
Hingga beberapa menit kemudian Rein kembali menemui Lucia yang sedang memegang pistol mainan di tangannya.
"Kau lama sekali Rein, kukira kau sudah melarikan diri." Lucia tidak menoleh dan terus menatap layar di hadapannya.
Rein hanya bisa tersenyum kecut berjalan ke samping Lucia sambil membawa tas yang berisi ratusan koin permainan.
"Apa yang sedang kau perhatikan?"
"Aku hanya sedikit bernostalgia pada game ini." Lucia mengangkat pistol dan mengarahkannya ke layar monitor.
"Bukankah ini Zombie Disaster? Tidak kusangka game ini masih ada." Mata Rein melebar.
Memang permainan ini sama seperti permainan pada umumnya, tapi permainan ini sudah ada semenjak Rein duduk di bangku sekolah dasar! Kalian pasti sudah bisa membayangkan seberapa tua mesin permainan ini.
Zombie Disaster adalah permainan yang mengharuskan pemain untuk membunuh semua zombie dengan pistol yang telah disediakan.
Walaupun terdengar mudah tapi sebenarnya permainan ini sangatlah sulit. Alasannya sangat sederhana, jika seorang pemain sekali saja terkena serangan zombie maka ia akan langsung mati.
"Ingin bertanding?" Lucia menantang Rein dengan memberikan salah satu pistol padanya.
"Siapa takut." Rein tersenyum mengambil pistol dan kembali menatap layar monitor.
Namun sebelum memulai permainan dia terkejut melihat rekor pemain.
"Gila, siapa pemain ini! Bisa-bisanya dia memonopoli rekor permainan!"
Peringkat satu sampai sepuluh semuanya diisi dengan nama yang sama.
Memang Rein dulu pernah melakukan hal yang sama seperti pemain ini, tapi dia merasa sedikit kesal karena itu adalah tugasnya.
"Itu aku." Lucia tersenyum kecil ketika Rein tanpa sadar memujinya.
"Ehh? ... Apa kau bilang?"
"Pemain itu adalah aku."
"......"
'Pantas saja dia terlihat sangat yakin.'
Rein mengangguk dan tidak bertanya lagi. Untuk mendapatkan rekor seperti ini dapat dipastikan kalau lawannya sangat tangguh.
"Menurutku Zombie Disaster bukanlah sebuah permainan biasa. Game ini menuntut kita untuk mengasah kecepatan reaksi, kelincahan tangan, dan strategi..." Lucia menjelaskan semua yang ia ketahui.
Lucia bukanlah pemain pemula. Sama seperti Rein, ia juga berlatih seni beladiri sebelum memainkan game Exaworld Online. Jadi wajar saja jika ia memiliki pengetahuan yang luas.
Rein mengangguk setuju, permainan Zombie Disaster sangat sulit bagi orang biasa tapi tidak untuk dirinya.
Cringgg!
"Kalau begitu tunggu apa lagi?" Rein memasukan 4 koin ke dalam mesin permainan.
Seketika layar berubah menjadi hitam dan tidak lama kemudian layar berkedip menampilkan kota yang dipenuhi zombie.
Rein dan Lucia sudah bersiap. Rein menggunakan pistol berwarna hitam dan Lucia menggunakan pistol berwarna putih, ini terlihat sama seperti senjata mereka di Exaworld Online.
3!
2!
__ADS_1
1!
Start!
Bang! Bang! Bang!
Gelombang pertama baru dimulai namun sudah terlihat kecepatan siapa yang lebih unggul.
Disaat Rein membunuh 3 zombie, Lucia sudah membunuh 5, namun Rein tetap tenang dan meningkatkan fokusnya.
"Dia kuat..." Gumam Rein pelan sambil menembak dan memperhatikan zombie.
Bang! Bang!
Gerakan Lucia terlihat alami dan tidak ada satupun serangannya yang meleset. Sama juga dengan Rein, walaupun gerakannya sedikit kaku tapi semua tembakannya mengarah tepat pada kepala zombie.
Namun karena kekakuan itu, skor Lucia menjadi semakin tinggi.
Saat Rein ingin menembak, sering kali Lucia mencuri targetnya sehingga ia tidak mendapatkan poin.
Bang! Bang!
Hingga beberapa menit kemudian gelombang pertama berakhir.
Rein mengerutkan keningnya ketika melihat nilai yang sangat jauh berbeda.
