The Heretic Chef : Exaworld Online

The Heretic Chef : Exaworld Online
Keluar


__ADS_3

Serangan akhir Nier langsung membunuh Golem hitam, walaupun dia sudah menggunakan trik ini dua kali, tetap saja dia masih terkejut.


Apakah skill ini bug atau bukan dia sendiri tidak tahu, sebab ketika golem itu mengeluarkan sinar merahnya dan Nier menggunakan Dark Prison maka cahaya itu akan langsung terserap ke dalam kegelapan yang membuat Golem itu mati.


Namun jika itu benar-benar sebuah bug tidak mungkin trik ini bisa digunakan dua kali, karena hampir mustahil super komputer Zygod melakukan kesalahan.


Sejak pertama kali Exaworld Online dirilis ke dunia, Direktur Kazuma menyatakan dengan sombong,


"Siapapun yang dapat menemukan Bug atau dapat meretas sistem Zygod, mereka akan mendapatkan 51% saham dari Exaworld Corp!"


Tentu saja dia berkata begitu bukan tanpa alasan, dia menyampaikan secara tersirat kalau dia menantang semua Hacker yang berada di dunia untuk meretas sistemnya.


Jika saja sistemnya bisa menghalau semua Hacker yang berada di seluruh dunia bukankah itu menjadi bukti kalau keamanannya menjadi yang terbaik dan membuat orang menjadi lebih tertarik.


Benar saja, setelah Kazuma menyatakan itu jutaan hacker dunia langsung menyerang super komputer Zygod, namun apa yang terjadi?


Hanya dalam seminggu saja jutaan Hacker itu langsung menyerah dan mengatakan kalau Zygod merupakan sistem dewa yang mustahil untuk diretas.


Sejak saat itu tidak ada lagi yang berani mencoba meretas sistem Exaworld Online.


Sama seperti sebelumnya Golem itu mati dengan berdiri tegak tanpa berubah menjadi partikel, yang berbeda darinya hanya cahaya merah di wajahnya sudah menghilang.


Setelah memastikan kalau Golem itu benar benar terbunuh, Lucia menghela napas lega lalu berjalan pelan sambil mengembalikan senjata ke dalam Inventory-nya.


Craaackkk!


Saat tangan Lucia menyentuhnya, tubuh Golem pecah dan hancur menjadi batu-batuan kecil, dan tak lama kemudian cahaya putih redup terlihat diantara batu. Lucia tersenyum kecil melihatnya karena dia sendiri sudah tahu kalau cahaya itu adalah Item drop dari Golem.


"Rein kemarilah!"


Lucia berteriak tanpa menoleh ke arah Nier dengan tatapannya yang masih terfokus pada cahaya, dan tanpa menunggu jawaban Nier dia langsung memeriksa cahaya tersebut.


Siiinggggg!


Cahaya putih menyilaukan memenuhi visinya dan tidak lama kemudian dia melihat 1 cincin, 1 armor kulit, sepasang sepatu, dan sepasang sarung tangan.


Lucia tersenyum masam karena tidak menemukan Item yang ia inginkan.


Forum mengatakan kalau membunuh Golem hitam saat mode duo dan solo akan menjatuhkan gelang special tingkat Epic dengan drop rate yang gila.


Bahkan sampai sekarang tidak sampai 10 orang yang sudah mendapatkannya.


"Rein kemarilah, aku mendapatkan armor, sarung tangan, dan cincin untukmu." Lucia mengambil dan memasukan semua Item ke dalam Inventory, dia berniat untuk memberikan semua ini kepada Nier.


Namun dari tadi tidak ada jawaban dari Nier yang membuatnya merasa sedikit gelisah, dia berbalik ke belakang dan menemukan Nier yang masih berdiri di tempatnya semula, dan tidak lama kemudian.


『 Pemimpin Party 'NieR' keluar dari permainan. 』


Lucia terkejut dan langsung memperhatikan tubuh Nier yang sekarang sudah berubah menjadi partikel.


"... Ap-Apa yang baru saja terjadi? ...Apakah dia baik-baik saja?...."


* * *

__ADS_1


Pada tengah malam yang sunyi dan dingin, Rein perlahan-lahan membuka matanya. Hal pertama yang dia rasakan adalah pusing, mual, dan tempat tidur yang basah.


Bweerghhh!


Isi perutnya tiba-tiba naik ke atas dan langsung saja Rein memuntahkan semuanya ke dalam tempat sampah yang berada di samping kasurnya.


Untung saja tempat sampah itu berada dekat dengan kasurnya, kalau tidak semburan muntah Rein akan terbang kemana-mana.


Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya perasaaan Nier mulai membaik walaupun kepalanya masih terasa sedikit pusing.


"Ughh... Air...."


