
"Paman tolong jus spesialnya satu!"
"Baik!"
Nier saat ini sedang duduk di sebuah kedai sambil mengamati para pemain yang masih menunggunya di depan pintu masuk Dungeon. Semakin lama pemain yang menunggunya malah semakin banyak. Mungkin karena di dunia nyata sudah mulai malam hingga beberapa pemain akhirnya bisa kembali login.
"Hahh... 1.000 koin emas, jika dikonversikan mungkin bisa jadi 10 juta rupiah..."
1.000 koin emas bukanlah jumlah yang sedikit, apalagi saat ini dia benar-benar membutuhkan uang untuk membantu keluarganya.
"Bisakah aku membunuh diriku sendiri?" Gumam Nier dengan tatapan mata yang kosong.
Walaupun berkata begitu dia sudah tahu kalau tidak mungkin dengan membunuh dirinya sendiri bisa mendapatkan uang. Nier bisa saja meminta pemain lain untuk membunuhnya, namun jika ia mati penampilannya pasti akan terekspos ke dunia.
Apa yang terjadi jika penampilannya terekspos? Sudah pasti dia akan dicari dan diburu setiap hari.
"Kalau dipikir-pikir, siapa yang memasang harga pada kepalaku?"
Dengan rasa penasaran Nier segera membuka forum Exaworld Online dan menemukan artikel yang ia cari.
Artikel itu tertulis, bagi siapa saja yang bisa membunuh NieR dan merekam semua aksinya akan diberi hadiah sebesar 1.000 koin emas.
Di akhir artikel juga terdapat sebuah video. Video itu menampilkan Lucia yang sedang dikelilingi oleh puluhan pemain, namun pada saat itu juga layar tiba-tiba menjadi hitam dan spam notifikasi sistem langsung memenuhi layar.
Memang isinya sangat pendek, tapi artikel itu sudah dikomentari oleh puluhan ribu orang, dan hampir semua komentar mendukung isi artikel tersebut.
– Sampah, hanya seorang pemula tapi sudah sangat sombong.
– Orang seperti ini memang harus dimusnahkan.
– Tapi bukankah skill itu sangat mengerikan!? Skill CC dengan AOE yang luas, pantas saja dia bisa memecahkan rekor Hall of Fame!
– Benar, tapi kerusakannya sangat lemah...
– ......
– Menyerang ratusan pemain demi melindungi sang pacar, sungguh romantis TwT.
– Ada yang mau jadi pacarku?
– ^Berisik jones!
– Sell Seashell 1.000 gold, nego!
Nier tidak tahu bagaimana harus menanggapinya, komentar itu semakin lama semakin tidak bermutu, dan pada akhirnya malah menjadi lapak promosi.
__ADS_1
"Sudahlah... tidak ada gunanya aku membuang-buang waktu seperti ini..."
Nier menutup Forum dan mulai memikirkan apa yang akan ia lakukan.
"Paman, apa kau tahu cara mendapatkan banyak uang dengan cepat?" Tanya Nier kepada Paman pemilik kedai.
"Kasino." Jawab singkat si Paman tanpa melirik Nier sama sekali.
Jawaban Paman membuat Nier mengerutkan keningnya. Memang benar Kasino bisa membuat orang miskin menjadi kaya, tapi tetap saja semua itu tergantung nasib.
Bahkan ada sebagian orang yang menganggap Kasino adalah surga. Tentu saja tidak termasuk Nier, dengan keberuntungannya yang sangat buruk ia menganggap Kasino adalah tempat paling terkutuk di dunia.
"Paman, apa tidak ada cara lain lagi?"
"Jual diri."
"......."
Tanpa basa-basi Nier segera keluar dari kedai dan berjalan kembali ke Ibu kota.
* * *
Sesampainya di kota, Nier masih bingung karena belum menemukan cara untuk mendapatkan uang. Setiap kali ia memikirkannya, selalu saja terbayang saat ia melelang daging dengan harga yang sangat tinggi. Dan tanpa ia sadari, kakinya sudah berhenti di depan pintu masuk Rumah Memasak.
Nier mengeluarkan beberapa keping koin emas lalu berjalan ke dapur yang biasanya ia pakai untuk memasak.
Nier terdiam sebentar dan berpikir apakah Van bisa membantunya.
Karena Nier dan Van sama-sama seorang koki, dan Van juga pemilik dari Rumah memasak, setidaknya ia memiliki lebih banyak pengalaman.
"Permisi Tuan, bolehkah aku bertanya?" Tanya Nier yang sekarang sudah berada di samping Van.
