Goblin itu.
"Itu berhasil!?"
Nier tercengang, ide yang dia dapat selama pertarungan ternyata cukup berguna.
'Tch.. kukira skill ini hanya digunakan untuk memotong daging besar saja.'
Pedang itu terbang ke arah Goblin tetapi setelah beberapa saat kemudian pedang itu malah mengenai pohon yang disebelahnya.
"Sialll! Apapun yang terjadi aku harus mendapatkan skill untuk melempar!" Nier mengeluh sambil mengembalikan pedang yang dia lempar.
"Dark Knife bentuk pedang!"
Setelah pedang hitam kembali ke tangan kanannya dia melanjutkan serangan pada monster itu.
『 Critical! 』
『 Anda telah menangani 220 kerusakan pada target! 』
『 Anda telah membunuh 'Goblin Warrior Boss'. 』
『 Level telah meningkat. 』
『 Level telah meningkat. 』
__ADS_1
『 Level tel..
Akhirnya level Nier meningkat menjadi level 7, dengan membunuh satu monster tingkat tinggi memberikannya banyak poin pengalaman.
Nier tersenyum puas, 'Sepertinya aku harus membunuh monster level tinggi saja kali ya...'
Job Nier sedikit aneh, jika Item yang dijatuhkan berupa daging maka daging tersebut akan langsung masuk ke dalam Inventory-nya, berbeda dengan Item yang berupa peralatan karena Item itu harus diambil secara manual. Nier berjalan menuju goblin dan mengambil Item yang baru saja dijatuhkannya.
『 Warran Boots
Rating: Rare
Persyaratan Level: 20
DEF: 20
Durability: 110
* Agility: +5. 』
"Hahaha tingkat Rare lagi sepertinya keberuntunganku sangat bagus!"
Nier memasukan [Warran Boots] ke dalam Inventory, sekarang dia masih level 7 sedangkan persyaratannya harus level 20 jadi dia hanya bisa menunggu sebelum bisa menggunakannya.
Melihat daging Boss Goblin di Inventory-nya, dia berpikir apa yang terjadi jika dia memasak dengan menggunakan daging berkualitas tinggi, namun dia segera menggelengkan kepalanya karena akan sangat sia-sia jika dia memasak daging ini dengan menggunakan kemampuan memasaknya yang buruk.
Ketika Nier masih memikirkan ide-ide anehnya seseorang telah berdiri cukup lama dibelakangnya dan dia terus menatap Nier tanpa mengatakan apa-apa.
Akhirnya Nier tersadar dan langsung berbalik melihat seorang gadis yang masih terdiam. Dia baru teringat sejak dia bertarung dengan boss monster tadi, dia sama sekali tidak memperhatikan apa yang terjadi pada gadis itu.
Melihat wajahnya dari dekat, Nier merasa terpesona. Wajahnya begitu halus dengan tatapan matanya yang tenang, bibirnya yang terlihat tipis dan imut, badannya juga berisi dan terlihat dewasa lalu dengan rambut silvernya yang terurai panjang.
Gulp..
Nier menelan air liurnya dan ketika dia ingin mengatakan sesuatu pada gadis cantik ini dia dipotong dengan pertanyaannya.
"Kenapa kau membantuku?" Gadis itu akhirnya berbicara, Nier mendengar suaranya begitu halus dan lembut.
"Bukankah normal untuk membantu seseorang jika mereka sedang membutuhkan?"
"Uhmm.. baiklah, ...jadi apa yang harus aku lakukan untuk membalasmu?" Ekspresi gadis itu terlihat bingung dengan keadaan ini.
"Ahh.. tidak perlu.. Aku hanya sedang merasa luang saja." Nier menggosok hidungnya dan terasa sedikit bangga.
"Jadi kenapa kamu sendirian disini gadis cantik? Dimana partymu?"
"Jangan panggil aku itu... panggil saja aku Lucia." Lucia menjawab dengan gugup lalu melanjutkan, "Aku tidak memiliki party dan juga aku tidak membutuhkannya."
"Hmm ..tapi tetap saja terlalu sulit untuk pemain solo untuk berburu di sini, kau lihat sendiri kan kalau monsternya sangat licik..."
Lucia mengangkat alisnya dan wajahnya terlihat heran, "Lalu kenapa kamu sendirian?"
Mendengar pertanyaan itu membuat Nier terkejut, dia lupa kalau dia juga seorang pemain solo.
"Hyahaha, yah begitulah..." Nier tertawa dengan disengaja dan suara tawanya terdengar aneh.
"Pfft... kamu aneh.." Lucia tertawa melihat kelakuan Nier.
"Lalu kenapa kita tidak membuat party saja? Bukankah itu akan saling menguntungkan?" kata-kata itu tanpa sengaja keluar dari mulut Nier.
"Ehh.. Party?" Lucia terlihat sedang memikirkannya dan setelah beberapa saat dia akhirnya menganggukan kepalanya.
Nier terkejut karena Lucia akan menyetujuinya. Biasanya para pemain solo akan susah untuk diajak berparty, mereka lebih menikmati petualangan dengan gaya mereka sendiri.
'Hmm.. bagaimana cara membuat party?' Nier mengotak-atik sistem dan tak lama kemudian dia akhirnya berhasil mengundang Lucia.
『 Lucia telah bergabung dengan party. 』
『 Party Member
NieR - The Heretic Chef - Level 7 (Leader)
Lucia - Magic Swordman - Level 11. 』
__ADS_1
Setelah party terbentuk keduanya terlihat terkejut karena bagaimana mungkin levelnya sangat rendah sedangkan kekuatannya sangat kuat.