Sekarang Rein merasa sangat haus dan tenggorokannya benar benar kering, tubuhnya hampir tidak bertenaga, namun dia memaksakan dirinya untuk berjalan ke dapur dan mengambil air.


Dengan langkah yang tertatih-tatih dia memaksakan tubuhnya.


Bukkk!


Sudah dua kali dia terjatuh tapi tetap saja dia melanjutkan langkahnya.


"Air... Aku butuh air...."


Setelah sampai di dapur dia langsung terduduk dan mengambil segelas air minum,


Gulp gulp gulp!


Rein terus meminum air hingga perutnya menjadi kembung.


5 gelas.


10 gelas.


"Fwahh..."


Tanpa terasa sudah 12 gelas air minum yang dia habiskan dalam beberapa menit.


"Apa yang terjadi?" Rein memegang kepalanya sambil mengingat kenapa dia bisa menjadi seperti ini.


Namun sebelum dia mengingat apa yang terjadi, dia merasakan kalau baju, celana, hingga pakaian dalamnya telah sangat basah.


"... Tidak mungkin tadi aku mimpi yang mantap-mantap kan?...." Dengan hati-hati dia mulai memeriksa seluruh tubuhnya.


Namun setelah selesai, dia sama sekali tidak menemukan cairan dari hasil mimpi mantap-mantap itu dan malah merasakan kalau tubuhnya tercium bau.


"... Apa aku ngompol?"


"Ti-Tidak mungkin, mana mungkin Rein yang perkasa ini ngompol..."


Rein menggaruk kepalanya karena merasa aneh saat bertanya dan menjawabnya sendiri.


"Lebih baik aku mandi."


Rein berdiri dan merasakan kalau kepalanya sudah tidak terasa pusing lagi, dia berjalan ke kamar mandi dan mulai membersihkan dirinya.

__ADS_1


Memang mandi itu sangat membantu untuk menjernihkan pikiran. Saat air shower menerpa wajahnya, Rein merasa sangat nyaman dan kepalanya terasa ringan.


Tidak lama kemudian dia mengingat kenapa dia menjadi seperti ini, penyebabnya tidak lain adalah Golem hitam sialan itu.


Saat bertarung dengan Golem hitam dia mendengar puluhan pemberitahuan sistem yang terdengar di benaknya, namun karena sedang fokus bertarung dia dengan sengaja tidak memperhatikan pemberitahuan itu.


Setelah pertarungan berakhir dan sebelum dia membaca pemberitahuan sistem, tiba-tiba pandangannya menjadi gelap lalu dia secara paksa terputus dari permainan.


"Apakah sistem sengaja memutuskanku dari permainan hanya karena ini?..."


Rein terdiam sambil membayangkan pertarungan tadi, memang lawannya lebih sulit dari sebelumnya namun itu belum seberapa jika dibandingkan master bela dirinya dulu.


Dia masih mengingat semua pola gerakan, kebiasaan, dan ciri ciri Golem saat bertarung, mungkin jika mereka berdua bertarung lagi Rein sudah yakin akan kemenangannya.


"Ahh sial aku lupa drop itemnya!"


* * *


"Boss, kami sudah menyelesaikan semua yang Boss perintahkan."


Seorang pemuda berbadan kurus menunduk ketika berbicara pada pria di depannya, siapa lagi kalau bukan Arie.


Arie meminum anggurnya lalu menatap pemuda yang terus menunduk itu,


"Perintah yang mana? Ohh! Biar kutebak, apakah itu tentang makan malam bersama Jessika!?"


"... Atau mungkin si Kana sudah menyetujui persyaratan yang kuminta!?"


Arie meneteskan air liurnya ketika mengingat gadis-gadis yang akan bermain bersamanya, namun pemuda yang berada di hadapannya terus diam.


"Jadi yang mana!" Bentak Arie sambil memukul mejanya.


Wajar saja pemuda itu takut jika sifat Arie selalu seperti ini, tapi karena Arie adalah Bossnya, dia harus menahan emosi dan menuruti semua perintahnya.


"Boss, Ini tentang NieR..."


"NieR? ... siapa dia?" Arie terlihat bingung sambil mengingat siapa yang disebut NieR itu.


"Itu adalah pemuda yang menantang Boss untuk mendapatkan Lucia..."


"... Ohh! ternyata si pria miskin menyedihkan itu. Singkirkan dia dan buat dia lebih menderita jika berani mengganggu mainanku lagi!"


Ketika mengingat pertemuan itu, Arie menjadi kesal dan terus mengutuk Nier.


"Baik Boss!"


Pemuda itu berjalan keluar dan meninggalkan Arie sendirian.


"Cih, sampah tetap saja sampah..."


_____________________________


Maap maren akun saia ilang.

__ADS_1


__ADS_2