The Mafia Girl

The Mafia Girl
Part 21


__ADS_3

Nando POV


Gue nggak ngerti kenapa jantung gue bisa gitu. Tak lama setelah dari mansion Risa gue sampai ke mansion gue. Lalu gue mengambil benda pipih persegi panjang tersebut.


Princess RisaπŸ‘‘


Anda


Hai.


14.10


Princess RisaπŸ‘‘


Apaan Ndo?


14.11


Anda


Lagi apa lo?


14.11


Princess RisaπŸ‘‘


Napas!


14.15


Anda


Oalah iya.


14.15


Risa cuman me read pesan gue? Entah mengapa gue jadi geram pasalnya banyak cewek disana yang pesannya pengen gue bales. Tapi ini? Cuman diread!


One more, kalo kalian nanya kenapa gue namain dia begitu karena ya lucu aja. Cocok gitu sama dia. Galak tapi gemes. Idaman gue banget.


"Kenapa cuman diread sih?!" Kataku sambil melemparkan ponsel ke kasur.


Drtt..drttt...


"Hallo?" Tanyaku


"........."


"Penguasa jalan turun lagi? Gue bakal kesana!" Kataku. Lalu beralih kesesuatu


Prince ELISβ™ 


Anda


Woy!


15.00


Azka PF


Apaan bos?


15.02


SatriaN


-2

__ADS_1


15.02


AlvaroF


-3


15.02


Zidanrhmnsyh.


-4


15.02


AzkaPF


Kagak kreatif lu pada!


15.04


Alvaro F


Noh si Satria! Gue mah kreatif.


15.07


Anda


Bct! Ntar malem ada balapan dan penguasa jalan bakal turun!


15.10


AzkaPF


Serius lo?


15.15


SatriaN


-2


Zidanrhmnsyh.


-3


AlvaroF


-4


Anda


Iya! Kalo kalian mau ikut! Kumpul dimarkas gue tunggu jam 11!


15.20


Gue kembali melihat handphone tidak ada balasan yang kunjung dari Risa.


Hal ini membuat gue sangat tertarik pada Risa. Sosok gadis tipikal gue.


Jika kalian nggak tau Risa, gue bakal deskripsiin buat kalian secara cuma-cuma.


Dia baik, cantik, kurus, kulitnya sawo matang, cerdas, pemberani, mandiri, gigih.


Banyak hal-hal istimewah dari dia. Gue nggak tau kenapa dia terlihat begitu sempurna.


Udah-udah, kembali lagi ke masalah penguasa jalanan. Dia adalah pembalap yang gue idolakan. Karena dia nggak pernah sama sekali kalah dalam urusan memacu kecepatan.

__ADS_1


Kalo menurut gue dia perempuan tapi gue nggak pernah ngerti dia cowok atau cewek. Karena dia kalo balapan selalu memakai topi dan masker.


Biasanya penguasa jalanan nggak akan turun kalo imbalan serta lawannya receh. Kemungkinan lawan kali ini adalah berat.


Tiba-tiba saat pikiran gue berkecamuk gue mendapat sebuah foto.


"Ah jadi ini yang nantang?" kataku.


"Nantang maut!"


Seketika gue melihat nama Risa yang tertera paling atas di room chat handphone gue. Gue langsung mengambil benda panjang pipih tersebut dan memasang pin di kontak Risa.


Gue fikir menaklukan Risa adalah hal yang tidak terlalu sulit namun ini sulit sekali. Ia hanya membaca pesan dari gue, dan sekarang gue telpon dia tidak menjawab.


Ya, akhirnya dia mengangkat telpon dengan sedikit sensi. Meskipun harus gue telpon berkali-kali.


"Ada apa?!"


"Lagi apa?"


"Nggak usah berbelit-belit! Langsung to the point ada apa! kalo nggak penting gue tutup"


"Eh jangan dong, Yaudah iya iya. Jalan yuk,"


"Lo nggak papa?"


"Ya nggak papa lah, gue sehat kok aman"


"Lo nggak capek apa?"


"Capek? Enggaklah. Lo capek?"


"Ya enggak juga sih, tapi gue kasian lo"


"Kasian kenapa si? Gue gapapa kok, Jadi lo nggak mau?"


"Ya mau-mau aja Ndo, Tapi lo beneran nggak capek? Tadi udah nganterin gue pulang dan sekarang lo balik lagi"


"Santai ajalah. Gue udah biasa kok amanlah"


"Serius? Gue jadi ngerasa nggak enak"


"Enakin aja. Yaudah deh gini aja kalo lo ngerasa nggak enak sama gue nggak papa nggak papa. Untuk menebus rasa bersalah lo. Lo harus mau jalan sama gue"


"Itu sih maunya lo! Yaudah deh mumpung gue baik dan gabut gue mau"


"Oke gue otw"


Setelah itu gue langsung menutup telpon dan bergegas mandi. Sudah menjadi hukum karma mandi adalah bersifat wajib. Karena sebagai laki-laki wangi adalah syarat utama.


"Mau kemana? Wangi banget?" tanya Vania, mama gue.


"Jalan ma, Menjemput jodoh"


"Sekolah belum lulus, udah bilang jodah jodoh aja" kata mama.


"Gapapa sih ma, kalo nggak dijemput takut nyasar sama takut diambil orang"


"Siapa yang mau sama kamu? Ice Man?"


"Mama jangan ngeledek ya, Nando juga laku tau. Mama kira Nando nggak laku gitu? Bukannya Nando dingin ma, tapi Nando punya selera."


"Mama pengen tau siapa yang berhasil mencairkan tembok es kamu" kata mama.


Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘


Next story......🧐🧐🧐🧐

__ADS_1


Happy Reading....😊😊😊😊


__ADS_2