The Ice Line

The Ice Line
Chapter 28: Kota Rossa


__ADS_3

Aku lanjut pergi ke kamp di mana pasukan Setavia sedang bersiap untuk berperang.


Singkat cerita setelah berkuda cukup lama aku melihat siluet kamp pasukan Setavia di sisi barat dekat kota Rossa. Kota yang akan menjadi titik di mana pasukan Veratha akan melakukan serangan ke kota tersebut.


Dengan cepat aku segera memacu kudaku menuju ke kamp pasukan Setavia....


Aku sampai di kamp tersebut, lalu segera turun dari kuda tapi aku dicegat oleh beberapa prajurit yang mencurigaiku....


“Siapa kamu?!” Tanya prajurit yang menghentikanku berjalan dengan pedangnya.


“Aku Kivasta Ekova Lanhamr, aku diperintahkan oleh yang mulia raja Ron untuk menjalankan misi sesuai dengan kontrak,” jawabku tegas.


“Namamu aneh, untuk apa yang mulia mengirim anak-anak sepertimu ke medan perang?” Ejek prajurit tersebut.

__ADS_1


“Kivasta? Pengguna elemen es.... Jika memang kamu adalah Kivasta, maka buktikan jika kau memang memiliki elemen es,” tanya prajurit lain.


Aku menciptakan sebuah jarum es sebagai bukti bahwa aku adalah pengguna elemen es yang dikontrak oleh raja Ron. “Apa ini sudah cukup?” Tanyaku dengan serius.


Para prajurit yang melihat aku menciptakan jarum es terkejut, setelah cukup dengan hal itu aku mulai berbicara.... “Aku ke sini untuk memberikan informasi bahwa kota Letonia sedang dimata-matai oleh Veratha, dan kemungkinan akan menjadi target serangan diam-diam oleh Veratha. Mengingat bahwa ada penyihir yang berhasil memasuki area akademi sihir dan menghilangkan para murid di sana....”


“Kalau begitu langsung saja bicara para komandan.” Prajurit membawaku ke sebuah tenda yang di depannya ada bendera Setavia....


Masuk ke dalam tenda tersebut, aku melihat seorang pria yang cukup besar dan lumayan kekar sedang memperhatikan peta di meja. Kurasa dia adalah komandan yang bertugas di sini....


“Dia adalah Kivasta Ekova Lanhamr, seseorang yang diutus oleh yang mulia raja Ron karena kontrak...,” jawab prajurit yang mendampingiku.


“Oh, jadi dia Kivasta? Aku adalah Erlic, ditugaskan untuk memimpin pertahanan kota Rossa. Ada apa kemari?” Tanya komandan Erlic lagi.

__ADS_1


“Aku ke sini untuk memberitahukan bahwa kota Letonia sedang dimata-matai oleh Veratha dan kemungkinan besar akan menjadi target sasaran serangan dari mata-mata Veratha,” jawabku dengan tegas.


“Mata-mata Veratha?! Harus segera dilaporkan pada Jenderal, mengingat bahwa ada penyusup yang memasuki akademi di Letonia....” Komandan Erlic kemudian mengambil secarik kertas yang ada di mejanya lalu menulis sesuatu di kertas itu.


Setelah menuliskan sesuatu di kertas tersebut, komandan Erlic memberikan kertas tersebut pada prajurit yang tadi mengantarku ke tenda ini lalu prajurit tersebut langsung pergi mengirimkan kertas itu pada divisi informasi untuk dikirim pada pemerintah Letonia.


“Kivasta aku membutuhkanmu untuk membantu dalam mempertahankan kota Rossa dari serangan prajurit Veratha,” ucap komandan Erlic.


“Karena masih dalam bagian dari kontrak. Maka iya, aku akan membantu dalam mempertahankan kota ini.... Tapi setelah mempertahankan kota ini baik kalah ataupun menang, aku akan melanjutkan misiku sendiri...,” balasku serius.


“Baiklah, aku akan meminta pasukan garis depan untuk bersiap.” Komandan Erlic pergi dari tenda meninggalkanku.


Aku mengikutinya menuju ke garis depan pertahanan kota Rossa, banyak prajurit pemanah yang telah bersiap di atas tembok pertahanan kota sebagai pertahanan terakhir. Juga gerbang kota sudah ditutup dengan rapat untuk mencegah musuh masuk.

__ADS_1


Aku mengamati arah di mana pasukan Veratha diduga akan melakukan serangan mereka, tapi tidak ada tanda-tanda serangan apapun sampai....


__ADS_2