The Mafia Girl

The Mafia Girl
Part 3


__ADS_3

******


"Woy kecebong!" teriak seseorang dari kejauhan


Gadis itu pun menoleh ke sumber suara. Namun sayang, ada pergerakan cepat yang memutus pergerakan gadis itu.


"Gila kecebong gue udah besar sekarang. Abang lo yang ganteng ini rindu" katanya mengeratkan pelukannya.


"Ah bang Sat, I miss me too" kata gadis itu sambil membalas pelukan dan tak lupa ia juga menekan kata *******


"Kampret lo, kalo manggil nama gue yang lengkap. Di kangenin orang ganteng kok nggak mau" sahutnya percaya diri.


Gadis itu hanya memutar bola matanya malas. Yang perlu kalian garis bawahi adalah lelaki yang notabennya abangnya Risa ini memiliki kadar percaya diri yang berlebihan bahkan akut.


"Ayo pulang, pasti mommy udah kangen" ajaknya.


Gadis itu menyetujuinya langsung dan bergegas meninggalkan lelaki itu. Ia langsung melesat menuju mobil.


Sementara anak buah Risa sudah kembali menjalankan aktivitasnya kembali setelah kedatangan Satria.


"Woy!" teriak laki-laki itu kembali.


"Apaan sih? Kenapa sih lo doyan banget teriak-teriak?"


"Barang-barang lu,enggak lu bawa apa? Mau ditinggal disini apa gimana?" Tanya lelaki itu.


"Terus gunanya lo disini ngapain?"


"Ya buat jemput lo lah. Emang gue mau ngapain lagi pinter?" Tanya lelaki itu.


"Yaudah sih sekalian aja angkatin barang gue. Susah banget, gue tunggu dimobil. 5 menit ya, telat gue tinggal" ucap gadis itu sambil berjalan menjauh.


"Untung adek gue lu, kalo enggak udah gue bom lu. Sabar sat sabar, emang cobaan orang ganteng emang begini" katanya menyemangati dirinya sendiri.


Dengan langkah terengah-engah lelaki itu membawa barang bawaan adiknya.


"Lama amat" sindirnya.


"Buset, nggak tau terima kasih lo setan. Udah dibawain juga, nggak tau apa lo koper lo ini berat. Bawa apaan sih dari LA? Batu? Pasir? Bawa oleh-oleh juga enggak"


"Bawel"


Lelaki itu tak menanggapi dan segera meraih kunci mobil yang ia simpan dalam saku celana belakangnya. Namun benda itu tak ada disana.


"Cari apaan sih?" tanyanya


"Lo diem disini, jangan kemana-mana gue ke dalem bentar" Teriaknya sambil berlari.


Selang 15 menit ia kembali dengan nafas yang terengah-engah namun ia menjadi kesal pasalnya ia lelah mencari kunci mobil yang ia sangka hilang, tapi ia melihat adiknya tengah duduk manis dalam mobil.

__ADS_1


"Loh?! Lo kok bisa masuk sih?!" ucapnya kesal.


"Ya terus gue nggak boleh masuk gitu? Gue capek-capek terbang dari La kesini, 18 jam bang. Jahat amat lu, kalau punya dendam sama gue bilang dong, jangan begini."


"Maksud gue kenapa lo bisa duduk didalem" kata Satria.


"Terus gue mau duduk dimana kalo nggak didalem? Di depan mobil? Di kap? Atau gue lesehan di depan bandara?"


Lelaki itu melihat kunci mobil yang ia cari sudah menggantung ditempatnya.


"Itu kunci kenapa bisa ada disitu? Lo yang bawa? Tadi ada orang yang kesini terus ngasih kuncinya ke elu? Atau emang gue lupa bawa apa gimana?" Tanya Satria berbondong-bondong.


"Banyak nanya ih, kepo lu kaya dora"


"Serius bangs*t!" katanya kesal


"Kan nama lu bang Sat"


"Serius Ris, gue tadi ke dalem nyari itu. Gue kira hilang, gue sampe nanya-nanya orang tau nggak?!"


"Kan udah gue tanya tadi, lo nyari apa abangku sayang. Tapi jawaban lo?"


"Nggak tau, bodo amat pengen beli truck"


Dengan perasaan kesal lelaki itu memacu mobilnya dengan kecepatan normal. Tak lama mobil itu memasuki pekarangan rumah yang mereka tinggali.


Suaranya menggema diseluruh ruangan tersebut.


Sementara dengan kesal lelaki itu mengikutinya serta membawakan baranng-barangnya. Terlihat jelas pada wajah lelaki itu kesal terhadap adiknya yang usil.


"Waalaikumsalam, eh anak mommy udah sampe. Gimana perjalanannya? Capek?" tanya Linda, ibunya.


"Capek sih, tapi aman lah mom"


"Abang kenapa? Mukanya kok jutek gitu?" tanyanya.


"Gapapa"


"Gitu doang udah baper ih, kaya cewek lu lama-lama tinggal pake rok sama lipstick aja" komentar gadis itu.


Sementara lelaki itu hanya memberikan tatapan tajam pada gadis itu.


"Ini ada apa? Kenapa berantem?" tanya mommy


"Anak mommy yang satu ini bikin kesel setengah mati" adunya.


Lelaki itu menceritakan semuanya yang ia alami selama berada dibandara.


"Risa jangan jail, kasian kan abangnya"

__ADS_1


"Ya maap, lagian abang juga sih salah. Kunci mobilnya udah hampir mau jatuh untung Risa tau, kalo enggak? Bisa-bisa kita pulang naik taksi" Bela Risa.


"Bener?"


"Satria nggak ngerasa kok mom, yang Satria tau tiba-tiba kuncinya nggak ada terus pas balik ada di mobil sama Risa. Padahal tadi Satria taruh dikantung celana." Kata Satria


"Kamu itu selalu teledor abang. Lain kali jangan begitu kan mommy udah berapa kali sama kamu, nggak usah buru-buru cek dulu semua. Pastiin semua barangnya ditaruh ditempat yang aman dan nggak ada yang tertinggal"


Gadis itu hanya menjulurkan lidahnya seolah merasa menang karena ibunya berpihak padanya.


"Risa juga, lain kali kalo mau ngingetin abangnya jangan begitu. Kasian abangnya, udah panik"


"M*mpus" kata Satria tanpa suara.


"Sudah-sudah, Risa minta maaf" kata mommy.


"Maap"


"Yang bener" kata mommy.


"Abang maaf ya"


"Sekarang kalian istirahat"


"Ay ay kapten" ucap Risa seraya member hormat.


Setelah itu Risa dan Satria pun menuju lift dan bergegas ke kamar untuk istirahat.


"Akhirnya gue sampe juga. Uh enak banget, rasanya badan gue remuk-remuk. Ini nih yang bikin gue kangen sama tempat ini. Emang ini kasur cinta sejati gue" gumam Risa


Setelah itu gadis itu pun meejamkan matanya menuju pulau kapuk tanpa mengganti baju dan membersihkan diri.


19.00 wib


Drtt....drttt..drttt...


"Siapa sih?! Ganggu amat, baru juga gue tidur" gerutunya mengambil handphone


"Halo?! Apa?! Lo nggak tau apa gue barusan tidur dan sekaang lo ganggu-"


"Maaf kapten. Markas diserang kapten, banyak pasukan yang tumbang. Bang Dani dan yang lain kewalahan"


"Damn it! Gue kesana sekarang" katannya tak percaya.


Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘


Next story......🧐🧐🧐🧐


Happy Reading....😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2