
Rovka dan Zhela melompat turun dari dinding pertahanan tanpa terlihat oleh prajurit pemanah yang berjaga.
Rovka dan Zhela kemudian mulai berjalan di sekitar luar dinding, mengamati dan mencari pergerakan misterius yang disebutkan oleh Zhela.
Mereka berdua terus berjalan di luar dinding, tapi mereka tidak menemukan apapun....
“Tidak ada apa-apa, coba ku nyalakan obor....” Rovka mengambil batang kayu di tanah, lalu memberi kayu tersebut sedikit percikan listrik yang mengeluarkan api....
Tiba-tiba suara langkah kaki yang sangat cepat tepat berada di belakang mereka. Suara langkah kaki itu bergerak menuju mereka berdua....
“BELAKANG!!!” Zhela menarik pedang dari sarungnya lalu berbalik dan menebas dengan pedangnya, walau dia sebenarnya sembarang menebas karena tidak tahu posisi pasti langkah kaki tersebut....
Setelah melakukan tebasan Zhela tidak menemukan apapun di belakangnya. “Di mana dia?! Padahal tadi tepat ada di belakang kita!” Seru Zhela.
Rovka ikut menarik pedangnya dari sarung untuk berjaga-jaga jika ada orang tiba-tiba menyerang mereka.
“Aku merasakan lonjakan energi petir di sini! Menghindar!” Rovka dan Zhela berlari dan melompat menjauh dari tempat mereka berdiri.
Sebuah sambaran petir yang besar menyambar tempat mereka berdiri, tapi beruntung mereka bisa menghindar sebelum terkena sambaran petir itu.
Para prajurit yang berada di atas dinding pertahanan terkejut dan langsung melihat ke bawah.
Tapi para prajurit yang lengah langsung dihabisi oleh seseorang di kegelapan malam dengan sangat cepat.
Suara teriakan prajurit yang terkena sayatan senjata orang misterius terdengar jelas.
__ADS_1
Seseorang dengan jubah gelap muncul lagi dan menebas Zhela, tapi beruntung Zhela dapat menangkisnya.
Rovka maju dengan pedang yang telah teraliri energi sihir petir, Rovka menebas orang misterius itu secara terus menerus. Orang misterius itu menangkis serangan Rovka dengan mudah bahkan ia melakukan serangan balik dengan sihir bayangan....
Rovka melompat mundur ke samping Zhela. “Zhela, kau urus orang ini. Aku akan ke atas untuk menemukan orang satunya,” pinta Rovka.
Orang misterius masih berada di depan mereka dengan pedang di tangannya. “Baiklah Rovka, aku akan mengurus orang ini....” Balas Zhela, lalu Rovka berteleportasi dengan sihir petir menuju ke atas dinding pertahanan.
Rovka yang sampai di atas dinding pertahanan melihat banyak mayat prajurit pemanah yang tewas terbunuh. Rovka mengecek salah satu mayat dan menemukan sayatan di belakang leher mereka.
Energi sihir bayangan dirasakan oleh Rovka, energi sihir itu tepat berada di belakangnya dan sedang menuju ke arahnya.
Rovka berbalik sambil melakukan tebasan ke belakang....
Orang misterius itu berpindah dengan cepat menggunakan sihir bayangan.... Sebagai pengguna sihir bayangan, Rovka tentu tahu di mana tempat orang misterius itu berpindah.
Pertarungan tak terelakkan, Rovka berteleportasi dengan sihir petir ke lokasi orang misterius itu berada. Masih di atas dinding pertahanan, mereka bertarung satu sama lain tanpa memandang status.
Pasukan Setavia yang sadar akan pertarungan mereka langsung naik melalui tangga menara untuk membantu Rovka.
“Jadi kau pikir aku ini bangsawan yang lemah?!” Kata Rovka sambil terus menebas pedangnya ke orang misterius itu.
Karena serangan Rovka yang terlalu cepat bagi orang tersebut, orang misterius itu tidak dapat melakukan serangan balik dan hanya bisa bertahan sambil menangkis tebasan Rovka.
Terlalu fokus dengan tebasan Rovka, Rovka mengambil kesempatan dengan berteleportasi menggunakan sihir petir ke belakang orang misterius lalu menusuknya dengan pedang.
__ADS_1
Aliran sihir petir menyambar ke tubuh orang misterius yang membuatnya tewas seketika....
Rovka menarik pedangnya dari tubuh orang misterius itu, lalu orang itu terjatuh dalam keadaan berlumuran darah....
...****************...
Sementara Zhela yang masih berurusan dengan orang misterius yang dari tadi terus bertarung dengannya. Zhela juga sempat mendengar suara teriakan dari pertarungan Rovka, dan ia menyimpulkan bahwa Rovka berhasil menghabisi orang misterius di atas dinding pertahanan.
“Sial, rekanku terbunuh. Apa aku harus mundur?” Kata orang misterius di dalam hatinya.
Zhela mengeluarkan bola api besar dari tangannya, bola api itu bergerak sangat cepat ke arah orang misterius.
Orang misterius itu berteleportasi menghindar, sementara bola api besar itu meledak karena tidak berhasil mengenai orang misterius tersebut.
Beberapa prajurit Setavia keluar dari gerbang lalu membantu menyerang orang misterius....
Zhela seolah santai dengan menaruh kembali pedangnya di dalam sarung saat prajurit telah tiba.
“Kau pikir aku perempuan lemah?” Kata Zhela dengan seringai di wajahnya.
Karena kepungan dari prajurit Setavia, orang misterius itu membuat sebuah pola sihir di tangannya. Tapi sebelum dapat mengeluarkan kekuatan sihir yang besar, Rovka tiba di atas kepalanya dan langsung menindih tubuh orang misterius itu membuat sihir yang akan dikeluarkannya batal dan kekuatannya menghilang begitu saja.
Saat Rovka hendak untuk memukul orang misterius itu, Zhela menyela dan memintanya untuk tidak menghabisinya. “Rovka! Jangan habisi dia, kita jadikan dia sebagai tawanan kita....” Pinta Zhela sambil memegang tangan Rovka.
Rovka menghela napas mencoba untuk sabar. “Baiklah, kau benar.... Prajurit, bawa di ke markas militer kota Rossa. Pastikan dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk memberontak....” Ucapnya Rovka lalu menyerahkan orang misterius yang sudah dalam keadaan memar dan terluka kepada prajurit Setavia....
__ADS_1