The Heretic Chef : Exaworld Online

The Heretic Chef : Exaworld Online
Minotaur dan Koki


__ADS_3

Setelah selesai menonton siaran Exa Live, Nier akhirnya kembali ke dalam permainan. Ia telah menghabiskan 3 jam waktunya hanya untuk menonton televisi, tapi berkat itu ia sekarang bisa mengetahui dengan jelas bagaimana keadaan di Ibu kota.


"Kei sialan, awas saja kau!"


Nier tidak peduli dimana ia sekarang, ia segera membuka daftar temannya dan mendapati nama Kei yang sedang Offline.


"Si bodoh itu, kemana dia pergi?"


Nier sangat kesal, ia sengaja menjaga profilnya tetap rendah agar bisa menghindari perhatian publik, tapi bisa-bisanya Kei memanfaatkan hal itu untuk mendapatkan banyak uang dari hasil bualannya.


"Ada apa Nier? Kenapa kau marah-marah sendiri?" Suara Momo tiba-tiba terdengar dari belakangnya.


Nier segera berbalik dan mendapati Momo yang sedang duduk santai di depan rumahnya. Ia memakai baju tipis berwarna hitam, celana pendek berwarna putih, dan segelas air dingin di tangan kanannya.


"Aku.. aku akan segera pergi."


Melihat Momo yang berpakaian seperti itu membuat Nier teringat dengan kejadian semalam, ia mengabaikan pertanyaan Momo dan segera berlari ke dalam hutan.


Nier terus berlari hingga akhirnya bertemu dengan seekor Minotaur.


"Baiklah, lupakan semuanya dan tetap fokus pada tujuan." Nier menampar pipinya dua kali lalu menatap tajam ke arah Minotaur.


Saat ini Nier memiliki 3 tujuan.


Pertama, ia ingin belajar cara memasak agar bisa menghasilkan banyak uang seperti dulu. Class spesial milikinya pastilah lebih istimewa daripada class biasa, jadi ada kemungkinan besar masakannya nanti akan menjadi lebih baik dan bahkan lebih mahal dibandingkan koki lainnya.


Alasan Nier ingin menjadi kaya sebenarnya cukup sederhana, ia hanya tidak ingin Ayah dan Ibunya kehilangan pekerjaan lagi akibat perbuatan Arie yang semena-mena.


Kedua, menjadi yang terkuat.


Memangnya siapa yang tidak mau menjadi yang terkuat? Jika ia sudah menjadi kuat, tentu saja Nier akan membalaskan semua dendamnya.


Dan selain balas dendam, dia juga harus cukup kuat untuk dapat mengikuti turnamen yang akan datang.


Lalu tujuannya yang terakhir adalah mendapatkan Lucia.


Nier adalah seorang perjaka menyedihkan yang belum pernah sekalipun berkencan dengan seorang perempuan. Walaupun begitu, ia ingin mengubah nasib buruknya dengan menemukan seorang gadis pujaan hatinya, dan tentu saja gadis itu adalah Lucia.


Namun sebelum mendapatkan Lucia, ia harus bekerja keras untuk menyelesaikan kedua tujuannya.


Kembali ke hutan dimana Nier berada.


Nier saat ini sedang bersembunyi di belakang pohon dan diam-diam mengikuti Minotaur dari belakang. Ia menunggu waktu yang tepat untuk membunuh Minotaur dengan pisau [Dark Knife]nya.


Level 0 bertarung dengan level 104? Itu mungkin mustahil jika dilakukan orang lain. Namun berbeda dengan Nier, ia sekarang memiliki [Dark Stove] dan juga [Dark Knife] dengan level 169 dan 64. Membunuh Minotaur pasti akan menjadi sangat mudah baginya.


Itulah yang ada di pikiran Nier sekarang.


Namun sayangnya Nier tidak tahu kalau dia sudah melakukan kesalahan besar saat menaikan level senjatanya.


Disaat Nier melihat Minotaur sedang memakan mangsanya, ia akhirnya bergerak dan memanggil senjata andalannya.


"Dark Knife.."


Booom!


Bagaikan suara bom, Nier dikejutkan dengan Dark Knife yang terlepas dari tangannya. Jantung Nier langsung berdebar kencang dan matanya segera memperhatikan Minotaur yang kini sudah menatap balik ke arahnya.


Tanpa menunggu waktu lagi Nier segera berlari menjauhi Minotaur tersebut dan berharap Title Hardcore Levelingnya berguna sekarang.


Goowaaahhhhh!


Sayangnya harapan Nier tidak terpenuhi dan Minotaur itupun langsung berlari kencang ke arahnya.


"Sial, sial, sial! Kenapa bisa menjadi seperti ini!" Wajah Nier terlihat suram.

__ADS_1


Ia merasa percuma jika ia terus berlari, perbedaan status mereka sangat besar sehingga Minotaur tersebut dalam sekejap sudah berada tepat di belakangnya.


"Dark Knife!"


Nier sekali lagi memanggil [Dark Knife]. Ini adalah senjata andalannya, tapi...


Boom!


[Dark Knife] terjatuh lagi dari tangannya dan menyebabkan bunyi ledakan yang sangat kuat. lalu setelah dua kali percobaan, Nier akhirnya tahu apa yang terjadi.


Berat Dark Knife meningkat menjadi berkali-kali lipat dari sebelumnya, ini menjadi sangat berat sehingga membuat ledakan saat dijatuhkan.


'Mustahil, tanpa senjata bagaimana bisa aku membunuh monster ini..." Punggung Nier langsung dibasahi dengan keringat dingin.


Nier tidak langsung menyerah, ia mengeluarkan semua cara yang ia miliki dan berusaha untuk menghindari serangan Minotaur yang sangat cepat.


