
Seseorang masuk melalui jalur lain bawah tanah, ia menggunakan jubah berwarna emas dengan bulu berwarna putih di setiap sisi jubah, juga ia menggunakan mahkota di kepalanya.... Sudah jelas sekali.... dia adalah raja Ron Zivanna, penguasa Kerajaan Setavia.
Di sampingnya ada Kesatria yang waktu itu sempat mengejekku, lalu di sampingnya ada seorang wanita. Entah siapa, mungkin dia adalah istri raja Ron....
Dia berhenti di depan kami dan para guru lalu berbicara....
“Hanya mereka yang berhasil selamat?” Tanya raja Ron
“Ya hanya mereka saja...,” jawab Pak Hendry.
Setelah itu mereka semua berdiskusi, aku benar-benar hampir tidak paham apa yang mereka bicarakan bahkan aku bertanya pada Chiva apakah dia mengerti, ternyata dia sama saja seperti.... Sebenarnya aku sedikit mengerti pembahasan mereka dan dapat menebak apa yang akan mereka lakukan, tapi sulit untuk mengatakannya dalam bahasa yang mudah. Tapi intinya mereka sempat bertanya bagaimana cara kami bisa selamat, berdiskusi siapa yang melakukan hal ini, dan bagaimana cara untuk mencari para murid yang hilang.
Kemudian salah seorang guru wanita mengatakan bahwa dia sempat melihat siluet seseorang pada malam hari yang lewat di dekat bangunan asrama laki-laki. Tapi guru tersebut tidak menghiraukannya dan menganggap dia hanya berhalusinasi, juga guru itu sempat berpikir bahwa penyihir itu adalah salah satu dari petinggi. Tapi guru itu juga menambahkan dan menyadari bahwa siluet orang itu sangat mirip dengan para penyihir yang berasal dari Kekaisaran Veratha, yaitu menggunakan jubah hitam, pakaian yang menutupi seluruh badan hingga kepala dan tongkat sihir dan juga lima petinggi pada malam itu sedang berada di istana bersama sang raja.
__ADS_1
Raja Ron tidak ingin gegabah walau dia juga merasa pelaku utamanya adalah Kekaisaran Veratha. Jika memang benar ini perbuatan Kekaisaran Veratha maka mereka sudah melanggar gencatan senjata dan kembali memulai perang.
Lalu raja Ron memanggilku dan mengajakku ke tempat yang sepi untuk berbincang....
“Kontrakmu akan benar-benar dimulai jika kasus ini memang benar diakibatkan oleh Kekaisaran Veratha atau ada keterlibatan mereka,” ujar raja Ron. “Tapi, aku tambahkan misimu.... Bunuh Kaisar Veratha....”
GILA NIH ORANG! KALO MISINYA CUMA PENGINTAIAN AKU OKE AJA, TAPI INI MALAH DISURUH LANGSUNG BUNUH PEMIMPIN KEKAISARAN! GILA NIH ORANG!!!
“Tapi dia itu adalah penguasa Kekaisaran, mana mungkin aku bisa menghabisinya!” Bantahku dengan tegas.
“Siapa?!” Tanyaku penasaran.
Raja Ron pergi sambil berkata. “Nanti kamu tahu...”
__ADS_1
Sudah bilang gitu malah pergi, aku ingin mengejeknya tapi dia adalah raja dan jika aku mengejeknya aku yang akan dieksekusi.
Aku juga berjalan kembali berkumpul bersama para guru, murid, dan petinggi akademi. Setelah berdiskusi lagi, semua orang di antar ke jalan yang digunakan oleh raja Ron ke ruang bawah tanah. Setelah berjalan selama beberapa saat, ternyata jalan itu mengarah langsung ke istana sang raja.
“Selamat datang di istana...,” ucap raja Ron.
Aku berjalan mengamati istana yang megah, walau bukan pertama kalinya aku masuk istana tapi melihat kemegahan istana memang sangat jarang untuk dilihat.
Lalu raja Ron mengajak para petinggi akademi untuk berdiskusi di suatu ruangan rahasia. Sementara guru lain diminta untuk menjaga murid, kecuali aku. Aku diminta untuk ikut bersama raja Ron....
“Kenapa dia ikut bersama petinggi dan kami tidak?!” Tanya Rovka dengan keras.
“Dia ada urusan penting, dan harus ikut bersama petinggi dan yang mulia...,” ucap Alissa.
__ADS_1
Aku berjalan mengikuti raja Ron dan para petinggi ke sebuah ruangan....