
Setelah dibuat kesakitan di bagian leher dan membuatku kembali tak sadarkan diri lagi dan aku dibawa ke suatu tempat entah di mana.
Entah sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri. Tetapi, saat aku membuka mataku aku merasa silau dan saat mengusap mata dan mengedipkan mata aku menyadari bahwa diriku berada di dalam kandang, seperti hewan peliharaan.
Aku tidak tahu ini tempat apa, tapi ini terlihat seperti kota. Aku melihat tubuhku yang kotor, aku juga menoleh ke kiri dan ke kanan melihat banyak orang yang bernasib seperti diriku. Aku berniat menggunakan sihir es untuk membekukan kandang ini. Namun, aku tidak bisa menggunakannya, ini seperti sihirku telah dikunci oleh seseorang sehingga aku tidak bisa menggunakan sihir apapun.
Tangan, kaki, hingga leherku dirantai dan tidak memberiku ruang bebas. Bagaimana ingin bergerak bebas jika aku saja dikurung di dalam kandang seperti hewan peliharaan. Aku melihat ke sekitar, banyak orang yang bernasib sama dirantai sepertiku dan tidak bisa berbuat apa-apa.
Aku bisa melihat pria yang mengurungku di sini. Ia berada di luar dengan suaranya ia menjual budak termasuk diriku..., awas saja....
Aku sangat benci saat ia mengatakan kata-katanya yang menjual budak, aku tidak bisa lama-lama mendengar orang ini berbicara, ditambah wajahnya yang lebih terlihat seperti orang mesum....
Sekitar 2 bulan lebih kemudian....
Sepertinya sudah lebih dari 2 bulan aku terjebak di sini, tidak ada yang berniat untuk menyelamatkanku.... Bahkan, tidak ada yang berniat untuk membeliku sebagai budak, aku juga tidak ingin dibeli oleh siapa pun. Aku juga tidak bisa menggunakan sihir apapun untuk melawan. Aku hanya diberi makan dua roti saja dalam satu kali sehari dan segelas air....
Tetapi, aku belajar banyak hal dari pengalamanku menjadi budak di sini.... Menurutku orang-orang yang menjadi budak di sini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu budak perlawanan dan budak sukarela. Budak perlawanan adalah mereka yang menolak untuk menjadi budak memilih melawan walau mereka telah disihir dengan suatu sihir yang akan membuat mereka patuh. Tetapi, hal itu tidak membuat tekad mereka untuk merdeka pudar. Sedangkan budak sukarela adalah mereka yang memiliki pemikiran bahwa mereka adalah orang-orang rendahan dan hanya pasrah pada apa yang terjadi pada mereka saat ini, orang-orang seperti banyak ditemukan pada ras Reva, dan di samping itu adalah orang-orang biadab yang merasa derajat mereka lebih tinggi sebagai manusia dan menganggap yang tidak berasal dari Yhokava bukanlah manusia dan menjadikan mereka budak. Lalu aku berada di kelompok yang mana? Jelas aku lebih memilih untuk melakukan perlawanan, jika saja pria itu lupa untuk menyihirku ia sudah pasti tewas dalam keadaan membeku.
Ya sudahlah, aku akan memikirkan itu lain kali saja..., kondisiku saat ini juga sudah kurus karena sedikit makan. Ternyata ini yang dirasakan oleh mereka yang menjadi budak....
Keesokan harinya, lebih tepatnya pada saat siang hari ada beberapa orang dengan baju zirah dan di depan mereka ada wanita tinggi cantik dengan dua aset besar, rok dan baju berwarna ungu, beserta topi penyihirnya yang berwarna ungu. Pokoknya hampir serba ungu.
Wanita ungu itu berjalan menghampiri pria atau bisa dibilang "penjual budak".
Wanita itu menarik napas pelan kemudian berbicara pada penjual budak, “Aku dengar di sini menjual budak yang bisa menggunakan sihir elemen es? Apakah itu benar?” Ucap si wanita serba ungu sambil menahan pipinya dengan telapak tangan. Harus ku akui ia benar-benar seperti wanita elegan atau seperti bangsawan.
__ADS_1
Sepertinya wanita itu sedang mencariku, tapi memangnya ia siapa? Aku tidak peduli dengannya, aku akan menolak jika ia ingin membeliku sebagai budaknya.
Si penjual budak itu menjawab sambil menunjukku dengan jari telunjuknya, “Ya, ini dia. Tapi, dia sering menolak perintah jadi tidak ada yang ingin membelinya.”
“Tidak apa-apa..., aku akan melatihnya menjadi murid yang baik...,” wanita itu kemudian mengeluarkan segepok emas dari sakunya dan hendak memberikan uang itu pada si penjual budak. Entah apa yang akan terjadi padaku setelah ini....
