The Heretic Chef : Exaworld Online

The Heretic Chef : Exaworld Online
Combo


__ADS_3

Melihat Nier yang begitu marah, Lucia perlahan lahan tertawa.


"Apa kamu pikir seseorang seperti aku akan mati begitu saja?" Nada Lucia sedikit sombong tetapi Nier tahu betul seperti apa kekuatan Lucia, setidaknya dia dapat melawan pemain 10 tingkat diatasnya.


Mendengar apa yang dikatakan Lucia, dia menjadi sedikit tenang.


"Jadi apa yang terjadi padamu?"


"Hmm..., baiklah akan kuberitahu kamu sesuatu, ini sebenarnya salah satu rahasiaku..." Suara Lucia terdengar pelan.


"Rahasia? Apa itu?" Nier sedikit terkejut dan penasaran, apakah dia akhirnya akan berbagi rahasia bersama Lucia.


Lucia mendekati Nier lalu mulai berbisik ke telinganya.


"Sebenarnya ada peralatan dengan Rating Growth, itu dimulai dari level 0 dan untuk menaikan levelnya kamu harus membagikan pengalamanmu ke Item tersebut." Lucia berkata dengan berbisik bisik karena takut ada yang mendengarnya.


Nier diam, yang satu satunya dia perhatikan adalah suara indah Lucia yang masuk dalam ingatannya.


Nier masih terdiam ketika Lucia selesai berbisik.


Melihat Lucia telah selesai


"Maafkan aku, aku tidak terlalu mendengarnya." Nier memohon.


Karena Nier memohon, Lucia berbisik lagi.


Nier kini menyimaknya dan sedikit terkejut dengan info yang diberikan.


Lucia selesai berbisik di telinga Nier


"Lucia, sekali lagi tolong..." Nier meminta lagi.


Melihat Nier yang terus meminta, Lucia akhirnya sadar kalau dia dipermainkan.


Nier melihat Lucia menggembungkan pipinya dan itu terlihat imut. Nier akhirnya juga berkata kepada Lucia.


"Lucia, sebenarnya aku juga ada rahasia, dan rahasia ini sama berharganya dengan yang kamu berikan."


"Apa itu?" Lucia terlihat tertarik.


Nier menghampirinya lalu mulai berbisik di telinganya.


"Sebenarnya, aku juga mempunyai Item type growth..." Nier mengatakannya dengan lambat di telinganya.


Pipi Lucia terlihat merah setelah Nier berbisik. Kenapa? Dia memerah karena Nier berbisik terlalu dekat dengan telinganya.


Lucia mengangguk lalu tidak berkata apa apa.


Setelah mendengar info yang diberikan Nier langsung membuka inventorynya dan dia melihat senjatanya masih level 0.


Nier tanpa ragu memberikan informasi senjatanya ke Lucia.


Dia merasa Lucia adalah orang yang bisa dipercaya.

__ADS_1


Informasi senjata yang dia berikan adalah ilItem Chef Tool Box. Ketika


Lucia melihat senjata itu wajahnya terlihat terkejut.


"Bagaimana bisa gudang senjata menjadi kotak kecil ini.." Lucia terkagum sambil melihat Item yang ada di dalam box satu per satu.


"Nier, kenapa kamu tidak menaikan levelnya?"


"Aku sebenarnya sudah melupakannya.. " Nier menggosok bagian belakang kepalanya, karena terlalu fokus pada uang dia sampai lupa tentang equipnya.


Jujur saja dia tidak pernah membuka item lain ketika dipikirannya hanya ada uang. Bahkan saat ini Nier melupakan 40 poin status yang belum dimasukkan dan dia juga masih memakai pakaian pemula.


Semua ini terjadi karena Nier terlalu fokus dengan pertarungan yang asik dan menegangkan, bagaimana dia bisa bersenang senang jika musuhnya mati dengan cepat.


Nier menggelengkan kepalanya, dulu dia bermain game untuk menikmatinya dan sekarang Nier memiliki tujuan lain, yaitu mendapatkan Luci- maksudku memasuki turnamen internasional!


Nier melihat statusnya, dia bingung harus memasukan status apa. Dia sangat menyukai kekuatan dan kecepatan, dan dia tidak menyukai hal hal seperti tank, menurutnya hanya orang masokis yang ingin bermain tank.


"baiklah sudah diputuskan!" Nier langsung memasukan semuanya ke dalam agility. Setelah itu dia meloncat loncat untuk menguji tubuhnya.


