
"Kamu seorang koki dan baru level 7?"
"Kamu baru level 11 tapi bisa mengalahkan 7 Goblin level 20 sekaligus?"
Mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Nier melihat job Lucia adalah magic swordman, sudah pasti ini adalah job tersembunyi karena ini pertama kalinya dia mendengar nama 'Magic Swordman'.
"Baiklah, perkenalkan namaku Nier dan untuk jobku.. Itu adalah koki.." Nier menggaruk bagian belakang kepalanya sambil memperkenalkan diri, dia merasa agak malu ketika menyebutkan jobnya.
"Ohh.. aku sudah melihatnya, jadi apakah ini yang namanya papan obrolan party?" Lucia melihat papan hologram berwarna biru dan memeriksanya dengan penasaran.
"Sepertinya begitu, oh ternyata bisa menggunakan voice chat." Nier ikut mengotak-atik hologram di depannya.
"Sepertinya semua sudah beres, jadi tuan putri apakah ada yang ingin kamu lakukan?"
"Hmm.. Aku ingin menaikan levelku."
"Lalu mari kita leveling, tapi apakah ini hanya perasaanku saja kalau Goblin disekitar sini mulai menghilang?" Nier memperhatikan sekitarnya, setelah mengalahkan Bos Goblin dia tidak lagi melihat monster lain.
Lucia ikut melihat sekitarnya dan tidak menemukan satupun monster, apa mungkin setelah mereka membunuh boss Goblin itu lalu tingkat respawn menjadi menurun?
"Lalu kita akan berburu di map level 30?" Lucia bertanya dengan sedikit memiringkan kepalanya.
"Tidak tidak, kita akan mati jika ke sana sekarang. Setidaknya kita harus mencapai level 20 sebelum kesana."
"Lalu?"
"Hmm.. Ayo kita cari saja karena tidak mungkin kan monster tiba-tiba hilang."
Lucia mengangguk setuju lalu mereka berdua mulai berjalan menelusuri hutan.
Diperjalanan mereka berdua saling berbicara, Nier baru tahu kalau Lucia orangnya mudah untuk diajak bicara dan setiap pertanyaan yang ia ajukan pasti akan dijawabnya, namun ketika pertanyaannya menyinggung dunia nyata Lucia tidak menjawab sama sekali.
Seperti yang dia duga, Lucia mengatakan kalau dia mendapatkan job tersembunyi dan dia juga menjelaskan skill yang dipakainya tadi, namun setelah mendengarkan penjelasan Lucia, Nier menyadari kalau ada beberapa yang informasi yang sengaja disembunyikannya.
Lucia menanyakan Job dan Skill yang dipakai Nier dan tentu saja Nier menjelaskannya. Tapi setelah mengetahui kalau seorang koki di depannya tidak bisa memasak, Lucia tidak bisa menahan tawanya.
"Nier, seorang koki harusnya bisa memasak bukan?" Lucia bertanya dengan sedikit tertawa.
"Apa? Jangan bilang kamu mau masakanku?"
"Boleh? tunggu.. Apa kau ingin meracuniku? Pfffhahaha."
Nier yang awalnya menyukai tawa Lucia sekarang tawanya malah membuatnya kesal.
"Lalu tuan putri, bisakah kau mengajarkanku memasak?" Nier menyeringai karena ingin membalas godaannya.
"Err, lupakan kalau begitu." Lucia memalingkan wajahnya.
Mereka sudah berjalan selama 10 menit, tetapi tidak ada satupun monster.
"sepertinya memang ada sesuatu yang salah..." Lucia berhenti berjalan dan memperhatikan sekitarnya.
"Kurasa juga begitu, mungkin saja ada sesuatu disekitar sini... Lucia mari kita telusuri lebih dalam.."
Lucia mengangguk lalu berjalan bersama Nier lebih jauh ke dalam hutan.
Setelah beberapa menit berjalan mereka berdua akhirnya melihat seekor goblin sedang berjalan.
__ADS_1
Nier mengangkat tangannya untuk menandakan berhenti, Lucia mengangguk dan mengikuti Nier.
Mereka tidak membunuh goblin tersebut tetapi mengikuti arah goblin itu berjalan, setelah 30 menit berlalu Nier mengkerutkan keningnya.
"Apakah goblin ini hanya goblin biasa?"
Melihat Nier yang mulai meragukan langkahnya, Lucia menepuk bahunya, "Ayo kita ikuti sebentar lagi.."
Nier mengangguk, lalu mereka berdua melanjutkan perjalanan dengan mengikuti Goblin. Hingga 10 menit lagi berlalu dan akhirnya goblin itu sampai ke sebuah gua.
Ketika Goblin sudah memasuki gua mereka berdua ikut masuk dengan mengikutinya dari belakang. Setelah masuk ke dalamnya mereka berdua terkagum karena gua ini sangat besar dan terdiri dari banyak jalur yang berbeda.
Namun ketika masuk ke dalamnya mereka terkejut karena melihat ratusan Goblin yang saling bertarung. Nier merinding membayangkannya, 1 jalur saja berisi 100 Goblin dan setidaknya di dalam gua ini memiliki belasan jalur.
Nier melihat Lucia dan tersenyum, dan lucia juga tersenyum balik yang mengartikan dia tahu apa yang ada di balik senyuman Nier.
