The Heretic Chef : Exaworld Online

The Heretic Chef : Exaworld Online
Taruhan


__ADS_3

Efek dari Dark Prison membuat kelima indra Lucia menghilang selama tiga detik dan itu berlaku juga untuk semua orang, karena Lucia telah mengetahui skill itu dia sengaja tidak bergerak dan menunggu Nier yang mendatanginya.


Di dalam benaknya dia sudah memperhitungkan Nier yang akan menariknya ke dalam Dungeon, tetapi sesuatu yang tidak diharapkan terjadi ketika Lucia membuka matanya. Dia sangat terkejut sehingga tubuhnya sedikit bergetar, ini tidak sama seperti yang dia pikirkan.


Lucia langsung memerah saat melihat wajah Nier yang begitu dekat. Dia menjadi salah tingkah dan ingin bergerak menjauh dari Nier, tetapi ketika hendak bergerak dia baru menyadari kalau dirinya sedang berada dalam pelukan Nier.


Lucia merasa sangat malu, dia kembali menutup matanya dan membiarkan Nier membawanya pergi ke dalam Dungeon. Ini pertama kalinya dia dipeluk oleh seorang laki laki.


Akhirnya Nier masuk ke dalam Dungeon tanpa tergores sedikitpun, Lucia menjadi lega dan juga menjadi panik. Ketika Lucia kembali membuka mata, dia melihat Nier yang tersenyum lebar menatap wajahnya.


"Apa yang kau tatap, turunkan aku." Lucia menjawab dengan tenang seolah tidak ada yang terjadi, namun Nier semakin tersenyum melihat reaksi Lucia. Wajah dan telinganya sedikit memerah, jantungnya berdebar kencang, dan matanya yang terus menghindari tatapan mata Nier.


"Baik tuan putri..." Nier menurunkan Lucia dari pelukannya secara perlahan.


Lucia turun dan langsung merapikan pakaiannya tanpa mengatakan apa apa. Nier hanya berdiri diam dan memperhatikan apa yang Lucia lakukan, kemudian dia menyadari kalau mata Lucia sesekali melirik kepadanya.


"Ehem, apa kamu sudah tertarik padaku?" Nier menggoda Lucia sambil menggosok hidungnya.


Seketika Lucia berhenti bergerak dan menatap Nier, "Tch, siapa yang suka padamu aku sedang melihat nama yang berada diatas kepalamu."


"Nama?" Nier bingung, dia jelas jelas melihat Lucia yang terus melirik ke arah wajahnya. Nier menggaruk kepalanya lalu melihat ke atas.


"Eh, apa ini!?" Nier terkejut melihat apa yang ada diatas kepalanya, itu adalah nama karakter NieR yang berwarna merah terang dan terus berkedip-kedip.


"Ah sial, bagaimana bisa aku melupakannya..." Nier menepuk dahinya.


Identitas pemain tidak akan diketahui oleh seseorang kecuali dia melakukan serangan atau terkena serangan. Untuk kasus Nier saat ini dia telah melakukan serangan kepada puluhan orang pemain yang membuat nama karakternya menjadi merah terang.


Nama karakter akan muncul dan berkedip jika dia melakukan serangan kepada pemain dan akan kembali normal setelah 10 menit berlalu. Tetapi berbeda jika Nier melakukan PK, nama karakter tidak lagi berkedip itu akan langsung menjadi warna merah untuk waktu yang lama.


"Untung saja kita sudah berada disini." Nier menghela napas lalu melihat kembali ke arah Lucia.


Nier menyadari kalau Lucia dari tadi terus menatapnya,


"Mau memecahkan rekor Hall of Fame lagi?"


Lucia langsung mengangguk dan memberikan informasi Hall of Fame mode duo padanya.


Nier mendekat ke samping Lucia dan mulai memeriksa informasi.


『 Hall of Fame Golem Dungeon


DUO


Rank 1


Penantang: Immortal Guild


-Evelord (Immortal)


-Darco (Immortal)


Record: 01:12:34


Rank 2


Penantang: Vayez Party

__ADS_1


-Vayez


-Queen (Crescent Moon)


Record: 01:12:56


Rank 3


Penantang...』


"Luar biasa, lagi lagi mereka berdua! Apakah tidak ada pemain lain yang bisa mengalahkan mereka?"


Nier memperhatikan daftar dari Hall of Fame dan rata rata dari mereka adalah Ranker tingkat 100 teratas.


Memang harus diakui kalau Dungeon mode Duo akan lebih sulit dari mode Party Bahkan Evelord Ranker peringkat pertama saja membutuhkan waktu 1 jam lebih untuk menyelesaikan dungeon ini.


"Baiklah, ambil ini." Nier memberikan beberapa daging buff kepada Lucia.


5 menit berlalu dan mereka berdua sudah bersiap.


"Kau siap Lucia?" Nier mengeluarkan kedua pedangnya, kali ini dia harus lebih berhati-hati karena ketidak hadiran Yue yang akan selalu menyembuhkannya.


Lucia mengangguk dan mengeluarkan pedang dari salib besarnya, "Percayalah padaku Rein, kali ini aku tidak akan kalah darimu."


Nier mengangkat alisnya karena bingung, dia tidak tahu apa yang dimaksud oleh Lucia.


"Baiklah aku percaya padamu, ...kalau begitu mari kita mulai."