Van menaikan alisnya dan tidak lama kemudian ia mengangguk.
"Menurut Tuan, apa yang bisa kulakukan untuk mendapatkan banyak uang?" Nier sedikit malu ketika bertanya. Tapi mau bagaimana lagi karena sekarang pikirannya sedang buntu.
"Kau bertanya sesuatu yang sangat bodoh, bukankah jawabannya sudah jelas?"
Nier mengerti apa yang dimaksud Van, "Aku tahu Tuan, tapi akhir-akhir ini harga masakanku semakin menurun dan pesaingku juga semakin banyak."
"... Aku mengerti," Van menatap Nier sebentar sebelum mengeluarkan piring yang berisi paha ayam dan memberikannya kepada Nier. "Cobalah ini, kau akan mengerti apa maksudku."
Nier mengambilnya dan tanpa ragu langsung memakannya.
『ᴀɴᴅᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴍᴇᴍᴀᴋᴀɴ [ʙʟᴀᴄᴋ sᴘɪᴄʏ ᴄʜɪᴄᴋᴇɴ]
__ADS_1
*sᴛʀᴇɴɢᴛʜ : +𝟸𝟶 sᴇʟᴀᴍᴀ 𝟷𝟻 ᴍᴇɴɪᴛ *ᴠɪᴛᴀʟɪᴛʏ : +𝟷𝟶 sᴇʟᴀᴍᴀ 𝟷𝟻 ᴍᴇɴɪᴛ *ᴀɢɪʟɪᴛʏ : +𝟷𝟶 sᴇʟᴀᴍᴀ 𝟷𝟻 ᴍᴇɴɪᴛ.』
"In-Ini!?" Nier terkejut bukan main, dengan buff seperti ini dia merasa bisa mengalahkan Black Golem hanya dengan sekali pukul.
"Kau sudah mengerti?" Van tersenyum puas melihat reaksi Nier.
Nier yang masih terkagum sekarang mulai mengerti apa yang dimaksud Van, jika makanan ini dijual mungkin harganya bisa mencapai 50 koin emas.
"Aku mengerti, jadi Tuan akan mengajarkanku!?" Nier berseru karena telah menemukan solusi dari semua masalahnya.
"Mengajarkanmu? Jangan bermimpi nak, resep adalah harta dan rahasia terbesar para koki."
Seketika senyuman Nier menghilang, "Lalu apa yang harus ku lakukan?"
"Tentu saja berlatih! Di levelmu yang sekarang, kau hanya bisa membuat sampah!" Van menarik piring dari tangan Nier.
"......"
Pikiran Nier menjadi semakin rumit. Hampir setiap hari ia berlatih bersama Remi, tapi tetap saja kemampuan memasaknya hanya sedikit meningkat.
"Ambil ini," Van melemparkan sebuah surat, "Ada banyak cara memasak di dunia ini, dan aku tahu siapa yang bisa membimbingmu."
Nier menangkap surat itu dan melihat statusnya.
『sᴜʀᴀᴛ ʀᴇᴋᴏᴍᴇɴᴅᴀsɪ ᴍᴏᴍᴏ.』
'Apa itu Momo?' Nier bertanya-tanya sambil membolak-balikkan surat berwarna putih.
"Jika kau benar-benar ingin belajar memasak, pergi dan temui dia."
Nier terdiam sejenak sebelum menunduk berterima kasih pada Van, "Terima kasih Tuan, lain kali aku akan membalas jasamu."
Van mengangguk puas sambil menutup matanya.
"Tapi kau harus berhati-hati nak, terkadang ujian yang ia berikan tergantung pada moodnya." Van membuka mata dan tidak lagi melihat Nier disekitarnya.
"Dasar bocah tak sabaran."
* * *
Nier berlari meninggalkan Rumah memasak dengan surat di tangannya.
"Cih.. untung saja aku berhasil kabur, kalau tidak, mungkin uangku akan habis karena ayam sialan tadi."
Setelah berada cukup jauh dari Rumah memasak, Nier beristirahat dan melihat peta yang berada di dalam surat.
__ADS_1
Peta itu terlihat hampir sama dengan map sistem di pandangannya. Dan setelah diperhatikan ternyata tempatnya cukup dekat, mungkin dengan belasan menit ia sudah bisa sampai disana.
"Tunggu dulu, tempat ini kan..." Nier segera membandingkan peta dengan map sistem di pandangannya, "Hahaha loli kecil, sepertinya kita akan bertemu lagi."