"Baiklah, aku serahkan punggungku padamu Lucia..."
"Tentu, akan ku pastikan punggungmu selalu aman, kau juga harus melindungiku..." Lucia mengeluarkan pedang peraknya dan menaruh kembali salib besar di punggungnya.
Nier menyeringai dan mengangguk, sudah lama dia bermain sendirian dan kali ini dia bersama seseorang, Nier menjadi sangat bersemangat lalu mengeluarkan [Dark Knife] dan [Dark Fork]-nya.
"Senjata yang aneh..." Lucia memperhatikan Item Nier lalu kembali memfokuskan dirinya.
"Mari kita lakukan 3, 2, 1!"
Wushh!
Mereka berdua berlari bersaman, namun Nier menyerang lebih dulu, dia menargetkan monster dengan tangan kanannya lalu energi gelap mulai terbentuk disekitar monster.
"Dark Prison!"
『 Anda telah menangani 251 kerusakan pada target! 』
『 Anda telah menangani 244 kerusakan pada target! 』
『 Anda tel..
Melihat pemberitahuan yang menumpuk Nier merasa senang setidaknya ada 50 goblin terkena serangan areanya.
"Heh, jangan sombong dulu!"
Nier langsung menoleh ke arah suara dan dia melihat Lucia mengangkat tangan kirinya ke atas lalu mengarahkannya pada target.
"Aligern Gabriella!"
Dari belakang Lucia bunga mawar hitam mulai berterbangan lalu tidak lama kemudian bunga itu mekar, ada 30 bunga mawar yang melayang di sekitarnya lalu dari mawar itu keluar pisau berbentuk salib berwarna perak terbang dan menyerang para Goblin.
"Sialan, itu skill gilgamesh!" Nier berteriak iri karena penampilan skill itu jauh lebih keren dari pada skill miliknya.
Melihat ekspresi wajah Nier membuat Lucia tersenyum bahagia.
"Kalau hanya itu aku juga bisa, lihat ini!" Nier melemparkan [Dark Knife] dan [Dark Fork] ke arah goblin yang sedang tersiksa dengan serangan Lucia.
"Dark Knife dan Dark Fork perbesar 10 meter!"
BOOM!!
__ADS_1
『 Critical! 』
『 Anda telah menangani 600 kerusakan pada target! 』
『 Target terkena Knock Back. 』
『 Critic...
Puluhan pemberitahuan muncul di pandangannya namun Nier memngabaikan semuanya dan fokus pada pertarungan.
"Hahaha begitulah caranya melempar!"
Semua monster yang ada disana terpental ke belakang bahkan ada beberapa monster yang mati.
"Dasar tukang pamer, Calyx Gabriella!"
Ribuan kelopak mawar hitam lamgsung terbang dan menyerang target yang ada di depannya dan tidak lama kemudian goblin mati satu per satu.
"Tch, Sialan ..kau sama saja!"
Lucia dan Nier entah kenapa malah bersaing diantara mereka sendiri seolah olah monster yang ada di hadapannya ini tidak ada.
Sekarang hanya ada 30 goblin tersisa yang memiliki kesehatan penuh dan 16 goblin lainnya yang memiliki kesehatan dibawah setengah.
Nier mengenggam pisaunya yang sudah kembali menjadi pisau kecil.
"Apakah kita akan bertarung jarak dekat?"
"Tentu, siapa takut" Lucia mengenggam pedang salibnya lalu berlari dan menyerang para goblin.
Melihat Lucia yang langsung berlari membuat Nier tersenyum lebar, ini pertama kalinya dia melihat gadis yang sangat menarik. Nier mengangkat pisau dan garpunya, lalu mengubahnya menjadi pedang dan tombak. Dia berlari menuju Lucia yang sudah mulai bertarung.
"Dark Wave!"
Nier menyerang dengan berputar putar, namun tetap saja dia membayang-bayangi punggung Lucia karena dia tidak ingin Lucia terkena serangan dari belakang.
Lucia pun begitu mereka menyerang dan saling membantu. Hingga goblin disekitarnya mulai musnah.
Benar saja hanya dalam beberapa menit semua goblin di area itu musnah, Nier dan Lucia yang telah bertarung kini berbaring di tanah dan mulai tertawa.
"Hahaha bukankah pertarungan tadi sangat menarik?" Nier tertawa ketika mengingatnya kembali.
"Sialan, mengapa seorang koki sepertimu bisa menjadi begitu kuat."
Lagi lagi Lucia mengatakan hal yang sama seperti tadi.
Ini adalah pengalaman baru diantara mereka berdua, pemain yang biasanya membunuh monster sendiri, berjalan sendiri, melakukan quest sendiri, hingga semuanya sendiri.
Setelah bermain selama beberapa jam Nier merasa sangat nyaman dan mengasikkan ketika bermain bersamanya, lalu dengan sedikit ragu Nier mengirimkan permintaan pertemanan kepada Lucia.
『 Anda telah berteman dengan Lucia. 』
Nier tersenyum gembira karena Lucia menerima permintaanya, lalu dia menutupkan matanya dan berbicara.
"Sepertinya kamu adalah teman pertamaku di dunia ini.." Nier bergumam sambil menatap Lucia.
Tetapi Lucia yang berada di sebelahnya tiba tiba menjawab.
__ADS_1
"Aku juga."