
Setelah membaca Quest tersebut wajah Nier langsung berubah masam. Sejak awal ia hanya ingin mengulur waktu agar Elyu bisa melarikan diri, tapi siapa yang menyangka jika ia akan mendapatkan Quest seperti ini
Jika Nier gagal ataupun menolaknya maka Elyu akan mati, jadi mau tidak mau dia harus menerimanya.
"Terima!"
『 Quest telah diterima. 』
Tepat setelah jendela Quest menghilang, Nier dikejutkan dengan 5 orang prajurit yang sedang berlari ke arahnya dengan pedang yang bersinar terang.
"One Slash!" Ke-lima prajurit mengeluarkan skill terkuatnya.
Sebelum Nier dapat menghindar, Kelima pedang itu sudah menyentuh tubuhnya. Namun apa yang terjadi benar-benar tidak diharapkan oleh semua orang.
Sring!
Sring!
Sring!
Sring!
Sriiiing!
".....!?"
Saat ke-lima serangan itu mendarat, tubuh Nier berkedip-kedip menghilang dan menghindari semua serangan para prajurit. Jangankan musuh, Nier pun terkejut dengan apa yang terjadi.
'Luar biasa, sudah kuduga Title sialan itu sangat curang!' Nier tersenyum bahagia mengingat status Title barunya tadi.
Benar apa yang dikatakan Nier, Title yang dia dapatkan adalah Title yang sangat kuat. Dengan tingkat Evasion 50%, Nier secara otomatis memiliki 50% peluang untuk menghindari setiap serangan lawan.
Tapi memang wajar jika title itu sangat kuat, memangnya siapa juga yang bisa membunuh 1 juta monster hanya dalam 1 hari? Apalagi monster yang dibunuh harus memiliki level yang lebih tinggi dari pemain.
"Mustahil!" Teriak salah satu penyerang dengan melompat mundur ke belakang.
"Apa itu? Bagaimana dia bisa menghindarinya!?"
"Hati-hati! dia memiliki kemampuan menghindar yang mengerikan!"
Ke-lima prajurit menjadi takut dan waspada, serangan terkuat yang mereka bangga-banggakan bahkan dilakukan oleh 5 orang sekalipun berhasil dihindari dengan sempurna.
"Jangan takut! Skill itu pasti memiliki batasan!" Pemimpin muda berteriak menyemangati pasukannya.
Para prajurit mengangguk dan kembali berlari ke arah Nier dengan kecepatan penuh. Kali ini bukan 5, tapi 10 prajurit yang datang dengan pedang bersinar terang mengincar kepala Nier.
Nier yang sudah mengerti situasinya segera mundur ke belakang sambil memikirkan strategi untuk membunuh mereka semua.
'Hmm... 100 warrior tanpa mage dan priest, sepertinya aku masih bisa menanganinya...' Nier tersenyum setelah menemukan satu rencana yang dikiranya menarik.
10 prajurit yang mengejarnya tidak tinggal diam, mereka semua menggunakan skill buff yang menambah kecepatan sehingga membuat Nier langsung terkepung.
"Hahaha lihat, kelinci sudah tertangkap."
"Kenapa diam? Kau tidak ingin lari?"
"......"
Nier tidak menjawab, matanya terus memperhatikan setiap pergerakan musuh dan tangannya diam-diam mengambil [Iron Sword] dari Inventory.
"Berhenti berbicara dan majulah, aku tidak ingin membuang waktuku hanya untuk kalian." Nier menatap rendah pada setiap musuhnya.
"Kau!"
"Tampaknya kau ingin segera mati!"
Ucapan Nier yang begitu sombong membuat para prajurit semakin marah dan ingin segera membunuhnya, namun salah satu dari mereka menyadari kalau ada yang aneh dengan Nier.
"Berhenti bodoh! Apa kalian tidak menyadari kalau dia sudah merencanakan sesuatu!?"
Seketika ke-sembilan prajurit lainnya berhenti dan menatap pria tersebut.
"Kau benar juga Sen, lalu apa yang harus kita lakukan?"
"Kau ingat apa yang terjadi saat kalian berlima menyerangnya? Pertama, kita harus mencari tahu batasan pada skillnya..." Wajah pemuda yang bernama Sen itu terlihat sangat serius, dia benar-benar memikirkan semua cara untuk membunuh Nier secara efektif.