『 Mode Duo telah dipilih. 』


Sama seperti sebelumnya, ruangan bergetar dan banyak retakan yang terbentuk di sekitar dinding.


"Awas diatas!" Lucia yang berada di belakangnya tiba-tiba berteriak lalu menendang bokong Nier.


Boomm!


Tendangan tiba tiba Lucia membuat Nier terbang dan tersungkur ke tanah. Nier sama sekali tidak memperhatikan apa yang ada dibelakangnya karena dia mempercayakan punggungnya pada Lucia.


Nier menoleh ke belakang dan melihat golem yang berdiri dengan kepala menghadap ke arahnya.


"Sialan, kenapa golem itu terbentuk di langit langit!" Nier langsung berdiri dan mempersiapkan serangannya.


Golem itu berlari ke arah Nier, tetapi tetap saja gerakannya lambat.


"Lucia bersiaplah aku akan mengambil aggro! Dark Wave!" Nier berlari ke arah golem tersebut dengan kedua pedangnya yang diselimuti oleh energi gelap.


『 Critical! 』


『 Anda telah menangani 1252 kerusakan pada target! 』


『 Critical! 』


『 Anda telah menangani 1231 kerusakan pada target! 』


Lucia yang berada di belakang golem langsung meloncat dan melemparkan salib besarnya ke dalam tanah. Ketika salib itu menancap, ribuan kelopak bunga mawar hitam keluar dari sana dan langsung menyerang golem.


"Calyx Gabriella!" Lucia menyerang dengan liar didalam badai bunga, jika di perhatikan dengan baik kelopak bunga yang bertebaran tidak mengenai kulitnya sama sekali.

__ADS_1


-1594


-1535


-1602


...


10 angka kerusakan muncul diatas kepala golem, dengan satu skill tunggal Lucia berhasil memangkas sekitar 15.000 kesehatan golem, Nier yang berada di dekatnya langsung tercengang.


"Apa-apaan skill curang itu!" Nier berteriak sambil terus menyerang golem.


Sebelum Nier melanjutkan pertanyaannya dia melihat Lucia mundur ke belakang dan meminum MP potion tingkat tinggi.


"......."


Nier berhenti bertanya dan melanjutkan serangannya,


'Dasar anak sultan, semudah itukah mereka membuang uang?'


1 golem mati


2 golem mati


3 golem mati


4 golem mati


Dan akhirnya golem gelombang kelima juga mati di tangan mereka.


"Gila itu sangat gila!" Nier berteriak kesal. Karena tidak ada healer di partynya, potion yang dia konsumsi sudah hampir mencapai seratus botol. Jika saja dia tidak membeli potion sebelum pergi ke dungeon mungkin dia sudah mati dihabisi oleh golem.


Lucia hanya diam dan tidak mempedulikan Nier yang terus mengeluarkan kata kutukan dari mulutnya lalu dengan santainya dia meminum HP potion dan MP potion tingkat tinggi di hadapan Nier.


"......" Nier yang melihat itu nafasnya langsung terasa sesak, jika dia menghitung berapa banyak potion yang Lucia minum sebelumnya mungkin akan mencapai ratusan lebih apalagi dia terus meminum MP potion setelah mengeluarkan skillnya.


"Baiklah baiklah, lupakan itu ayo kita pergi melihat bossnya." Nier sedikit malu karena bersikap seperti itu di depan Lucia.


"Tunggu Rein, apa kamu ingin bersaing denganku?" Lucia melemparkan botol HP potion kosong ke sampingnya.


"Hmm... Maksudmu?"


"Aku tahu kamu pasti akan mengikuti solo mode." Lucia menjawabnya dengan antusias dan matanya terlihat berbinar.


"Bersaing denganku? Apa gunanya? Lebih baik kita lakukan dengan efektif." Nier mengkerutkan keningnya, memang benar dia akan memasuki dungeon dengan solo mode, tetapi jika dia bersaing dengan Lucia bisa-bisa HP potionnya akan cepat habis.


"Hmm... kamu tidak mau?" Wajah Lucia terlihat kecewa karena jawaban Nier tetapi dia tidak langsung menyerah, "Bagaimana kalau kita bertaruh?"


"Eh bertaruh? Memang mau bertaruh apa?" Nier menggaruk kepalanya, jika dia bertaruh dengan anak sultan di depannya ini bisa-bisa taruhannya adalah rumah atau hidupnya, dia tidak mau harus menderita karena game belaka.


"Iya bertaruh! Bagaimana kamu tertarik? ...tapi taruhannya apa ya?" Nier memperhatikan kalau Lucia terlihat bingung memikirkan taruhannya.


"Bagaimana kalau yang kalah akan menuruti satu perintah dari sang pemenang." Nier tanpa sadar langsung menjawab pertanyaan Lucia.


'Sialll... Apa yang baru saja aku katakan!?' Nier cemas karena kata itu tiba tiba saja keluar dari mulutnya.


"Itu... Taruhanmu terlalu berat untukku," Wajah Lucia terlihat ragu tapi walaupun begitu dia tetap memikirkan taruhannya. Tidak lama kemudian dia menghela napas panjang, "Baiklah, ayo kita lakukan taruhan itu. Tapi jangan berharap kamu dapat memenangkannya!"

__ADS_1


"Ehh? Kamu mau?..."


__ADS_2