
******
"Berhenti!" Ucap lelaki dengan suara khasnya.
"Nando!" batin Risa.
"Apa urusan lo?!" Tanya Risa.
"Jangan sekali sekali lo nyentuh tangan kanan KD!" Ucap Satria.
"Kenapa? Takut anak emas lo kenapa-napa?"
"Dia nggak bersalah!" kata Zidan.
"Iya dia nggak bersalah tapi dia berdosa!"
"Lantas kalian mau apa? Menyerang?" tanya Risa.
Kini Risa melihat abang-abangnya, Nando dan Zidan. Bersiap menyerangnya. Tunggu apakah Azka dan Alvaro sudah dianggap abangnya? Sudahlah biarlah Risa yang tahu.
"Wow, what a wonderful surprise. This is a new target" kata Risa.
"Kenapa lo nyuruh pasukan lo nyerang KD hah?!" Tanya Varo
"Gue nyuruh pasukan gue buat nyerang KD? Nggak salah? Lo tanya sama dia! Kenapa dia nyuruh prajurit lo nyerang GDM?!" kata Risa menunjuk Vero.
"Apa bener lo yang nyuruh buat nyerang GDM?! " Tanya Nando dengan dingin
"I..iyaa...." Jawabnya gugup
"Kenapa?! Lo tau kan GDM itu berbahaya sama aja lo nyerahin nyawa lo!" Jawab Azka
"Karena gue iri sama dia! Dia cewek lemah tapi bisa jadi leader disini! Harusnya itu gue! Bukan dia! Udah capek capek gue bikin jendral tumbang malah dia yang jadi leader disini!" Bentak Vero.
__ADS_1
Mendengar pertuturan Vero membuat jiwa iblis dalam tubuh Risa yang semula sudah tenang kembali terpancing keluar.
"Jadi lo orang yang gue cari selama ini"
"Kapten berhenti!" cegah Dani.
Risa hanya menatap Vero. Kini seluruh amarahnya tertumpah pada Vero. Vero dalam bahaya.
"Kenapa lo bikin Jendral pergi?!"
"Jendral salah apa *******!" Tanya Risa.
Selang beberapa detik Risa langsung menghajar Vero dengan brutal. Melihat Vero yang sudah kehabisan darah gadis itu tersenyum penuh kemenangan.
"Gue bakal kirim lo buat nemenin jendral!" Ucap Risa lalu mengangkat belatinya keudara.
"Stop! Kendaliin emosi lo!" Ucap Nando
"Gimana gue bisa ngendaliin emosi gue? Dia udah ngebunuh orang yang paling gue sayang! Orang yang bikin hidup gue berwarna disaat gue ada masalah dengan keluarga gue! Jendral ngajarin gue arti kebahagiaan tapi dengan entengnya ******* ini ngebunuh jendral!" Ucap Risa menangis
"Bodoh! Terus dengan lo ngebunuh dia jendral lo bakal bangun gitu?" Tanya Varo.
Otomatis membuat amarah Risa kembali memuncak.
"Kapten cukup!" kata Silla.
"Biar saya yang mengurus" kata Dani.
"Biar aku sendiri"
"Kendaliin emosi lo! Jangan kebawa emosi!" kata Alvaro.
"Pikirin masa depan dia! Keluarga dia!"
__ADS_1
"Apa dia mikirin masa depan jendral?" tanya Risa.
"Kalian tamu disini. Jangan sampai saya buat kalian terusir secara tidak sopan!" kata Risa.
"Kalian semua cukup diam dan lihat apa yang bisa saya lakukan pada manusia biadab ini"
"Kasian dia kapten. Dia sudah cukup tak berdaya" kata Leo.
"Itu aturan mainnya. Siapa yang tumbang dia yang mati. Jika tak ingin tumbang menyeranglah. Pilihannya hanya dua menyerang atau diserang"
"Aturan main darimana?! Aturan bertarung jika salah satu sudah terkapar maka itu artinya pertarungan selesai." kata Nando.
"Aturan GDM. Aturan utama jika melawan GDM, Dani jelaskan"
"Aturan mainnya. Siapapun musuh baik teman, wanita, pria, bahkan aparat negara sekalipun jika sudah bermain-main dengan GDM penggal kepala mereka." jelas Dani.
"Jadi?" tanya Risa.
"Let's end this game" tambahnya.
Dengan sekedipan mata jiwa iblis itu menguasai tubuh gadis itu.
Tanpa aba-aba gadis itu langsung menancapkan belatinya pada kaki Vero.
"Akh......" Teriaknya.
"Ah, sangat indah"
Disaat ingin mengangkat dan menancapkan lagi tiba-tiba semua menjadi gelap.
Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘
Next story......🧐🧐🧐🧐
__ADS_1
Happy Reading....😊😊😊😊