Hingga beberapa saat kemudian Sen tersenyum, "Aku mengerti, sepertinya kemampuan menghindarnya bukanlah skill aktif."
"...!"
__ADS_1
Nier yang mendengar itu tanpa sadar alisnya berkerut, dia tidak menyangka kalau seorang NPC akan mengetahui skillnya hanya dalam sekali lihat.
"Semuanya! Dalam hitungan ketiga kita akan menyerangnya secara bersamaan!" Sen berseru dan mengeluarkan Skill One Slash-nya.
"3... 2... 1, serang!"
"Seraaang!" 10 prajurit dengan gagah berani mengeluarkan Skill terkuatnya dan menyerang Nier secara bersamaan.
Nier sudah menyiapkan kedua pedangnya di depan, kali ini dia tidak menyerang ataupun bertahan, dia hanya diam menunggu pasukan itu mendatanginya.
10 meter ....
5 meter ....
Hingga 3 meter kemudian Nier menyeringai, tidak disangkanya rencananya akan dibantu oleh strategi musuhnya sendiri.
"Kena kalian, Dark Prison!"
"Heavy Arm!" Sen terkejut, tanpa ragu ia membatalkan Skill One Slash dan menggunakan Skill Heavy Arm yang meningkatkan 50% pertahanannya.
Sekali lagi Nier tersenyum. Inilah sebabnya ia menyukai orang yang pintar, setiap kali rencana mereka gagal pasti mereka akan beralih pada rencana kedua dan ketiga.
Namun sayangnya Nier sudah memperkirakan hal ini.
"Maaf jika sedikit kejam..."
Walaupun Nier tidak bisa membunuh mereka semua dalam waktu singkat, tapi ada satu cara untuk menghentikan mereka.
Nier mengangkat kedua pedangnya lalu...
『 Critical! 』
『 Anda telah menangani 69.012 kerusakan pada target! 』
『 Target terkena status 'Blind'! 』
『 Critical! 』
『 Anda telah menangani 65.342 kerusakan pada target! 』
『 Target terkena status 'Blind'! 』
『 Critical! 』
『 Target terkena status 'Blind'! 』
....
Nier memutar kedua pedangnya lalu menebas setiap mata para prajurit, untungnya saja ia memiliki Dark Prison yang bisa menghilangkan ke-lima indra target, sehingga para prajurit tidak tahu apa yang sedang terjadi saat ini.
Hanya dalam 3 detik Nier berhasil menghilangkan indra penglihatan musuhnya. dan pada saat durasi Dark Prison berakhir, Nier segera melompat ke belakang.
Saat ke-lima indra prajurit kembali, mereka semua berteriak dan mengerang kesakitan sambil memegang wajahnya yang sudah penuh dengan darah.
"Arghhhh sakit! mataku sakit!"
"Priest! Seseorang panggilkan Priest, aku.. aku tidak bisa melihat!"
"Cepat minum potion!"
"Ughh percuma.. meminum potion tidak akan mengembalikan mata kita!"
"Ohh sialan aku salah minum potion! Seseorang ada yang punya antidote!?"
"Kau biadab! tidak tahu malu! Beraninya kau menggunakan trik hina seperti ini kepada kami!"
10 orang yang telah diserangnya terlihat sangat kesakitan, berbagai kata kutukan dan hinaan keluar dari mulut mereka, namun Nier tetap diam dan mengamati semuanya dari belakang.
"Semua diam! Siapa pun yang berbicara akan kubunuh!" Sen berteriak sangat keras menghentikan kepanikan yang terjadi. Dan seperti yang diharapkan, semuanya menjadi diam dan tenang.
"Kau... apa kau tidak malu menggunakan cara seperti ini?" Sen mengajukan pertanyaannya pada Nier, wajahnya terlihat sangat marah.
Nier tersenyum dan berjalan mengelilingi mereka.
"Malu? Untuk apa aku malu? Apa malu bisa membuatmu tetap hidup?"
"Kau!..."
"Cih, tidak perlu membahas keadilan jika kalian saja ingin membunuhku dengan 100 orang!"
__ADS_1
"......"
Nier mengeluarkan pedangnya dan berjalan ke arah Sen, kali ini ia harus membunuh musuhnya dengan cepat sebelum pasukan lain datang membantu.