Setelah melihat emas yang begitu banyak, mata pria itu berbinar-binar menginginkan emas yang begitu banyak.
Wanita itu menarik kembali emasnya, “Serahkan dulu anak ini padaku, baru akan kuberikan emas ini padamu....”
“Ouh, baiklah nyonya,” Si penjual budak membuka kandangku dan menarikku keluar dengan rantai yang mengikat di leherku.
Setelah pria itu menarikku secara kasar dan paksaan dengan rantai, ia menerima banyak emas dari wanita itu.
“Anda terlalu baik, aku yakin dia akan menjadi budak yang patuh untuk Anda.”
“Tenang saja aku tidak akan menyakitimu..., sebaliknya aku membutuhkanmu....”
Wanita itu menarikku dan membuatku pingsan dengan memberi pukulan di leherku lalu ia membawaku keluar dari kota yang tidak kukenal bersama dengan prajurit yang menjaganya.
Tiba-tiba aku terbangun membuka mataku dan menoleh ke kiri dan ke kanan lalu ke depan tepat di sana ada wanita yang tadi membeliku sedang duduk di kursi yang empuk dan di depan terdapat meja dengan beberapa buku di atasnya, sepertinya ini bukanlah tempat yang biasa....
“Kamu sudah bangun? Bagus..., ada hal yang ingin kubicarakan padamu....”
“Sebelum itu jawab pertanyaanku dulu..., Siapa kau?! Apa yang kau inginkan dariku?! Jika kau hanya ingin memperbudakku aku akan membunuhmu!” Ucapku dengan nada yang keras dan mengancam wanita itu.
Wanita itu menarik napas dan menghembuskan napas lalu mulai berbicara, “Namaku adalah Alissa Ravana, pakai dua huruf s ya Alissa-nya,” jawab Alissa dengan nada yang seolah sedang menggoda.
__ADS_1
“Apa yang kau mau dariku?!”
“Hei jangan kasar begitu, jika saja para penjaga gerbang tidak memberitahu bahwa kamu menghilang mungkin kamu tidak akan berada di sini lagi.”
“Penjaga gerbang?” Tanyaku penasaran.
“Ya, mereka memberitahu bahwa setelah kamu pergi dari kota kamu tidak kembali pada saat malam hari.”
Aku baru ingat bahwa pada saat itu aku sempat menyapa dua penjaga gerbang saat keluar dari kota Letonia.
“Jadi, ini Letonia?” Tanyaku lagi masih penasaran.
“Ya. Kamu harus berterima kasih pada mereka. Aku dengar kamu bisa menggunakan sihir es, jadi aku membelimu untuk menjadi salah satu murid di sini di 'Akademi Sihir Setavia' atau 'Setavia Magic Academy'. Tapi aku tidak akan melepaskan status budakmu sebelum kamu lulus dari sini.”
Pupil mataku melebar karena terkejut apa yang Alissa katakan, “A-Akademi Sihir Setavia?! Jadi aku ada di Akademi yang terkenal itu! Tapi apa tujuanmu ingin aku menjadi murid sini?” Tanyaku dengan heran pada Alissa.
Alissa menjawab dengan santai sambil memiringkan kepalanya dan menahan pipinya dengan telapak tangan, “Aku membutuhkanmu untuk melawan kekaisaran Veratha. Saat ini kerajaan Setavia masih dalam situasi gencatan senjata dengan kekaisaran Veratha. Tetapi, kami khawatir mereka akan melanggar gencatan senjata dan melakukan serangan kejutan, maka dari itu kami membutuhkanmu untuk melawan mereka.”
“Jadi aku harus melawan kekaisaran Veratha? Lalu apa yang akan kudapatkan?”
“Kemerdekaan. Karena aku tidak ingin melepaskanmu sebelum kamu menyelesaikan misi,” ucapnya sambil meletakkan telapak tangannya di dadanya.
“Aku akan menganggap ini sebagai kontrak, dan jika sudah selesai aku tidak akan berurusan dengan kalian lagi.”
“Anak yang baik, kamu menerimanya dengan baik. Kamu akan tinggal di asrama laki-laki dan kamu akan diantar oleh seorang guru wanita.”
Alissa berdiri dan berjalan ke arahku, “Jangan bilang guru itu adalah kamu?!”
__ADS_1
“Ya aku kan memang guru di sini dan kamu akan berada di kelasku, kelas sihir elemen air karena kami tidak memiliki kelas sihir elemen es jadi kami memutuskan untuk memasukkanmu ke kelas sihir air saja,” Alissa mengajakku keluar dan kami berjalan menuju asrama laki-laki di sekolah ini....