The Mafia Girl

The Mafia Girl
Part 1


__ADS_3

PROLOG


Mungkin menjadi mafia bukanlah keinginan seseorang bahkan gadis itu juga. Namun karena waktu dan keadaan yang merubahnya menjadi seorang mafia yang kejam dan tak punya hati nurani.


Ia tak pernah gentar menghadapi musuh-musuhnya, mau laki-laki, perempuan, bahkan aparat negara sekalipun. Apabila mereka berani melawan bahkan bermain-main dengannya artinya sama saja, dengan menantang maut.


Hidup di dunia yang penuh dengan kegelapan sudah menjadi makanan sehari-hari gadis itu. Jika ia tidak melewati masa-masa itu mungkin ia tidak akan seperti sekarang, menjadi kuat seperti hari ini.


Golden Diamond Mafia atau yang lebih dikenal dengan GDM. Gangster pemula yang terkenal bengis. Siapapun yang bermain-main dengan GDM berarti dia siap mati.


Gangster pemula yang kini memimpin dunia. Tak ada satupun dari mereka yang berani menyentuh GDM. Gangster itu dipimpin oleh seorang gadis yang masih muda. Gadis yang keras, bengis.


Larisa Chastine Nancy namanya, yang kini berganti nama menjadi Larisa Chastine Bramantyo. Gadis yang memiliki nama cantik dan berparas cantik. Namun tidak dengan sifat gadis itu. Terlahir di keluarga yang berkecukupan ternyata tidak menjamin kebahagiaan seseorang.


Ya, gadis itu memiliki nama belakang Nancy. Siapa yang tak kenal keluarga Nancy, keluarga yang memiliki berbagai aset kekayaan yang melimpah bahkan menembus dunia. Namun sayangnya menjadi bagian dari keluarga itu membuatnya menjadi tersiksa. Hingga karena suatu hal yang membuatnya melepas nama marga tersebut.


Selain menjadi leader, ia juga menjadi CEO di perusahaan yang ia rintis sendiri dari usia yang terbilang cukup muda. Bukan hal yang mudah bagi gadis itu untuk bersaing di dunia bisnis. Meskipun pernah gagal berkali-kali tidak menyurutkan semangat gadis itu untuk bangkit kembali.


Ia punya alasan untuk bangkit, yaitu membalaskan dendam kepada keluarga Nancy. Keluarganya sendiri, banyak lika-liku yang harus ia lewati. Berkat kejeniusan yang ia punya. Perusahaan baru yang kini bisa menggeser posisi Nancy's Group.


******


Menjadi seorang leader gangster dan menjadi CEO tidak membuat gadis itu menjadi puas. Bahkan ia mencoba menguji kemampuan yang ia miliki di bidang balap. Dan ia berhasil dalam bidang itu, bahkan ia dijuluki sebagai penguasa jalanan.


Semua pahitnya kehidupan sudah ia rasakan. Hingga suatu saat ia bertemu dengan keluarga Bramantyo, keluarga baik hati yang mau mengangkatnya menjadi anaknya. Gadis itu bersyukur bertemu dengan keluarga ini, keluarga yang menyayanginya seperti keluarga kandungnya.


Gadis itu bertekad akan melindungi keluarga ini. Bahkan ia sendiri yang akan membalasnya siapapun yang berani menyentuh keluarga ini. Gadis yang memiliki sifat yang keras dan tidak bisa ditoleransi, apapun yang ia inginkan harus tercapai termasuk menguasai dunia.


Pagi ini ia kembali melakukan aktivitasnya. Ia melihat bayangannya di cermin dan segera bergegas. Sudah hampir 3 tahun ia tinggal di LA, ya ia emang tidak tinggal di Indonesia karena kelas akselerasinya.


"Let's play thisΒ  game " gumamnya pada bayangannya.


Gadis itu meraih sebuah benda persegi panjang yang tergeletak di atas nakas tempat tidurnya. Setelah mengotak- atik ia, tempelkan benda itu pada telinganya.


