
"Sepertinya keberuntunganku telah habis..." Suara Rein bergetar, dengan wajah sedih dia terus memperhatikan proses lelang yang masih berjalan. Dia benar benar kecewa karena berpikir hanya jobnyalah yang dapat menghasilkan buff.
"Cih... Apa gunanya job ini jika sama saja seperti job biasa?..."
Rein sudah menjual semua daging yang ada di inventorynya dan hanya menyisakan 50 potong daging untuk persiapan dungeon. Dulu dagingnya akan segera laku ketika dipasang di lelang tetapi sekarang dia harus menunggu selama 1 jam penuh dan itupun hanya terjual dengan harga 7 koin emas.
Memang benar sekarang hanya ada 5 koki level Intermediate dan itu saja sudah menghancurkan harga daging yang dia jual, apalagi di masa depan pasti akan semakin banyak pemain yang mencapai level Intermediate. Jadi Rein memilih untuk menjual semua dagingnya sebelum harga jatuh terlalu jauh.
"Aku tidak bisa terus seperti ini..."
Kepalanya terasa pusing, Rein sendiri bingung dengan apa yang harus dia lakukan. Waktu untuk turnamen semakin mendekat dan sekarang dia harus memfokuskan dirinya antara meningkatkan level atau meningkatkan skill cooking mastery miliknya.
Rein memeriksa uangnya lalu mendesah pelan, uang yang dia kumpulkan selama ini sudah cukup banyak setidaknya dia bisa membeli 3 Exadream Gear sekarang.
'Kurasa uang segini sudah cukup untukku.' Rein tersenyum puas lalu mulai melakukan rutinitas hariannya.
* * *
Nier kembali ke dalam permainan dan seperti biasa dia langsung membuka Friendlistnya.
『 Friend List
Lucia - Garuda Crown - Level 40 - Online
Yue - Level 41 - Online. 』
"Woa, tidak biasanya mereka online sebelum aku." Nier tersenyum dan segera mengirim pesan kepada mereka berdua, dia dari kemarin sudah tidak sabar untuk menyelesaikan dungeon lagi.
"Eh... Garuda Crown?" Nier terkejut ketika memperhatikan informasi Lucia.
Nier menjadi bingung dan bertanya tanya karena dari awal bertemu dengan Lucia dia tidak pernah tertarik untuk memasuki guild apapun,
'Hmm... Tapi kalau dipikir-pikir memang wajar sih jika Lucia memasuki Top Guild apalagi itu milik kakaknya.' Nier menghela napas panjang lalu berjalan menuju dungeon, dia berjalan dengan santai sambil menunggu balasan dari kedua temannya.
Nier mampir sebentar ke pasar untuk membeli potion dan bahan memasak dalam jumlah yang sangat banyak sehingga itu membuat inventorynya hampir penuh.
Potion sangat penting dalam membuat masakan karena itu dia harus memborongnya sekarang. Bayangkan apa yang terjadi jika seluruh potion diborong oleh para koki, dapat dipastikan akan terjadi inflasi, jadi dari pada dia menunggu harganya meningkat, lebih baik dia memborongnya sekarang.
"Mengingat koki sialan itu membuatku kesal saja." Nier berjalan menuju dungeon sambil mengatur inventorynya.
Ding!
『 Yue
__ADS_1
Yue : Maafkan aku Nier, saat ini aku sedang sangat sibuk, dan juga aku sudah mencapai level 41 karena itu aku tidak bisa mengikuti kalian ke dungeon lagi... 』
"......" Nier menepuk dahinya, dia lupa kalau batas dungeon adalah level 40 sedangkan Yue sudah mencapai level 41. Nier sedikit bingung karena tingkat kecepatan leveling Yue yang sangat cepat.
'Baiklah lupakan saja, sepertinya aku harus menunggu Lucia...' Nier membalas pesan dari Yue lalu melanjutkan perjalanannya.
Setelah beberapa menit kemudian dia sampai di depan gerbang pintu masuk dungeon, dan anehnya tempat yang dulunya sepi sekarang malah sangat ramai bahkan Nier harus berdesakan ketika berjalan.
Nier mau tidak mau menjadi kesal karena keramaian ini, dan dia akhirnya memutuskan untuk bertanya pada orang di sebelahnya.
"Hei teman, apa kau tahu apa yang terjadi? Kenapa disini sangat ramai?"
Pemuda yang ditanyai olehnya langsung menoleh ke arah Nier, "Teman, kau memilih waktu yang salah. Didepan sana ada 6 dari Top Guild yang sedang memeriksa identitas para pemain."
"Eh... Apa gunanya mereka melakukan itu?"
"Siapa tahu, sepertinya mereka mengincar party yang telah memecahkan rekor Hall of Fame."
