The Heretic Chef : Exaworld Online

The Heretic Chef : Exaworld Online
Kau mau jus jeruk?


__ADS_3

"Apa aku harus menyerah?"


Benar, tidak ada pilihan lain selain menyerah.


Staminanya habis, potionnya habis, kesehatan dan mana poinnya juga habis. Tidak ada yang tersisa kecuali pedang hitam di sebelahnya.


Belum lagi jumlah pasukan yang tidak ia ketahui. Paling tidak, ada puluhan orang yang datang mengincar kepalanya.


"Log out!"


『 Karakter akan mati jika anda keluar dari permainan, tetap Log out? 』


"Batalkan..."


Nier menutup mata dan menikmati setiap hembusan angin yang menerpa wajahnya. Ia tidak peduli lagi dengan pasukan yang datang, matipun ia tidak peduli.


"Huwahh, nyamannya..." Nier sangat mengantuk, jika saja tidak ada pasukan yang datang ke arahnya mungkin ia akan tertidur lelap.


Tap! Tap! Tap!


Tap! Tap!


Tap!


Suara kuda mulai terdengar, namun Nier tetap tidak peduli. Hingga beberapa saat kemudian pasukan Kerajaan mulai terlihat.


1 prajurit...


10 prajurit...


100 prajurit...


250 prajurit...


Dan pada akhirnya berhenti disaat 500 prajurit datang.


"Kapten Milos, apa ini jebakan?" Prajurit muda bernama Rash bertanya pada kaptennya.


Wajar jika ia bertanya begitu, sebab setiap penjahat yang ingin ditangkap pasti akan melarikan diri ataupun melawan agar tidak tertangkap.


Tapi ini pertama kalinya bagi mereka melihat penjahat yang dengan santainya berbaring dan bersenandung, bahkan sesekali ia tersenyum dan menyapa pasukan yang menatap ke arahnya.


"Aku yakin ini jebakan..." Milos mengerutkan keningnya, matanya secara perlahan mulai memindai lingkungan di sekitarnya.


"Tapi Kapten, aku tidak melihat tanda-tanda jebakan..." Rash meyakinkan Milos untuk segera menangkap Nier.


Namun Milos menggelengkan kepalanya. Penjahat ini telah membunuh 100 prajurit seorang diri, menurutnya tidak mungkin ia akan menyerah begitu saja tanpa adanya perlawanan.


Milos turun dari kudanya dan berjalan dengan hati-hati menghampiri Nier.


"Oi bocah, apa kau menaruh jebakan disini!?" Milos tersenyum seolah tidak peduli dengan jebakan yang akan datang. Tapi pada kenyataan punggungnya sudah berkeringat dingin karena takut satu langkah kakinya akan memicu jebakan.


"Jebakan apa? Aku tidak memasang jebakan sama sekali hahahah.." Nier tertawa melihat wajah Milos yang gugup. Karena tidak sopan jika berbicara sambil berbaring, Nier memutuskan untuk duduk dan mulai memperhatikan sekitarnya.


'Apa kepalaku memang seberharga itu?' Nier tersenyum saat melihat ratusan prajurit yang mengelilinginya.


Namun sayangnya senyuman Nier membawa arti lain bagi Milos.


'Aku tahu dia sudah menyiapkan jebakan, tidak mungkin penjahat akan membongkar jebakannya sendiri.'


"Hahaha, kalau begitu kau pasti tahu apa tujuanku ke sini..." Milos terus melangkah hingga akhirnya berada di depan Nier.


"Tentu saja aku tahu, kalian membawa begitu banyak masalah untukku." Nier tetap tenang dan mengeluarkan jus jeruk dari Inventory-nya.


"Hohoho, jadi begitu..." Punggung Milos sudah basah dengan keringat, jika musuhnya sesantai ini pasti jebakannya sangat berbahaya.


"Kau mau jus jeruk?" Nier menawarkan jus jeruk tanpa wajah bersalah.


Nier sama sekali tidak tahu apa yang dipikirkan Milos. Menurutnya, Milos adalah pemimpin yang baik dan perhatian. Mungkin jika pada akhirnya ia mati, ia bisa membuat hubungan yang baik bersama Milos.


"Tidak, tidak.. kurasa aku akan kembali..." Milos berjalan kembali ke arah Rash yang sedang menunggunya.


"Kapten Milos, bagaimana? Apa ada jebakan di sekitarnya?" Rash bertanya dengan penasaran, ia harus menyiapkan informasi sebelum menangkap Nier.


"Aku tidak melihat tanda-tanda jebakan, tapi... Dia terlihat sangat percaya diri." Jangankan Rash, Milos pun ragu dengan informasi yang ia dapatkan.

__ADS_1


"Kalau begitu mari kita dekati ia dengan skill Giant Defense. Dengan begini, kekuatan pertahanan kita akan meningkat puluhan kali lipat..." Rash memberi ide yang sangat cemerlang sehingga Milos tanpa ragu menerimanya.


* * *


Ding!


Disisi lain, Sebuah Quest muncul di samping pandangan Nier.


『 Anda telah mendapatkan Quest. 』


『 Bertahan untuk hidup


Milos dan ratusan prajurit lainnya datang untuk membunuh anda, tapi disaat mereka datang, mereka semua menjadi ragu karena melihat anda yang terlalu santai.


Mereka menduga kalau anda telah menyiapkan jebakan khusus. Jadi Milos dan pasukannya memutuskan untuk menyerang anda secara bersamaan.


Rank: A


Keterangan selesai: Bunuh 90% dari total pasukan kerajaan, 0/90%


Reward: 1 Random Skill (Unique)


Failure: Level berkurang 2. 』


"......."


'Quest bodoh apa ini?'


