
Yue tidak mempercayai apa yang ada di hadapannya saat ini, monster yang tadi mengejarnya sekarang musnah hanya dalam beberapa menit.
Partynya yang dulu membersihkan 100 orc ini dengan waktu lebih dari 1 jam, sedangkan mereka membunuhnya kurang dari 10 menit.
Yue terdiam, dan mulutnya terbuka lebar. Dia terlambat menyadari bahwa pasangan itu telah berada di dekatnya.
"Ahh!, terima kasih banyak telah menyelamatkanku." Yue membungkuk dan berterima kasih lagi.
"Tidak masalah, kami hanya lewat dan kebetulan ada exp gratis." Nier menjawabnya.
'Exp gratis?, monster yang membuatku hampir mati hanya exp gratis?' Yue hanya mengangguk dan mengeluh dalam hatinya.
Dia memperhatikan Nier, dia merasa aneh dengannya mengapa dia memakai baju pemula di map level 30?, Yue langsung menggelengkan kepalanya.
'Mungkin mereka adalah para pro player yang sedang berjalan kesini dan tidak perlu memakai armor.' Yue berpikir dan kembali mengangguk.
"Baiklah, kalau begitu kami akan berburu." Nier mulai berjalan, tetapi diberhentikan oleh Yue.
"Tunggu! ...bolehkah aku ikut dengan kalian? aku adalah seorang priest tidak mungkin bagiku keluar dari sini hidup hidup sendirian." Yue memohon, tetapi apa yang dikatakannya memang benar, akan sulit bagi seorang priest keluar dari map level 30 seorang diri.
Nier dan Lucia bertukar pandang dan keduanya tersenyum canggung, mereka tidak pernah berparty dengan orang lain jadi tidak tahu bagaimana harus menyesuaikan serangan.
Lucia mengangguk lalu Nier memberikan jawabannya.
"Baiklah, tetapi jangan terlalu memaksakan diri."
"Terima kasih." Yue menunduk lagi.
"Sudah santai saja, jangan terlalu sopan."
Lalu Nier menambahkan Yue ke dalam partynya.
『 Party Member
NieR - The Heretic Chef - Level 29 (Leader)
Lucia - Magic Swordman - Level 33
Yue - Priest - Level 37 』
Yue melihat itu terkejut hingga mulutnya terbuka lebar, dia tidak percaya pro player yang dia pikirkan ternyata levelnya lebih rendah darinya.
Dan ada apa pula job aneh yang mereka miliki, magic swordman itu masih terlihat normal tetapi untuk the heretic chef bukankah itu koki?
Yue memikirkan itu semua dalam hatinya lalu tiba tiba dia teringat kalau belum memperkenalkan dirinya.
"Ohh, perkenalkan aku Yue dan jobku priest, senang bertemu dengan kalian." Yue mengatakannya dengan sopan.
Nier dan Lucia memperkenalkan dirinya dan hanya sebatas nama dan tidak lebih, melihat itu Yue merasa canggung diantara mereka.
Nier juga merasa canggung tetapi tiba tiba Yue menanyakan sesuatu yang membuatnya terkejut.
__ADS_1
"Nier, apakah koki bisa bertarung?" Yue bertanya dengan sedikit gugup.
Nier mengkerutkan keningnya,
"Bagaimana kamu mengetahui kalau aku seorang koki?" Nier berkata.
"Ahh! bukankah terlihat pada party sistem?" Yue terkejut, apakah dia menanyai hal yang salah? itulah yang ada di pikirannya saat ini.
Nier tersenyum canggung "Bisakah kamu merahasiakannya? ini sangat penting untukku."
"Ehh, baik maafkan aku jika bertanya yang salah."
"Tidak tidak, kalau ini bocor mungkin aku tidak akan pernah memainkan game ini lagi." kata Nier dengan serius, dia saat ini baru saja level 29 jika dia diketahui mendapatkan job yang bisa menghasilkan buff gila, dia pasti akan diincar orang lain.
'Jika aku memiliki kekuatan, aku tidak akan bersembunyi seperti ini.'
Yue tertegun lalu mengkerutkan keningnya. "Nier, kenapa kamu tidak menutup nama jobmu saja di sistem?"
"memangnya bisa begitu?" Nier terkejut dan membuka hologram sistem.
"tentu seperti ini..." Yue mengajarkannya.
Melihat semua itu Lucia sedikit cemberut, lalu berjalan sedikit lebih cepat.
"Ahh maafkan aku, aku membuat kekasihmu marah." Yue menjadi pusing karena dia merasa paling aneh di dalam party ini.
"Ah, tidak apa apa, Lucia belum menjadi kekasihku." Nier sedikit tersenyum memjawabnya.