"Selamat tinggal... Dark Wave!"
『 Critical! 』
『 Anda telah menangani 69.012 kerusakan pada target! 』
『 Target terkena status 'Blind'! 』
『 Critical! 』
『 Anda telah menangani 65.342 kerusakan pada target! 』
....
『 Anda telah membunuh warrior 'Sen' level 175. 』
....
Tidak berhenti disana, Nier terus bergerak dan menyerang semua musuhnya. Tanpa adanya indra penglihatan, prajurit elit seperti mereka terlihat seperti anak bayi yang tidak bisa berjalan.
Hingga akhirnya...
『 Anda telah membunuh warrior 'Gulu' level 173. 』
"Bagus.. dengan begini aku pasti bisa menyelamatkan Elyu..." dengan tersenyum lebar Nier berlari kembali ke tempat pasukan yang tersisa berkumpul.
* * *
"Ketua Yaoi, apa kita harus mengejarnya?" Tanya seorang prajurit kepada pemimpin pasukan.
Pemimpin pasukan yang bernama Yaoi terdiam sejenak sebelum menatap prajuritnya, "Tidak perlu, dengan Sen yang berada disana aku yakin penjahat itu sudah mati."
"Ohh Tuan Sen, kalau begitu kita memang tidak perlu khawatir..." Prajurit itu mengangguk setuju lalu kembali ke tempatnya.
Tanpa terasa sudah 10 menit berlalu.
Walaupun sudah 10 menit, namun pasukan yang ia perintahkan belum juga kembali. Kali ini Yaoi merasa sedikit cemas dan memerintahkan 20 prajurit lagi untuk memeriksanya.
Yaoi terus menunggu, sebenarnya ia ingin melihat langsung apa yang telah terjadi, tapi dengan pasukan sebesar ini akan sulit berjalan di tempat yang penuh dengan pohon dan semak belukar yang begitu lebat.
20 menit lagi berlalu tapi masih saja belum tanda-tanda dari pasukannya.
"Apa yang sebenarnya terjadi..." Yaoi mengelus pelipisnya dan membayangkan apa yang telah terjadi, "Apa larinya memang secepat itu sehingga pasukanku tidak bisa mengejarnya..."
Yaoi mengira tidak mungkin jika 1 orang bisa mengalahkan 30 pasukannya yang bersenjata lengkap. Karena itulah ia menyangka Nier saat ini sedang dikejar oleh pasukannya.
"Hehehe.. jika larinya memang secepat itu... mari kita tambahkan pemainnya," Yaoi menyeringai sambil memanggil salah satu prajuritnya yang bernama Tayi, "Tayi, kau pimpin 50 prajurit untuk menangkap penjahat itu, kau mengerti?"
"Aku mengerti!" Tayi berlari dan langsung membawa 50 pasukannya memasuki hutan.
"Hahaha sangat mudah, sekarang kita hanya menunggu dan kembali dengan kemenangan..." Yaoi tertawa puas sambil mengeluarkan sebotol alkohol dari tasnya.
Tanpa terasa sudah 10 menit lagi berlalu..
20 menit ....
30 menit ....
40 menit ....
Crackkk! Ptasss!
"Apa yang terjadi! Kemana perginya pasukanku!" Yaoi berteriak keras dan tangannya menggenggam botol alkohol dengan sangat erat hingga akhirnya pecah.
Sudah sangat lama ia menunggu, namun tidak ada satupun pasukannya yang kembali.
"Kau mencari pasukanmu? Tenang saja, kau akan segera menyusul mereka." Terdengar suara dari belakang Yaoi, ia tahu dengan jelas suara siapa ini.
"Kau ********, apa yang telah kau lakukan pada pasukanku!" Yaoi mengambil pedangnya dan langsung menyerang ke sumber suara.
"Hehehe sudahlah jangan begitu marah lagi pula kau akan segera menyusul mereka, Dark Prison!"
______________________________________
Hai haii, Author mau minta tolong bole ga? ^^)/
__ADS_1
Gini... Author itu yah kalo lagi nulis suka bingung buat nentuin nama karakter (apalagi nama skill dan item :'v itulah penyebab jarang keliatan item dan skill bau disini)
jadi... minta saran nama karakter dong :v