Padahal dia sudah diam dan tinggal menunggu waktu untuk kematiannya, tapi kenapa dia harus menerima Quest seperti ini?


Membunuh 90% dari jumlah pasukan? Jangankan 90%, 1% pun dia ragu bisa menyelesaikannya.


'Tapi jebakan? ...Apa mereka bodoh!?'


Nier menghela napas panjang lalu kembali meminum jus jeruknya.


Pasukan Milos masih tidak bergerak, sepertinya mereka sedang bersiap untuk melakukan serangan penuh.


"Jebakan ya... Sepertinya aku pernah mendiskusikan itu bersama Lucia..."


Sing!


[Dark Stove], itulah jebakan yang Nier tetapkan sebagai kartu truf bersama Lucia. Ini adalah jebakan yang sempurna untuk melawan pemain, tapi jika untuk menjebak 500 orang NPC sepertinya itu tidak mungkin.


"Yah lagi pula aku memang akan mati..." Nier mengambil [Dark Stove] dan memainkannya seperti mainan.


"Ngomong-ngomong apa yang terjadi jika level senjata Growth ditingkatkan?" Nier mengelus kompornya sambil membayangkan apa yang terjadi.


Jika Lucia, pedangnya akan meningkatkan status dan skill miliknya.


"Tapi... apa yang terjadi jika Dark Stove ditingkatkan?"


[Dark Stove] bukanlah senjata, dan itulah yang membuat Nier merasa sangat penasaran. Ia ingin tahu apa yang terjadi jika kompornya memiliki level yang sangat tinggi.


"Ohhh sialan, aku sangat penasaran..."


Karena rasa penasaran yang amat sangat, Nier memutuskan untuk meningkatkan satu level [Dark Stove].


"Dark Stove, tingkatkan 1 level..."


Sringg!


[Dark Stove] diselimuti oleh kabut kegelapan, namun itu hanya sebentar. Setelah beberapa detik kemudian kabut menghilang dan kompor itu masih terlihat sama seperti biasanya.


'Apa yang berubah!?' Nier segera membuka status [Dark Stove].


『 [Dark Stove]


Rating: Growth


Level: 1


Special


Durability: Tidak dapat dihancurkan

__ADS_1


Persyaratan: The Heretic Chef, NieR


* Item yang memiliki elemen kegelapan.


* Dapat diperbesar dan diperkecil hingga maksimal 11 meter.


* Jika nama senjata dipanggil akan otomatis kembali ke tangan pengguna.


* Dapat meningkatkan suhu api ke tingkat ekstrim.


Item terikat pada jiwa pemain 'NieR'. 』


"Pfffft!" Jus jeruk di mulutnya menyembur keluar karena melihat 1 angka yang berubah.


Angka 10 meter kini berubah menjadi 11 meter, bukankah itu berarti jika ia menaikan [Dark Stove] sampai level 100, maka kompornya akan menjadi sebesar 110 meter!?


"Sudah kuduga senjata ini bukanlah senjata biasa." Nier tersenyum dan kembali menatap pasukan Milos yang sepertinya sudah siap untuk bertarung.


Para prajurit membawa perisai besar dan satu tombak panjang yang berada di punggungnya, mungkin inilah rencana yang sudah mereka susun sejak tadi.


Nier tersenyum, ada sedikit rencana gila di kepalanya. Namun jika ia melakukannya, kerugian yang akan ia terima tidaklah kecil.


Tapi tidak masalah, ia sudah membulatkan tekad untuk mencobanya.


"Majulah, apa kalian ingin membunuhku?" Nier yang sebelumnya menyerah kini dipenuhi oleh rasa semangat.


Para prajurit berhenti bergerak, namun itu hanya sebentar. Milos memimpin pasukannya untuk mendekat secara perlahan-lahan.


'Ayolah, maju sedikit lagi...'


15 meter ....


10 meter ....


Hingga 5 meter kemudian Nier menyeringai dan melemparkan [Dark Stove]-nya ke langit. Perhatian para prajurit segera teralih pada kompor yang Nier lempar.


"Dark Stove, tingkatkan 168 level!"


Nier berteriak sangat keras, senyumnya tidak pernah hilang sejak ia mengetahui kekuatan senjatanya.


Walaupun levelnya turun, Nier tidak peduli.


"Dark Stove, perbesar sampai maksimal!"


Boooof!


[Dark Stove] membesar—tidak, itu lebih tepatnya berubah menjadi meteor. Meteor yang sangat besar sehingga langit diatas Nier tertutup oleh kompor perkasanya.


Tidak ada lagi langit, yang ada hanyalah kompor.


Setelah beberapa saat mengambang di langit, [Dark Stove] akhirnya jatuh.


"Kuhahahahaa, matilah bersamaku Milos!" Nier tertawa keras melihat kehebatan senjatanya.


"......" Milos terdiam, ia hanya bisa menatap kompor yang akan jatuh menimpanya.


Seluruh prajurit sudah pasrah, perisai besar yang mereka gunakan terjatuh, semuanya terdiam dan tidak ada yang bersuara.


"Hwahahahahaha." Hanya tawa gila Nier yang terdengar di sana.


Hingga tak lama kemudian...


Boom!!


Bagaikan bom, seluruh kehidupan musnah tak bersisa di bawah hempasan [Dark Stove].


Tapi tidak semuanya mati, ada satu manusia yang tersisa.


"Uhuk uhuk, tunggu apa yang terjadi... jangan bilang!"


『 Absolute Evasion telah diaktifkan, semua serangan yang diterima akan meleset. 』


"Pfffttt—puhaahhaaha, maafkan aku Milos, sepertinya aku tidak jadi mati."


Diatas tanah yang datar, Nier sekali lagi tertawa bagaikan orang gila.

__ADS_1


__ADS_2