
Setelah aku keluar dari gerbang aku memandangi hamparan padang rumput yang hijau dan indah. Aku berjalan menuju padang rumput, di sana terdapat pohon yang cukup besar yang dapat kugunakan sebagai tempat untuk berteduh.
Setelah sampai di bawah pohon aku langsung mencoba untuk menggunakan sihir es milikku. Awalnya aku membentuk sebuah pedang yang seluruh bagiannya terbuat dari es, pedang itu sangat tajam dan berbentuk melengkung khas seperti kebanyakan pedang yang ada di kerajaan Alvia dan di sekitar bangsa gurun pasir. Aku menghilangkan pedang es itu dengan sihir dan membuat pedang es lagi, tapi kali ini pedang es yang kubuat adalah bentuk bilah pedang yang banyak terdapat di benua Yhokava.
Setelah membuat pedang dari sihir es aku mencoba untuk menciptakan teknik lain dan berniat untuk memperkuat elemen es yang aku miliki. Aku berlatih hingga matahari telah berada di atas kepalaku, menandakan bahwa ini sudah tengah hari aku juga sudah merasa lapar, jadi memutuskan untuk kembali ke kota Letonia untuk makan siang.
Berjalan melalui jalan tanah menuju gerbang masuk Letonia, aku kembali ke kota dan pergi ke bar yang kemarin aku kunjungi untuk makan di sana. Aku masuk ke kota melalui gerbang depan dan kembali menyapa prajurit yang berjaga lagi. Aku berjalan ke arah tempat yang di mana bar kemarin berada.
Sesampainya di bar yang kemarin aku kunjungi aku segera masuk ke dalam bar dan ingin duduk di tempat kemarin aku duduk. Tetapi, sayangnya tempat itu sudah diduduki terlebih dahulu oleh seorang pria, yaitu pria besar yang kemarin secara tidak sengaja aku menabraknya.
“Harus ke meja lain...,” aku berjalan ke meja yang kosong, tidak ada senderan dinding apapun karena meja dan kursi berada di tengah-tengah bar.
Sebelum ke meja itu aku pergi ke kasir untuk memesan makanan dan barulah aku berjalan kembali ke meja dan duduk di sana menunggu makananku siap.
Pelayan datang dengan makanan dan minuman yang tersedia di atas nampan, ia meletakkan makanan dan minuman di atas meja lalu setelah itu ia pergi kembali mengantar makanan milik pelanggan lain.
__ADS_1
Makanan yang kumakan hari ini hanya sepotong paha ayam, roti gandum, dan tentu saja segelas air untuk diminum. Aku memakan seluruh makanan dengan lahap, setelah menyelesaikan makananku aku berdiri dan menuju kasir untuk membayar. Keluar dari bar setelah makan aku memutuskan untuk berjalan-jalan di kota lagi dan bertanya apakah ada toko yang membutuhkan karyawan atau yang sedang membuka lowongan kerja.
Setelah berjalan ke sana-sini cukup lama tidak ada satupun toko yang membutuhkan karyawan baru..., kota ini cukup luas jadi aku bisa pergi ke sudut lain dan jikapun aku masih tidak mendapatkan pekerjaan berarti keberadaan diriku memang ditolak di sini.
Karena tidak ada yang bisa kulakukan lagi, jadi aku memutuskan saja untuk kembali ke pohon di antara padang rumput luas di luar kota Letonia. Setelah sampai di bawah pohon besar itu lagi, aku hanya duduk sambil memeluk kedua kakiku. Aku menikmati pemandangan yang tidak pernah kulihat dan kurasakan di Alvia, di sini jelas tidak sepanas di Alvia yang merupakan daerah gurun pasir.
Terdapat beberapa anak-anak yang bermain di rerumputan, yah tempat ini memang tidak begitu jauh dari kota Letonia jadi jelas masih aman untuk bermain keluar dari kota.