"Lumpuhkan mereka"

__ADS_1


Setelah itu ia bergeser menuju layar monitor yang sudah menyala. Ia tertawa terbahak-bahak melihat kejadian yang berlangsung.


Ya, disana tampaklah tiga orang yang tengah disiksa, mungkin lebih tepatnya dibunuh secara perlahan. Jeritan-jeritan yang keluar dari mulut korbannya terdengar seperti cerita lucu bagi gadis itu.


Sinting memang, mungkin hampir sebagian besar orang melihat darah segar yang keluar dari tubuh seseorang yang tengah dimutilasi adalah hal yang menjijikan, namun itu tidak berlaku pada gadis itu. Melihat darah segar yang keluar dari tubuh korbannya adalah kesenangan baginya.


Ia seringkali merasa hidup jika melihat kejadian serupa. Bagi dia, jika sehari saja ia tidak membunuh atau mengeksekusi korbannya hingga mati secara perlahan dengan sendirinya ia akan merasa tersiksa, bahkan bisa jatuh sakit.


"I love this game"


Senyum mengembang di bibirnya. Setelah merenggangkan otot ia melangkah keluar dan pergi menuju lokasi eksekusi.


"Selamat datang kapten" kata sang penjaga.


Gadis itu hanya tersenyum dan terus melangkah masuk. Setibanya didalam ia memberikan sebuah applause kepada rekannya.


"Kapten" katanya seraya membungkuk hormat. Sementara gadis yang ia sebut kapten hanya tersenyum.


"Langkah apa yang selanjutnya harus saya lakukan?"


"Sebelum itu, kirim gambar kepala mereka kepada Werewolf dan beri tanda GDM"


"Oh ya satu lagi, sampaikan jika leader GDM menanti. Jika tak ingin mati dalam kurun waktu yang singkat, jangan macam-macam." Imbuhnya.


"Baik kapten"


Setelah menyampaikan beberapa kata, ia melangkah pergi. Namun setelah beberapa langkah gadis itu menoleh.


"Tubuhnya berikan pada leon. Pasti kucing kesayanganku itu belum makan" katanya lalu melangkah pergi.


Leon adalah singa peliharaan Risa yang sengaja ia taruh disana untuk memakan tubuh-tubuh siapapun yang berurusan dengannya, guna untuk menghilangkan jejak.


Gadis itu kembali ke apartemen yang ia huni. Ia sangat mencintai kota ini daripada tanah kelahirannya sendiri. Alasannya simpel karena disana banyak luka yang ia dapat oleh orang-orang jahat.


Ia mengambil laptopnya dan membaca pesan yang masuk. Hari ini hari yang menyenangkan bagi Risa, namun waktu tidak berpihak padanya karena tak terasa bulan telah menunjukkan dirinya dan mengusir matahari tenggelam.

__ADS_1


Bang Satria.


Lo kapan balik kunyuk?


Mommy kangen sayang, kamu kapan pulang?


Daddy.


Daddy ada kabar bagus untukmu, posisi Nancy's Group turun.


Bang Dani.


Lo berulah apalagi ha?! Hal konyol apa yang lo perbuat.


Silla.


Ada dimana lo sekarang? Ada berkas yang mesti lo tanda tangani.


Bang Leo.


Kenapa nggak balik-balik sih? Takut kalah main PS sama gue?


Omong-omong soal Satria. Satria Nicholas Bramantyo, kakak angkat Risa yang baik walaupun agak tengil.


Dani, Dani Napoleon. Tangan kanan Risa di GDM. Lelaki yang sudah dianggap abang kandung oleh Risa selain Satria.


Silla, Silla Amalia. Anggota GDM sekaligus tangan kanan Elgrup dan orang kepercayaan keluarga Bramantyo. Alasan Risa mengangkat Silla menjadi tangan kanannya karena Silla mampu melawan 52 orang bersenjata dengan satu buah pisau saja.


"Do you miss me guys? Gue bakal balik kok, nanti kalau udah waktunya. Gue bisa aja sebenernya balik sekarang , tapi kalo itu sampai terjadi artinya gue balas dendam."


Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘


Next story......🧐🧐🧐🧐


Happy Reading....😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2