The Heretic Chef : Exaworld Online

The Heretic Chef : Exaworld Online
Rival


__ADS_3

Di dalam sebuah ruangan, terlihat beberapa orang pria dan juga wanita yang sedang duduk diam sambil menatap satu sama lain. Suasana di dalamnya terasa sangat tegang, mungkin karena mereka semua adalah pemimpin dari Top Guild, rasa persaingan yang mereka miliki juga menjadi sangat kuat.


Ada 20 kursi yang berada di dalam ruangan tersebut, 16 diantaranya sudah terisi penuh dan 4 lainnya masih dibiarkan kosong, dan itu berarti masih ada 2 pemimpin Guild lagi yang belum datang ke dalam ruangan ini.


"Aku baru saja mendapatkan kabar dari Evelord, katanya dia saat ini sedang sibuk menahan pasukan Dark Legion di utara, jadi dia minta maaf karena tidak bisa datang."


Seorang pria berambut pirang berdiri, dan memberitahu kabar yang baru saja ia dapatkan. Pria pirang itu bernama Helliosh, pemimpin dari Guild Garuda Crown.


"Yah, apa boleh buat. Lalu bagaimana dengan Queen, apa dia tidak datang juga?" Alan, pemimpin dari Guild Lotus bertanya.


"Aku tidak tahu pasti, tapi mungkin saja dia sama sibuknya seperti Evelord." Jawab Helliosh.


Tapi tepat setelah Helliosh mengatakan itu, tiba-tiba pintu masuk terbuka, seorang gadis cantik berambut pirang masuk ke dalam ruangan dengan langkah yang anggun dan mempesona. Gadis itu adalah Queen, pemimpin dari Guild Crescent Moon.


Tatapan semua orang langsung tertuju padanya, tidak salah jika dunia memanggilnya The Ice Goddess, sebab kecantikan yang ia miliki sangatlah luar biasa. Tidak hanya pria, bahkan wanita yang berada disini juga terpukau oleh kecantikannya.


"Maaf, ini pertama kalinya aku datang ke Indonesia, jadi aku sedikit tersesat." Ucap Queen sebelum duduk di kursinya.


Memang saat ini 9 dari 10 pemimpin Guild terkenal sedang berkumpul di Indonesia, lebih tepatnya mereka berada di dalam gedung hotel Garuda Crown untuk membahas sesuatu yang sangat penting.


"Bagus, kalau begitu akan kumulai diskusinya." Rance, Ranker peringkat dua, serta pemimpin dari Guild Ouroboros berdiri dan mulai menjelaskan.


Saat Rance mulai menjelaskan, suasana di dalam ruangan yang pada awalnya berisik, seketika berubah menjadi hening. Mereka semua terdiam dan mendengarkannya dengan cermat.


Singkat cerita, isi penjelasan Rance kira-kira seperti ini.


Dark Legion, sebuah kelompok yang terdiri dari Iblis, Hantu, Setan, dan Monster. Kini sudah mulai bergerak, dan menyerang salah satu kerajaan manusia yang terletak di utara.


Walaupun peperangan antara manusia dan iblis memang sudah sering terjadi. Namun, baru kali ini pasukan Dark Legion menyerang Kerajaan manusia dengan kekuatan penuhnya, bahkan Kerajaan yang diserang itu pun hancur tak bersisa.


Setelah kerajaan itu hancur, Dark Legion kembali menyatakan kalau dalam beberapa bulan lagi mereka akan kembali mendatangi manusia dengan kekuatan yang jauh lebih kuat daripada sebelumnya.


Saat mendengar seruan dari Dark Legion, tentu para manusia menjadi panik dan heboh, mereka semua mulai mencari tempat perlindungan dan bahkan ketiga kekaisaran yang dulunya saling bermusuhan, kini telah berjanji untuk melakukan gencatan senjata.


Namun, bagaimana tanggapan Dark Legion saat melihat itu? Mereka semua tertawa dan mengatakan kalau mereka tidak peduli seolah apa yang dilakukan manusia saat ini hanya mainan bagi mereka.


Itu berarti kekuatan gabungan dari ketiga kekaisaran masih belum cukup untuk menandingi kekuatan yang sedang disembunyikan oleh Dark Legion.

__ADS_1


Dan disinilah masalah yang sebenarnya terjadi. Setelah pihak manusia mengetahui itu, para kaisar tidak tinggal diam.


Jika pihak Dark Legion memiliki senjata yang sangat kuat, maka pihak manusia juga memiliki salah satu kelebihan tersendiri.


Memangnya apa kelebihan yang dimiliki oleh pihak manusia? Jawabannya, tentu saja para pemain!


Pemain adalah makhluk abadi yang bisa hidup kembali. Karena keistimewaan ini, para kaisar mulai memanfaatkannya dengan menaruh hadiah di setiap kepala iblis yang mereka bunuh.


Tapi walaupun begitu, pihak manusia masih saja merasa cemas, sebab mereka masih tidak tahu kekuatan apa yang sedang disembunyikan oleh Dark Legion.


"Jadi, kita harus menahan serangan dari Dark Legion sekaligus mencari informasi tentang kekuatan yang sedang mereka sembunyikan ya?" Alan mengelus dagunya sambil menatap langit.


"Kau benar, tapi akhir-akhir ini serangan dari Dark Legion sangat mengerikan, bahkan ksatria tingkat tertinggi sekali pun sudah mulai kewalahan dibuatnya." Helliosh menyatakan pendapatnya.


"Hahaha kau benar juga, lagi pula apa-apaan Quest ini, kenapa kita pemain berlevel rendah harus melawan monster mengerikan seperti mereka." Sambung Alan lagi.