"Dia akan menjadi kekasihku." Nier tersenyum sambil menatap Lucia yang berjalan jauh di depannya.
Lucia yang saat itu berjalan di depan mereka memiliki rona merah yang terlihat jelas di pipinya dan membuatnya berjalan menjadi lebih cepat.
Tetapi kedua orang yang berbicara itu tidak memperhatikannya, mereka justru mengira Lucia telah menemukan sesuatu.
Ya, kecuali Yue, ketika dia melihat semua itu membuatnya tersenyum. "Party yang menarik."
10 menit kemudian mereka bertiga sampai ke desa orc, Nier memperhatikan tidak ada yang berubah dari desa itu.
"Sepertinya kita akan menghabisi mereka." Kata Nier sambil mengeluarkan buffnya.
"Jangan bilang kalian ingin menyerang desa hanya dengan dua orang?" Yue mengkerutkan keningnya karena sudah melihat sendiri teror dari orc.
"Tidak, bukan berdua tapi bertiga." Ucap Lucia dengan senyum terbentuk di bibirnya.
"Tunggu sebentar aku juga ingin mencoba skill baruku, bisa kan?" kata Nier dengan menatap Lucia.
"Baiklah, hanya hari ini." Lucia terdiam sebentar sebelum duduk sambil melihat gerbang orc.
Yue tidak tahu apa yang dimaksudkan mereka, tetapi dia melihat Nier memakan sepotong daging.
"Masquerade!"
__ADS_1
Tubuh Nier terbungkus kegelapan yang mulai membesar dan tidak lama setelah itu kegelapan yang menyelimutinya memudar lalu terlihat seorang orc yang tinggi dan dipenuhi bekas luka.
Melihat itu Yue berteriak tetapi dengan cepat Lucia menutup mulutnya dan kemudian menjelaskan semuanya pada Yue.
Nier merasa tubuhnya lebih tinggi dan lebih kuat, lalu dia mencoba menggerakan badannya yang terlihat lebih besar itu, tidak lama kemudian dia selesai memahami struktur tubuh barunya.
"Skill yang luar biasa..." Yue mengatakan apa yang ada dipikirannya.
Lucia hanya mengangguk ketika dia melihat tubuh orc yang besar didepannya.
"Aku akan pergi melihat desa." Kata Nier dengan suara orc yang besar.
Tubuhnya yang besar mulai berjalan ke arah desa orc, Nier melihat begitu banyak orc yang berkumpul dan berjalan mendekati mereka.
Nier berjalan dan ketika dia berada di depan gerbang, seseorang datang kepadanya.
"Hei siapa kamu?" Orc itu bertanya dengan suara yang keras.
Nier terkejut dan langsung memikirkan sesuatu.
"Maafkan aku, sepertinya aku tidak mengingat apapun. Aku berjalan kesini karena melihat banyak rasku yang berada disini." Nier mengatakan itu dengan memegang kepalanya agar terlihat pusing.
"Ohh, sepertinya kau telah menderita kawan, biarkan aku yang memandumu ke desa." Orc itu mendampingi Nier ke dalam desa dan Nier masih berpura pura pusing.
Nier melihat sekelilingnya, desa itu hampir dipenuhi dengan gubuk di sepanjang jalan, sepertinya para orc tidak terlalu memikirkan rumah mereka.
Semakin dalam Nier masuk dia akhirnya melihat beberapa rumah disana, rumah itu termasuk kecil jika dibandingkan dengan manusia, tetapi lebih baik dari pada gubuk yang dilihatnya tadi.
"Kenapa rumah disini bergitu berbeda?"
"Itu karena perbedaan kekuatan, Orc disini lebih baik dari pada orc yang berada di luar sana." Orc yang mendampinginya terlihat tidak pelit dan membagikan informasi kepadanya.
"Apa kau mengingat sesuatu?" Orc itu kembali bertanya dengan menepuk bahu Nier.
Nier langsung menggelengkan kepalanya, 'aku sama sekali tidak amnesia dan aku hanya sedang berakting!' Nier berteriak dalam hatinya.
Mereka terus berjalan terus berjalan hingga gubuk yang berada di jalan tergantikan oleh rumah mewah.
Lalu tiba tiba seorang orc keluar dari rumah itu dan tersenyum lalu mengangguk kepada mereka.
"Apa yang kalian lakukan disini?" orc itu bertanya.
Nier terkejut dengan apa yang ada depannya dan dia menjadi pucat, orc itu adalah seseorang yang meneriaki Nier dan Lucia ketika mereka melarikan diri.
Nier melihat status orc itu dan menjadi takut.
『 Orcoz Boss
Level : 40
HP : 98.000. 』
__ADS_1