Lucia telah membunuh 68 zombie sedangkan dirinya hanya membunuh 49 zombie, namun perbedaan ini tidak membuat Rein panik.
Zombie Disaster memiliki 2 gelombang.
Jika gelombang pertama hanya terdapat zombie biasa, gelombang kedua zombie-nya terlihat seperti sedang kesetanan. Bukan hanya gerakannya yang cepat, zombie-nya kadang-kadang langsung meloncat ke hadapan para pemain.
Masih ada 10 detik sebelum gelombang kedua dimulai.
Lucia menatap wajah Rein karena ingin melihat ekspresi kekalahannya, namun ekspresi Rein tidak berubah, dia tetap tenang dan tenang.
"......"
Rein tersenyum dan mengangkat pistolnya ke depan. "Memang benar game ini tentang kecepatan reaksi, kelincahan, dan strategi. Tapi kau melupakan satu hal Lucia."
Lucia mengangkat alisnya karena bingung, ketika ia ingin bertanya, gelombang kedua segera dimulai.
"Tembak!" Rein berseru melihat permainan sudah dimulai.
Ketika tulisan start menghilang dari layar, Rein langsung menembak secara membabi buta padahal belum ada satupun zombie yang muncul.
Bang! Bang! Bang! Bang! Bang!
'Apa dia menjadi gila?' Lucia melirik Rein yang menembak secara asal-asalan, tapi setelah itu ia terkejut bukan main.
Tepat disaat Rein menembakkan pistolnya, 5 zombie muncul dan mereka semua mati dalam seketika.
"In-Ini!"
Lucia tidak percaya dengan apa yang ia lihat, "Ini pasti kebetulan..."
Rein tersenyum lebar saat mendengar ucapan Lucia, tapi ia tidak tinggal diam dan terus melanjutkan aksinya. Walaupun tidak ada satupun zombie di layar, dia tetap menembak!
Bang! Bang! Bang!
__ADS_1
3 tembakan dan 3 zombie yang baru respawn langsung mati.
Lucia tercengang dan menatap Rein dengan tidak percaya, "Itu bukan kebetulan!?"
Sebentar saja poin mereka menjadi seimbang, namun itu hanya sementara.
"Tch..." Lucia memfokuskan dirinya pada layar, tapi dahinya langsung berkerut.
Di layar tidak ada satupun zombie yang terlihat, dan ketika salah satu dari mereka respawn, zombie akan langsung mati dengan lubang di kepala mereka.
Gelombang kedua dikatakan sebagai gelombang tersulit, namun sebelum mereka muncul, Rein sudah menghabisi mereka semua.
"Ini.. tidak mungkin..." Lucia hanya bisa melihat zombie yang terus berjatuhan akibat serangan Rein. Bahkan di gelombang ini, dia belum membunuh satupun zombie.
Poin Rein terus bertambah.
80!
100!
150!
200!
Bukan hanya Lucia yang tercengang melihat kemampuan Rein, bahkan sudah ada belasan orang yang menonton dan merekam permainannya.
"Apa permainan ini ada cheatnya?"
"Itu sangatlah tidak mungkin."
"Lalu kenapa dia bisa melakukan ratusan combo bahkan mengetahui tempat respawn zombie!?"
"Kau benar juga, tidak mungkin dia bisa melakukan itu kalau bukan karena cheat."
"Bodoh, game tua seperti ini mana mungkin ada cheatnya!"
Di belakang Rein dan Lucia menjadi sangat heboh, tapi mereka berdua tidak mempedulikannya.
Lucia terus mencoba untuk membunuh zombie, tapi tidak ada satupun zombie yang masih hidup.
Hingga beberapa saat kemudian dia menemukan 1 zombie yang masih hidup.
Bang!
Akhirnya Lucia mendapatkan poin pertamanya, namun setelah zombie itu mati gelombang kedua berakhir.
"......"
Lucia terdiam melihat skor permainan, Rein mendapatkan 231 poin sedangkan dirinya hanya mendapatkan 69 poin.
"Lihat? Kesempatan menangmu hanya 1%." Rein mengusap hidungnya.
Bukk!
Tapi disaat Rein sedang menyombongkan dirinya tiba-tiba tinju Lucia mendarat di perut Rein.
"Kau bodoh!"
___________________________________
__ADS_1
Jangan lupa like dan comment, dukungan kalian sangat membantu author loh