Boom!


Boom!


Kreeekkkk!


Pohon satu persatu hancur saat bersentuhan dengan pedang Minotaur. Nier juga tidak kalah hebat, walaupun levelnya 0, ia tetap bergerak dari pohon satu ke pohon lainnya agar bisa terhindar dari serangan Minotaur.


"Dark Stove!"


Booom!


Kali ini Nier memanggil [Dark Stove], sama seperti [Dark Knife] sebelumnya, kompornya bahkan lebih berat sehingga tertanam lebih dalam ke dalam tanah.


"Dark Stove, perbesar 100 meter!"


Nier berniat menaiki kompornya agar bisa menjauh dari Minotaur, tapi sayangnya [Dark Stove] tidak membesar dan itu masih tertanam di dalam tanah.


'Ya tuhan.. kenapa senjataku menjadi seperti ini!'


Booom!


Minotaur tidak diam, ia terus menyerang Nier dengan kekuatan penuhnya. Setiap kali ia menyerang, sebatang pohon pasti hancur karena pedangnya.


"Toloooong!"


Nier menyerah dan akhirnya berteriak sekeras yang ia bisa untuk mendapatkan bantuan.


"Ibuuu! Tolong akuuu!"


Sayangnya tidak ada yang menjawab, ia akhirnya juga menyerah meminta pertolongan.


"Dark Spoon, Dark Fork, Dark Spatula!" Nier memanggil tiga senjata terakhirnya lalu melemparkannya ke arah Minotaur.


"Membesar!"


Booom!


Ketiga senjata itu mendarat tepat pada tubuh Minotaur, tapi...


『 Anda telah menangani 1 kerusakan pada target! 』


『 Anda telah menangani 1 kerusakan pada target! 』


『 Anda telah menangani 1 kerusakan pada target! 』


"Satu kerusakan? Kau bercanda ya?" Nier terkejut bukan main, ketiga senjatanya hanya bisa menangani 1 kerusakan pada Minotaur, bukankah itu berarti Minotaur ini tidak bisa dikalahkan?


Namun Nier tidak patah semangat, ia bisa melihat gerakan Minotaur terhenti disaat terkena serangannya.

__ADS_1


'Setidaknya aku bisa melarikan diri.'


Nier memanggil ketiga senjatanya tadi dan kembali melemparkannya pada Minotaur.


Boom!


Boom!


Boom!


Nier terus melemparkan senjatanya berulang-ulang. Dan selama ia melemparkan senjatanya, Minotaur tidak lagi terlihat dalam pandangannya.


"Ini.. Ini berhasil?" Nier tersenyum, akhirnya ia bisa terbebas dari makhluk jelek ini.


Gwaaaaaaargghhhh!


Tapi sayangnya ucapan gembira Nier disambut dengan aura merah yang keluar dari tubuh Minotaur.


Whuuussss!


Kulit Minotaur kini berubah menjadi merah, otot-ototnya membengkak, matanya juga menjadi lebih tajam daripada sebelumnya.


Sekarang Minotaur sudah memasuki kondisi Berserk.


"Jangan bilang kalau aku akan mati lagi?" Wajah Nier berubah menjadi semakin suram.


Nier membeku menatap Minotaur yang kini berjalan ke arahnya.


"Ibu, tolong aku..." Nier ingin menangis, hanya tersisa satu cara yang ada di kepalanya.


"Dark Pan." Nier memanggil pancinya dan langsung memasangkannya di kepala seperti sedang memakai helm.


Walaupun terlihat memalukan, Nier tetap melakukannya.


Minotaur berjalan semakin mendekat, dan disaat berjarak 20 meter. Minotaur tersebut mengangkat pedangnya ke atas dan berlari menyerang Nier.


"Dark Pan, perbesar 10 meter!" Nier berteriak keras lalu menutup matanya.


Seperti yang diharapkan dari peralatan memasak Nier, panci yang berada di atas kepalanya kini membesar dan akhirnya menutupi tubuh Nier yang berada di bawah.


Paaang!


Minotaur menyerang panci dengan sekuat tenaga sehingga panci tersebut terpental jauh ke belakang. Nier yang berada di dalamnya juga ikut terpental, tapi ia masih tetap hidup dan tidak menerima kerusakan parah.


"Ini berhasil!?" Nier tersenyum gembira, pancinya ternyata lebih berguna daripada yang ia kira.


Paaang!


Paaang!


Paaang!


Minotaur tidak menyerah begitu saja, ia menyerang dan terus menyerang. Setiap kali pedangnya menyentuh panci, panci tersebut akan sedikit terangkat, namun hanya itu saja. Ia tidak bisa membuka panci dengan serangannya.


Andai saja Minotaur tersebut sedikit lebih pintar, ia pasti akan mengangkat panci itu dengan kedua tangannya yang kuat. Tapi monster tetaplah monster apalagi ditambah dengan status berserk, ia tidak akan memikirkan cara lain selain menyerang.


Berselang beberapa saat kemudian, serangan Minotaur akhirnya berhenti. Nier tidak langsung keluar, ia tetap menunggu sambil menahan napasnya di dalam panci.


Hingga disaat napasnya hampir habis, Nier memasukkan [Dark Pan]nya kembali ke dalam Inventory.


Pooof!


Udara segar langsung memenuhi paru-parunya. Nier tidak langsung bersantai, ia kembali memanggil pancinya dan bersiap untuk serangan.


Tapi untungnya saja Minotaur tersebut sudah pergi dan Nier akhirnya benar-benar terbebas dari monster jelek itu.

__ADS_1


"Sial.. apa yang sebenarnya terjadi..."


__ADS_2