Aku berbaring di bawah rindangnya pohon besar ini, di sini benar-benar sejuk sehingga aku sangat mengantuk dan mulai menutup mata....
Aku membuka mata dan saat melihat ke arah langit ternyata hari sudah mulai gelap, aku segera berdiri dan berjalan kembali ke Letonia.... Namun, aku mendengar suara batu yang dilemparkan ke pohon dari belakang pohon lalu mengecek bagian belakang pohon tapi tidak menemukan apapun.
Tiba-tiba dari belakang aku dibekap oleh seseorang menggunakan kain dan aku langsung kehilangan kesadaran....
Entah sudah berapa jam aku kehilangan kesadaran..., yang pasti saat ini aku terbangun di dalam kandang dan aku menyadari bahwa kaki dan tanganku diikat menggunakan rantai juga leherku terdapat semacam seperti kalung besi mulutku juga ditutup menggunakan kain tebal membuat aku tidak bisa mengatakan apapun.
Aku melihat sekitar dan menyadari bahwa tempat ini bukanlah Letonia, sepertinya saat aku kehilangan kesadaran orang yang membekapku membawaku ke suatu tempat yang tidak kuketahui.
__ADS_1
Aku mendengar suara orang yang berbicara, suara itu terdengar tidak asing. Saat aku mengangkat kepalaku untuk melihat ternyata suara itu adalah suara dari pria yang kemarin kutabrak! Ternyata aku telah bertemu dengan seorang penculik, betapa sialnya aku....
Pria itu berbicara dengan seseorang secara samar-samar. Namun, masih dapat kudengar....
“Dia bisa menggunakan sihir es, jadi aku tawarkan padamu 1000 Selova.”
“Dia mungkin bisa menggunakan sihir es, tapi dia sendiri masih remaja jadi belum banyak pengalaman dan butuh waktu lebih banyak untuk melatihnya, bagaimana jika 600 Selova?”
“Hmmm..., baiklah lagipula tidak sulit untuk menangkap bocah ini.”
Mendengar dari percakapan mereka aku tahu bahwa aku masih berada di Setavia. Namun, aku tidak sedang berada di Letonia. Sepertinya pria yang menangkapku ingin menjualku sebagai budak kepada seseorang di sini. Sial! Jika aku bertemu dia lagi akan kubuat dia dirajam dan membeku seumur hidupnya! Tapi bagaimana cara aku keluar dari sini jika aku sendiri diikat dan tidak diberi ruang gerak.
Aku melihat ke sekitar dan menemukan bahwa ada banyak orang-orang seumuranku yang menjadi korban, banyak juga dari mereka yang berasal dari ras Reva. Awas saja pria ini, akan kubuat dia mati dalam keadaan hina.
Setelah pria itu berbicara ia pergi dan muncul satu pria lagi lalu tangannya meraih kain di mulutku dan memberikan semacam kain lain dan memaksaku untuk menghirup kain tersebut. Setelah menghirup aroma dari kain itu aku langsung kembali kehilangan kesadaran lagi....
Entah sudah berapa lama aku pingsan, tapi saat aku terbangun aku sudah berada di sebuah penjara dengan kondisi kaki dan tanganku yang dirantai oleh besi termasuk leherku, ini membuatku tidak bisa banyak bergerak.
__ADS_1
Entah penjara apa ini, tapi tempat ini sangat gelap dan kotor. Pria yang tadi membuatku pingsan membukakan penjara dan dan melepaskan ikatan rantai besi ditubuhku.
Langsung saja aku menggunakan sihir es untuk membuat pedang es dan berencana untuk langsung menghabisinya. Tapi entah bagaimana saat aku akan menusuk tiba-tiba tubuhku berhenti bergerak dan aku merasakan rasa sakit luar biasa di bagian leherku yang membuat diriku tergeletak jatuh meronta-ronta kesakitan dan pria itu kembali membuatku tidak sadarkan diri dan membawaku ke suatu tempat yang kosong....