The Ice Line

The Ice Line
Chapter 24: Bayangan


__ADS_3

Sebuah bayangan lewat di taman, aku terus mengamati bayangan itu sambil mengusap mata dan mengira itu adalah khalayanku. Tapi saat aku perhatikan lebih jeli bayangan itu mirip dengan ciri-ciri yang dikatakan oleh salah satu guru di akademi, yaitu menggunakan jubah hitam, pakaian yang menutupi seluruh badan hingga kepala dan tongkat sihir di tangannya. Aku curiga jika bayangan itu adalah pelakunya, jadi aku keluar dari kamar dan turun berlari menuju taman.


Aku berlari mengejar bayangan orang itu. Tapi saat aku sampai di tempat ia berjalan, tidak ada siapapun. Aku menoleh ke kiri dan melihat bahwa orang itu berjalan ke arah jalan utama menuju istana. Kurasa dia merencanakan sesuatu.


Aku melakukan teleportasi dengan sihir es tepat ke depan bayangan tersebut. Saat muncul di depan bayangan, aku langsung menyerangnya. Orang asing tersebut terlempar jauh dan beberapa penjaga datang setelah mendengar suara keras dari seranganku.


“ADA APA?!” Seru para prajurit penjaga yang tiba di belakangku.


“Ada orang asing tak dikenal,” ungkapku sambil berjalan maju ke arah orang asing itu.


Tiba-tiba kekuatan gelap keluar dari orang asing tersebut, diriku hampir terlempar namun dapat bertahan dari gelombang energi sihir gelapnya.

__ADS_1


Karena suara yang kuat dari energi sihir gelap membuat para guru, petinggi, dan raja Ron datang ke mari....


Sebelum mereka sampai, aku menciptakan pedang es lalu berlari maju di saat hantaman gelombang energi sihir gelap dari orang asing tersebut. Aku menebas orang asing tersebut namun ia menghindar dan balik menyerangku dengan energi sihir gelap yang menyebar ke segala area.


Aku memantulkan serangan sihir gelapnya dengan gelombang sihir es ku, sementara raja Ron, petinggi akademi, dan para guru termasuk Chiva yang diam-diam mengikuti baru datang namun mereka tidak melakukan apapun dan hanya melihat saja....


Entah apa yang mereka semua pikirkan. Tapi aku langsung berteleportasi ke belakang tubuh orang asing itu dan langsung menendangnya terjatuh. lalu saat setelah ia jatuh, aku mengunci kaki dan tangannya agar ia tidak dapat melakukan sihir apapun.


Sihir gelapnya perlahan menghilang dan memudar, lalu aku memukul sangat kuat kepala orang asing itu dan membuatnya langsung jatuh pingsan begitu saja....


Para petinggi termasuk raja Ron berjalan menghampiriku lalu mereka memuji aksiku dalam mencegah serangan asing. Raja Ron melihat lengan orang asing itu dan dia langsung mengenali bahwa simbol pada lengan kiri orang asing itu adalah simbol dari divisi sihir Kekaisaran Veratha.... Sepertinya misiku akan segera dimulai....

__ADS_1


Orang asing itu dibawa oleh para prajurit penjaga ke sebuah tempat bersama raja Ron dan para petinggi akademi. Setelah itu Chiva langsung berlari menghampiriku....


“Kamu tidak apa-apa Kiva?” Tanya Chiva.


“Aku tidak apa-apa kok, tapi aku merasa bahwa sihir gelapnya menyerang energi makhluk hidup...,” ungkapku.


“Kamu? Tidak ada niat untuk membantuku?” Tanyaku penasaran.


“Bukannya tidak ingin bantu, tapi saat aku ingin maju membantumu Pak Hendry langsung menghentikanku dan berkata 'Jangan, biarkan dia mengurusnya sendiri'. Jadi aku tidak bisa membantumu dan hanya bisa melihat saja...,” ungkap Chiva.


“Oh begitu..., mungkin mereka ada rencana sendiri,” balasku sambil merapikan baju pada lenganku.

__ADS_1


...****************...


Setelah 2 hari, aku dipanggil oleh raja Ron untuk ke istana dan ia ingin memberitahuku sesuatu....


__ADS_2