Nier mengkerutkan keningnya,
'Sial... Kenapa mereka begitu gigih.'
"Terima kasih teman, kurasa aku akan melihat kedepan." Nier menepuk bahu pemuda itu dan langsung berjalan ke depan.
Seperti yang dikatakan oleh pemuda itu, Nier melihat ada puluhan anggota dari guild besar sedang memeriksa para pemain yang hendak memasuki Dungeon.
'Hanya orang bodoh yang berani menyinggung mereka semua, lebih baik aku menunggu disini sebentar.'
Ding!
Sebelum Nier bergerak dari tempatnya sebuah pesan memasuki pandangannya.
『 Lucia
Lucia : Rein, aku sekarang berada di dekat golem dungeon, dimana kamu? 』
Akhirnya pesan yang ditunggunya telah tiba, Nier secara tidak sadar tersenyum dan langsung membalas pesan dari Lucia.
『 To: Lucia
NieR : Lucia, aku sekarang berada di depan dungeon. 』
Nier langsung mencari Lucia, akan sulit baginya untuk mencari Lucia di tengah keramaian seperti ini.
__ADS_1
"Hei apa yang kau lakukan!" Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari belakangnya. Nier langsung menoleh ke belakang, suara itu berasal dari pemain dari guild besar.
'Apa yang terjadi?' karena penasaran Nier segera berjalan ke arah suara itu dan melihat sesuatu yang tidak terduga.
Nier terkejut melihat Lucia yang dikelilingi oleh para anggota guild besar, ada puluhan lebih pemain yang mengelilingi dirinya.
"Berani sekali kau tidak menuruti perkataan kami, cepat berikan informasi statusmu baru kau boleh lewat!" Seorang wanita yang memakai pakaian serba pendek berteriak ke arah Lucia.
Lucia tetap diam dan terus memandang wanita itu, dari ekspresinya Nier tahu kalau Lucia sedang menatap wanita itu dengan tatapan jijik walaupun tidak terlihat terlalu jelas dari ekspresi wajahnya .
"Sungguh berani! Apa kau tidak tahu siapa kita!?" Wanita itu semakin marah ketika melihat Lucia yang terus mengabaikannya dan dia segera mengeluarkan emblem guildnya, itu tidak lain adalah emblem guild Great Smile, itu merupakan guild yang berada di tingkat 50 besar di Exaworld Online.
Nier menjadi kesal karena Lucia terus dibentak seperti itu lalu dia mengirim permintaan party pada Lucia.
Lucia yang dibentak tetap diam lalu mengangguk pelan. Wanita itu melihat Lucia yang mengangguk menjadi gembira, dia menduga gadis di depannya sudah mengalah dan akan menyerahkan identitasnya.
『 Party telah terbentuk. 』
Tentu saja Lucia mengangguk bukan untuk menyerah, dia mengangguk untuk menerima permintaan party dari Nier. Lucia tersenyum ketika menatap wanita itu lalu mengangkat tangan kanan yang memperlihatkan jari tengahnya.
Ketika Nier melihat sikap Lucia dia tidak dapat menahan tawanya, tidak mungkin Lucia akan takut dengan gertakan seperti itu, lalu dengan cepat dia menghidupkan fitur Voice Chat pada obrolan party,
"Lucia bersiaplah... DARK PRISON!"
Nier berlari ke arah Lucia dan kubus hitam mulai terbentuk disekitarnya, dalam sekejap seluruh tempat yang berada di depan dungeon ditutupi oleh Dark Prison.
『 Anda telah menangani 1224 kerusakan pada target. 』
『 Karena anda telah menyerang pemain 'En0', dia dapat dengan bebas menyerang anda selama 10 menit. 』
『 Anda telah menangani 1194 kerusakan pada target. 』
『 Karena anda telah menyerang pemain 'Flod', dia dapat dengan bebas menyerang anda selama 10 menit. 』
『 Anda telah mena...
Ding!
Ding!
Nier mendecakkan lidahnya, siapa yang menyangka kalau orang bodoh yang menyinggung para guild besar adalah dirinya sendiri.
Ratusan lebih pemberitahuan sistem berbunyi di benak Nier, tetapi dia tidak mempedulikannya. Melihat Lucia yang tetap diam di dalam Dark Prison Nier memeluknya dan menggendong Lucia seperti tuan putri. Dia berlari dengan cepat dan membawanya pergi memasuki dungeon.
__ADS_1
3 detik kemudian Dark Prison menghilang, ratusan guild member yang berada disini terkena serangan Nier jadi mereka tahu apa yang telah terjadi.
"NIER!!, NIER ADA DISINI! SEMUANYA KUMPULKAN SELURUH ANGGOTA DAN JAGA PINTU KELUAR DUNGEON!" mereka semua berteriak dengan urat yang terlihat di pelipis mereka.