
Seperti biasa gadis itu memantau dari kejauhan sebelum menjalankan aksinya.
"Itu lawan lo" kata Dani yang tiba-tiba ada disebelah Risa.
Namun gadis itu tidak menyimak apa yang dibicarakan oleh Dani. Dani yang paham akan sifat gadisnya, ia melihat apa yang tengah menarik perhatian Risa.
"Oh mereka"
"Lo kenal bang?" tanya Risa.
"Ya, mereka anak-anak KD. Ralat mereka pendiri KD, dan mereka juga sering balapan disini. Itu" kata Dani menunjuk Nando.
"Lawan terberat gue. Gue selalu berada beberapa meter dibelakang dia"
"Sejago apa dia sampe lo nggak bisa ngejar?" kata Risa.
"Dia bisa mantau situasi. Menurut gue dia lawan yang imbang buat lo" kata Dani.
"Panggil Silla kemari"
Tak lama Dani kembali bersama Silla dan Leo.
"Apa?"
"Lusa gue minta free."
"Tapi ada-"
"Batalin semua" kata Risa.
"Serius? Tapi bisa rugi"
"Tak masalah"
"Dan beri tahu dia. Kirim undangan di KD bahwa penguasa jalanan menantang Nando untuk balapan" kata Risa.
"Kenapa?" tanya Leo.
Risa hanya menatap Leo
"Dia cari masalah sama lo?" tanya Silla.
Risa hanya melenggang pergi dan sambil memakai helm.
"Kenapa sih bang?"
"Gue bilang sama Risa kalo gue selalu beberapa meter dibelakang Nando" kata Dani.
__ADS_1
"****** banget sih!" kata Silla.
"****** apanya sih?"
"Sama aja. Secara nggak langsung lo ngasih tantangan sama dia" kata Silla.
"Jadi masalahnya?" tanya Dani.
"Lo kan tau dia nggak suka ditantang"
"Nggak papa lah Sil" kata Leo.
"Ini juga"
Arena balapan kini sudah memanas. Disana sudah ada seorang pembalap yang menunggu lawannya.
"Ini dia penguasa jalanan" kata Dani memberi sambutan.
Risa hanya tersenyum simpul dibalik helm besarnya.
Disana ada teman-teman Risa yang menyaksikan jalannya balapan malam ini.
Seperti biasa penguasa jalanan selalu menjadi pemenang. Memang tidak bisa diragukan.
"Kali lo menang-"
Bukannya memberikan kunci lelaki itu malah berusaha menarik masker Risa. Dengan cepat Risa mengunci pergerakannya.
"Cari mati"
"Hei, hei tenang" kata Dani memegang pundak gadis itu.
"Minta maaf" kata Risa.
"Gue nggak salah"
"Mau narik masker masih bilang nggak salah?" kata Risa dingin.
Emosi gadis itu sudah diubun-ubun suasana disana sangat mencekam.
"Baperan banget sih. Cuman narik masker doang"
"Nggak sopan!" kata Risa.
"Kenapa lo pakek masker? Takut wajah lo jelek!"
"Penting buat lo tau"
__ADS_1
"Yaudah kalo emang nggak jelek tunjukkin wajah lo. Tunjukkin kedunia wajah penguasa jalanan!"
"Gue bilang minta maaf tau kubuat kau minta maaf"
"Gue nggak mau" katanya menantang.
Dengan hitungan detik lelaki itu sudah terkapar dengan darah yang keluar dari mulutnya.
"Bagaimana? Masih belum mau minta maaf?"
"Biar ku tunjukkan mana jagoan dan mana bukan"
"Kapten cukup" kata Dani.
Gadis itu hanya melirik Dani dengan tatapannya. Tanpa memperdulikan ada apa disana, ia langsung menyerang tanpa ampun.
Meskipun Dani dan yang lain berusaha menjauhkan tapi semua itu sia-sia. Gadis itu mendapatkan apa yang ia mau.
Ia mengambil sebuah cutter kecil yang selalu ia bawa kemana-mana.
Gadis itu mengukir nama GDM tepat di lengan laki-laki itu lalu bergegas pergi.
Semua nampak terkejut bukan main karena selama ini yang ia tau penguasa jalanan tidak ada sangkut pautnya dengan GDM. Ternyata ia adalah salah satu anggota GDM, bahkan leader nya.
"GDM" kata Satria.
"Gue nggak nyangka" kata Zidan.
"GDM penguasa jalanan?" kata Nando.
"Gimana Vero?" tanya Azka.
"Baik. Cuman lengannya patah" kata Nando.
"Kita harus perketat keamanan" kata Alvaro.
"Vero prajurit emas kita. Kita harus lindungi dia. Meskipun dia sudah salah langkah tapi dia salah satu dari kita"
Nando dan yang lain menyetujui apa perkataan Alvaro. Karena anggota KD juga keluarga mereka juga. Jadi keselamatan mereka adalah tanggung jawab bersama.
"Jangan sampai ada anggota GDM yang tau dimana keberadaan Vero. Meskipun sedikit mustahil untuk menyembunyikan Vero dari GDM" kata Azka.
Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘
Next story......🧐🧐🧐🧐
Happy Reading....😊😊😊😊
__ADS_1