"Sudahlah, tapi ngomong-ngomong Helliosh, siapa gadis cantik disebelahmu itu? Aku belum pernah sekalipun melihatnya." Tanya Red, pemimpin dari Guild Slayer.


Setelah Red mengatakan itu, tiba-tiba tatapan semua orang langsung tertuju pada gadis cantik yang berada di sebelah Helliosh.


Gadis yang berada di sebelahnya segera mengangguk sebelum berdiri dan mulai memperkenalkan diri. "Perkenalkan nama gadis ini adalah Lucia, seorang pemain berlevel rendah."


Lucia memperkenalkan dirinya sesederhana mungkin agar tidak menarik perhatian, namun tetap saja, pesona yang keluar darinya tidak dapat disembunyikan.


"Aku tahu, kau pasti Lucia yang telah memecahkan rekor Vayez di Golem Dungeon itu kan?" Tanya Alan dengan sedikit berteriak.


"Iya, itu memang aku, dan kuharap kita semua bisa berteman dengan baik." Jawab Lucia sebelum duduk dan menatap tajam ke arah Helliosh, ia menyipit cukup lama seolah ingin mengatakan kalau ia tidak betah berada di sini.


"Hahaha Lucia kau sungguh luar biasa, jadi katakan, apa kau sudah memiliki pacar?" Tanya Red lagi sebelum ditatap tajam oleh Helliosh. Lucia adalah adiknya, jadi mana mungkin Helliosh membiarkan adiknya digoda oleh laki-laki sialan seperti Red.


Helliosh tahu kalau Lucia akan tetap diam dan tidak menjawab pertanyaan yang tidak berguna seperti itu, namun tiba-tiba dugaannya salah, sebab Lucia yang berada di sampingnya mulai tersenyum lalu menjawab.


"Aku sudah, aku memiliki pacar yang sangat baik." Jawabnya singkat.


Mata Helliosh seketika melebar seolah tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Ia tahu kalau Lucia tidak akan pernah berbohong, tapi jika Lucia tidak berbohong, bukankah itu berarti Lucia baru saja mengatakan sebuah kebenaran?


"Lucia, sejak kapan?" Tanya Helliosh dengan sedikit tergagap, namun sayang Lucia tidak menjawabnya, terlihat jelas kalau dia sudah mengabaikan keberadaan Helliosh yang berada di sampingnya.

__ADS_1


"Hei kenapa kalian keluar topik begitu jauh!" Rance bangkit dari kursinya lalu menepuk meja yang ada di hadapannya dengan cukup kuat.


Bam!


Suara tepukan itu terdengar kuat sehingga keributan yang terjadi sebelumnya segera menghilang, dan sama seperti sebelumnya, suasana kembali menjadi hening seolah menunggu kata-kata selanjutnya yang akan keluar dari mulut Rance.


"Bagus, tetap diam dan fokus, saat ini aku hanya mengalami satu masalah yang belum aku bisa pecahkan." Ucap Rance lalu menatap semua orang yang ada di hadapannya dan kembali berkata.


"Aku membutuhkan seorang assassin yang bisa menyelinap ke dalam markas Dark Legion."


"Pfftt hahahahahaha Rance apa kau sedang bercanda? Mana mungkin ada seorang assassin yang bisa melakukan itu, bahkan kau tahu sendiri kan kalau NPC Assassin terbaik saja tidak bisa memasukinya." Alan tertawa keras sampai perutnya terasa sakit, apa yang dikatakan Rance sebenarnya sangat lucu, dan ia tertawa seolah mendengar lelucon terbaik di tahun ini.


"Diam! Kita saat ini sangat membutuhkan orang yang pandai dalam menyelinap, apa kalian memiliki informasi tentang orang tersebut?" Tanya Rance lagi.


Setelah mendengar pertanyaan itu, hampir semua orang yang ada di dalam ruangan segera mengerutkan keningnya, namun tidak termasuk Lucia dan Queen, jika membahas tentang menyelinap, hanya ada satu orang yang sangat pandai melakukannya.


Lucia ingin segera menjawab kalau ia mengetahuinya, namun sebelum ia membuka mulutnya, tiba-tiba Queen mengangkat tangannya ke atas dan mulai berbicara.


"Aku memiliki teman yang sangat lihai dalam menyelinap, mungkin sangat mudah baginya untuk memasuki markas Dark Legion."


Tatapan semua orang langsung melebar, mereka tidak akan percaya jika ada orang yang bisa melakukan itu, namun jika Queen sendiri yang mengatakannya, pemain seperti itu pastilah ada.


"Aku mengerti, jadi siapa nama pemain ini?" Tanya Rance, ia mulai menduga-duga siapa nama Ranker hebat yang bisa melakukan semua itu dan bahkan menerima pujian dari Queen.


"Nier."


Jawab Queen singkat, namun setelah ia mengatakan itu, tiba-tiba tatapan seorang gadis segera menyipit ke arahnya dan gadis yang menyipit itu kemudian bertanya.


"Heretic Nier?"


Benar, gadis itu adalah Lucia, saat mendengar nama Nier keluar dari mulut Queen, ia memang terkejut, namun entah kenapa ia mulai menaruh rasa permusuhan pada Queen.


Queen pun juga begitu, ia tahu kalau Yue pernah menyebutkan kalau Nier memiliki seorang partner yang bernama Lucia, dan setelah ia mengetahui kalau Lucia itu adalah gadis berambut silver ini. Hatinya tiba-tiba berdebar kencang dan darahnya seketika naik seolah instingnya mengatakan kalau gadis di depannya ini adalah musuh terbesarnya.


Dalam diam, tatapan kedua gadis itu saling bertemu dan aura permusuhan yang kuat terbentuk di antara mereka. Lalu kedua gadis itu mulai bergumam secara bersamaan.


"Dia rivalku."

__ADS_1


__ADS_2