
Satria POV .
"Aaaaa......"
Gue yang mendengar teriakan itu langsung menuju kesumber suara
"Risa? Kamu kenapa? Hey?" Tanyaku sambil mengusap rambutnya
"Hah!" katanya terbangun dengan keringat yang bercucuran dan napas yang naik turun
"Kamu kenapa? Tenang disini ada abang. Tenang ya nih minum" Ujarku sambil menyodorkan minum
"Mimpi itu dateng lagi bang"
"Udah, itu semua cuman mimpi. Udah nggak usah di pikirin." kataku
"Udah ya. Mending kamu mandi ayo siap siap sekolah."
Risa pun segera mandi. Gue menuju kamar. Kemudian itu gue mandi. Dan setelah melakukan ritual itu gue menuju meja makan.
"Pagi semua. Satria yang tampan sudah bangun dengan membawa kebahagiaan" Ucapku percaya diri
"Pagi abang." Ucap bonyok (Bokap-Nyokap) gue.
"Ayo sarapan" ajak mommy
"Pagi" jawab Risa.
"Buset singkat amat mbak. Sariawan?"
"Nggak usah mancing deh lo" katanya sinis.
"Yah mancing, lu kata diempang apa mancing segala".
"Udah abang Risa masih pagi jangan pada berantem. Ayo cepet sarapan terus berangkat ntar kesiangan. Ntar Risa berangkat sama abang." Potong mommy.
"Lo pinter banget sih mainin peran. Tadi lo ketakutan lo keliatan rapuh dan sekarang lo berlagak kuat seolah-olah nggak ada apa-apa"
"A..." Ucapnya
__ADS_1
"No no no sayang." Sahut mommy cepat
Gue sama daddy cuman bisa geleng geleng kepala kalo udah ngeliat mommy sama adek gue debat.
"Bener kata mommy dek. Lo dianterin sama most wanted kok nggak mau. Jarang-jarang lo gue nganterin cewek" Timpalku
"Iyalah lo kan jomblo" Jawab Risa.
"Enak aja lo, Yang mau gue anter banyak. Seantero sekolah juga ada kali"
"Termasuk ibu-ibu kantin juga?" tanya Risa.
"Bu-" Ucapku terpotong.
"Kok malah kalian yang debat. Mau berangkat jam berapa. Ayo berangkat. Inget Risa jangan bikin masalah." Kini gantian daddy gue yang angkat bicara.
"Masalah apa dad?" tanya Risa polos.
"Ya daddy nggak tau, yang tau kan kamu. Daddy cuman pesen jangan berbuat aneh-aneh disana"
"Awal-awal mah aman dad, nggak tau deh kalo besok-besok" kataku.
"Gue juga nggak"
"Ngeles aja sih kaya bajaj. Lu pikir gue nggak tau apa" katanya.
"Sotoy sih! Orang alim gini juga dibilang tukang bikin onar"
"Apanya yang alim?" tanyanya.
Omong-omong soal mommy dan daddy gue kenapa nggak ngelerai karena mereka tau anaknya kalo lagi adu bacot udah kagak bisa berhenti.
******
Setibanya mereka disana, mereka menjadi artis karena langsung menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak karena Satria yang notabennya most wanted yang humoris.
Baru ini berangkat bahkan disupirin sama cewek. Langkah memang
"Yaampun Satriaa..."
__ADS_1
"Gila makin hari makin bening Ya Allah"
"Sama cewek!!!!"
"Anak baru?!"
"Cari mati jalan sama Satria"
"Cantik sih tapi songong"
Sedangkan Risa? Hanya bersikap bodo amat. Gadis itu berjalan cuek dengan memakan permen karetnya. Setelah itu mereka sampai di ruangan kepala sekolah.
Tok..tokk..tokkk
"Permisi pak" Ucap Satria
"Iya, ada apa Satria?" Ucap Kepsek
"Enggak pak saya cuman nganterin anak baru"
"Oh anak baru kata Nona Silla. Baik terima kasih Satria kamu bisa langsung ke kelas" Perintahnya.
"Siap 86 bapak" kata Satria seraya memberikan hormat.
"Gue balik, belajar yang pinter. Ntar lo message aja lo dimana, ntar gue kesana" kata Satria pada Risa.
"Hm"
"Kamu kenal sama dia?" tanya kepala sekolah selepas Satria pergi.
"Oh, enggak pak. Tadi cuman ketemu aja waktu digerbang"
"Dia anak donatur disini" katanya.
Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘
Next story......🧐🧐🧐🧐
Happy Reading....😊😊😊😊
__ADS_1