The Mafia Girl

The Mafia Girl
Part 36


__ADS_3

Risa POV


"Keliatan banget gitu ya?" Tanyaku


"Iya Ris lo cerita sama kita" Ucap Azka


"What?" Pekik mereka


"Apaan sih! Nggak usah lebay gitu deh" Ucapku


"Lett lo nggak halu kan?" Ucap Varo


"Gue serius"


"Sumpah ini keajaiban seorang Nando nembak lo" Kata Azka


"Why?" Tanyaku


"Nando itu cuek sama cewek dari dulu. Gue nggak tau kenapa." Ucap Varo


"Bahkan kita sempet ngira kalo dia homo. Karena nggak suka sama cewek. Nando itu ketus sama perempuan."


"Kenapa lo nggak jawab?" Tanya Satria


"Ya kan perlu waktu bang" jawab Varo


"Gue nanya Risa bukan lo"


"Yaila sama aja sih" kata Varo.


"Kenapa?" tanya Satria.


"Ya gue nggak yakin aja sama Nando" kata Gue.


"Nggak yakin kenapa?"


"Nando orang baik kok. Dia kalo udah sayang pasti sayang banget sama orang itu Ris" jelas Satria.


"Tau dari mana?" tanyaku.


"Gue takut kalo Nando cuman jadi pelampisan gue bang. Gue belom bisa sepenuhnya move on dari Devon" Ucapku


"Who Devon?" Tanya Varo


"Dia cowok gue" Ucapku


"Sekarang hubungan lo sama Devon gimana? Devon dimana? Kok lo nggak pernah ngenalin dia sama gue?"


Tanya Satria


"Hiks..hikss.."


"Loh kok nangis sih? Pertanyaan abang salah ya? Maaf deh" Ucap Satria memelukku


"Hikss.. a..abang... nggak salah kok. Devon udah diatas sana bang." Ucapku

__ADS_1


"Maaf ya sayang abang nggak tau" Ucap Satria


"Gapapa kok."


"Mungkin saat ini saat yang tepat buat lo move on dek" Ucap Azka


"Iya bener kata bang Azka rencana tuhan pasti indah Ris. Mungkin Nando sengaja dikirim buat lo sebagai pengganti Devon" Ucap Varo


"Mending lo jalanin dulu aja. Ya kalo lo mau. Tapi inget lo harus belajar buka hati buat Nando karena berjuang sendiri itu nggak enak Ris. Perjuangan sesorang juga ada batasnya" Ucap Satria.


"Makasih ya abang-abangku." Ucapku memeluk ketiga abangku.


"Kalo kamu seneng kita juga seneng. Kebahagiaan kamu kebahagiaan kita juga" Kata Azka


"Yaudah gih kabarin sana Nandonya" kata Satria


"Enggak ah biarin aja, biar waktu yang ngejawab semuanya"


Bang Dani is calling....


"Bentar ya"


Gue pun bergegas keluar untuk menerima panggilan tersebut.


"Kenapa?"


"Nggak lupa kan lo ada balapan ntar malem. Hari ini jadwal lo tanding. Nando terima tantangan lo"


"Oh iya, gue lupa"


tut...


"Siapa?" tanya Satria.


"Silla"


"Kenapa?" tanya Satria.


"Dia minta gue kesana, buat temenin dia. Dia suruh nginep katanya. Gapapa ya bang?"


"Yaudah gih, nanti biar abang anter"


"Eh, nggak usah bang. Risa naik motor aja. Kan besok juga dipakek sekolah" kataku.


"Nggak papa biar dianter aja. Kan Besok bisa abang jemput kesana. Lagian ini udah malem gimana kalo kamu kenapa-napa?"


"Jangan ngeraguin kemampuan bela diri yang Risa punya ya" ledekku.


"Enggak ini kan cuman demi kebaikan kamu"


"Iya Ris, bener kata Satria" kata Azka yang ikut berkomentar.


"Yaudah deh iya. Risa naik dulu ambil jaket"


Malam ini gue bakalan nunjukkin ke bang Dani bahwa Nando hanyalah sebuah lawan kecil.

__ADS_1


"Gue bakal ngancurin lo malam ini" gumamku dicermin.


Bang Dani.


Kalo lo menang, lo boleh minta apapun dari gue.


Okan.


Ada sedikit hama kapten, kemungkinan besar itu adalah anak-anak KD.


Silla.


Jangan lupa mampir ke apart, tanda tangan lo setumpuk.


"Hama?”


Gue pun memutuskan untuk menelpon Okan untuk memperjelas apa yang dimaksud hama.


"Apa yang kau maksud hama?"


".................."


"Berapa banyak?"


"........."


"Bawalah 5 orang saja yang ikut bersamamu, datanglah kesana. Tapi jangan menyerang dulu sebelum kuperintahkan kalian menyerang"


Setelah itu kututup telponnya dan bergegas pergi dengan memakai jaket berwarna hitam.


Malam ini mood ku benar-benar memburuk setelah mendapat informasi dari Okan.


Kenapa banyak sekali yang ingin bermain-main dengan GDM.


Apa mereka sudah siap mati?


Apa mereka tidak ingin bernafas dengan tenang lagi.


Dan lagi-lagi pembuat masalah itu berasal dari KD. Mungkin mereka tidak terima karena posisi mereka tergeser karena GDM. Dan mungkin juga ini adalah hal tepat untuk membalaskan dendam.


"Ayo" kataku dingin.


Dengan cepat abangku langsung berlari menyambar kunci mobil tanpa memakai jaket hanya menggenakan kaos oblong saja langsung mengendarai mobil.


Kemungkinan saja ia tau bahwa aku tengah menyimpan amarah. Dan benar saja aku tengah mengatur amarahku agar tidak meledak-ledak.


"Nanti kalo ada apa-apa kabarin abang ya" kata Satria.


"Ya" kataku langsung keluar mobil.


Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘


Next story......🧐🧐🧐🧐


Happy Reading....😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2