"Apa yang kau lakukan?" Lucia melihat Nier bertingkah aneh.


"Tidak apa, hanya mencoba status baru.."


"Mari kita mencari monster ditempat lain, disini sudah mulai banyak pemain yang datang." lucia sedikit mendorong Nier untuk berjalan.


Nier berjalan sambil menggunakan warran boots yang didapatkannya dulu, item ini menambah 5 agility.


"Apakah aku bermain menjadi assassin saja?"


Nier langsung menggelengkan kepalanya, membunuh tanpa bertarung apa gunanya, pertarungan seperti itu bukan gaya bermain Nier.


Setelah lama berjalan mereka akhirnya menemui 3 orc. Orc itu membawa palu dan pedang besar, ras orc memiliki kekuatan yang dua kali lebih besar dari ras manusia, ras orc berpegang pada hukum rimba yaitu kekuatan memegang semuanya sedangkan yang lemah menjadi sampah.


Nier melihat orc tersebut lalu memperhatikan statusnya


『 Orc


Level : 30


HP : 23.000 』


"Lucia apa kamu siap? Mari kita fokuskan combo untuk persiapan turnamen kedepan."


"Sudah, Mari kita mulai dengan strategi tadi."


"Dark Prison!"


Tanah menggelap lalu membentuk kubus berwarna hitam yang membuat target di dalamnya tidak bisa bergerak.


『 Anda Telah Menangani 260 Kerusakan Pada Target 』


『 Anda Telah Menangani 257 Kerusakan Pada Target 』

__ADS_1


『 Anda Tel..


9 pemberitahuan muncul di pandangan Nier, tanpa menunda sedetikpun dia berlari menuju orc.


"Aligern Gabriella!"


Pisau perak berterbangan lalu menghantam orc yang masih berada dalam dark prison.


Ketika dark prison menghilang Nier telah mengaktifkan Dark Wave dengan pedang dan tombak di tangannya.


Dia berputar putar diantara orc, gerakannya sangat cepat dan itu juga serangan area. 3 meter adalah jarak pada skill dark wave, Nier tidak sembarang menebas tetapi dia juga mengincar titik vital target seperti kepala dan jantung. Yang paling Nier fokuskan adalah mata target, jika mereka buta itu akan semudah merebut permen dari anak bayi.


Nier menyerang dengan cepat dan cepat, banyak gelombang hitam menari nari dari pedangnya.


10 detik kemudian Nier telah melakukan 20 hit pada ketiga target dan jumlah keseluruhannya 60 hit. Nier mencukur 1/3 HP orc dengan 1 skillnya.


Selama 10 detik itu Lucia telah menyiapkan skill AoE-nya. Monster mulai terkepung dengan kelopak bunga yang tajam dan menyerang mereka bertiga hingga ketiganya terpaksa mundur berkumpul di pusat skill tersebut.


Nier tidak hanya berdiri diam, dia melemparkan pisau dan garpunya menuju orc yang sedang berkumpul


"Dark Knife dan Dark Fork perbesar 10 meter"


Boommm!


『 Critical Hit 』


『 Anda Telah Memberikan 550 Kerusakan Pada Target 』


『 Critical Hit 』


『 Anda Tel...


『 Orc Telah Mati 』


『 Level Telah Meningkat. 』


Nier kembali menghampiri Lucia.


"Bukankah combo kita sudah terlihat sempurna?" Nier tersenyum sambil memasukkan senjatanya


"Belum sempurna tanpa masakanmu itu."


Kekurangan Nier saat ini adalah ketidakmampuannya dalam hal memasak, mungkin jika seorang koki mendapatkan job Nier, dia akan memfokuskan diri dalam memasak dan menaikan level keterampilannya.


"Nier mungkin selama satu minggu ini aku tidak akan memasuki dunia ini.." Lucia memasang wajah sedih dan menyesal.


"Apa kau ada ujian atau sesuatu yang lain?" Nier bertanya dan dia takut terjadi apa apa pada Lucia.


"Hanya sebuah ujian kecil, kamu tidak perlu terlalu khawatir..." Lucia menjawab dengan senyum mempesonanya.


"Baiklah karena hari ini adalah hari terakhir dalam minggu ini jadi kita akan berburu sampai lagi!" Nier berteriak


"Tentu."

__ADS_1


__ADS_2