
Letta POV
silaamalia.
Anda
P
P
15.00
silaamalia
Apaan?
15.00
Anda
Ada info?
Gue lagi pusing nih!
Daddy pengen gue sekolah lagi.
Dan lo tau daddy daftarin gue di ELIS.
15.01
silaamalia
Ada.
Bagus dong secara nggak langsung lo bisa mantau perkembangan ELIS.
15.02
Gue cuman membaca pesan dari Silla. Tapi bener juga gue jadi bisa secara langsung ngawasin perkembangan ELIS. ELIS itu sekolah yang gue bangun sendiri tanpa banyak gue tau.
__ADS_1
19.00 WIB
Setelah mandi gue langsung turun kebawah buat makan malem. Setelah makan malem biasanya sih keluarga gue ngobrol atau menonton tv ataupun bercanda karena udah jadi kebiasaan keluarga Bramantyo.
"Besok kamu bisa langsung bersekolah sayang" kata daddy.
"Besok dad? Nggak buru-buru?"
"Tidak sayang, lebih cepat lebih baik" kata daddy.
"Yayaya, terserah saja lah"
"Risa besok naik motor ya"
"No, besok kamu berangkat bersama bang Satria. seminggu atau bulan depan baru boleh naik motor" kata daddy
"Why?"
"Kamu kan tidak tau ELIS sayang. ELIS luas, sementara kamu sama abang kamu dulu."
"Iyalah luas orang sekolahnya gue yang design. Ya gue taulah" batinku.
"Yaudah" kata mommy.
"Good night everyone"
"Too"
Setelah sampai di kamar gue langsung siap-siap buat besok. Lalu mengambil laptop dan mengawasi sesuatu.
Drtt...drtt...
"Hallo?"
"Saya menemukannya kapten. Lalu apa yang harus saya lakukan?"
"Bawa dia kemarkas dalam keadaan hidup atau mati! Langkah selanjutnya biar saya yang mengurus!" Ucapku.
"Baik kapten!"
__ADS_1
"Gue benci ketawa lo! Ya, mungkin sekarang lo bisa ketawa tapi besok. Besok hari terakhir lo hidup didunia. Lo salah pilih lawan sayang. Gue bakal tunjukkin sama lo kalo lo jauh dibawah gue. Dan lo nggak pantes buat berada diatas! Sampe kapanpun lo nggak bakal bisa satu langkah didepan gue"
To. bang Dani.
Besok tawan Vero dibawah tanah! Nanti malam Okan datang membawanya. Dan satu lagi jangan tanya kenapa! Besok gue kesana.
Gue nggak sabar nunggu hari esok. Mungkin esok adalah hari yang paling menyenangkan bagi gue.
"Satu hama terselesaikan, target berikutnya. Alvaro" gumamku mendekati papan yang sudah banyak foto-foto targetku.
Ya memang semua targetku ada disana. Aku sudah mengambil foto dan menempelkan pada papan itu yang sudah tersusun rapi skema penyerangan.
Sudah ribuan target yang berada disana termasuk keluarga kandungku. Dan yang ku sebut tadi Alvaro? Ya dia saudara kembarku.
Dialah targetku selanjutnya. Prinsipku akan ku habisi satu persatu orang yang menyakitiku.
Jika kakiku diinjak maka aku akan balas dengan menginjak kepala mereka.
Lalu aku mengambil spidol dan mulai menulis rancangan apa yang akan kulakukan pada Alvaro. Awalnya aku tidak membenci Alvaro.
Namun disaat itu ia tidak membelaku disaat aku dituduh padahal dia sudah sadar bahkan dia tidak berusaha menjelaskan apapun.
Dan saat itu juga aku membenci Alvaro. Bukan Alvaro saja seluruh keluarga Nancy adalah musuh abadiku.
Setelah itu gue beranjak menuju kasur untuk tidur tak terasa berkutat dengan rancangan sudah menghabiskan waktu satu jam setengah.
Papan itu sudah berada ditempatnya yang tidak diketahui oleh siapapun. Hanya aku dan Allah yang tau.
"Dasar pembunuh! Tak kusangka!Kau apakan anakku? Apa salah anakku sehingga kau membunuhnya? Pergi kau! Kau bukan lagi anakku! Anakku bukan seorang pembunuh!''
"Aaa....." Teriakku.
*****
Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘
Next story......🧐🧐🧐🧐
Happy Reading....😊😊😊😊
__ADS_1