The Mafia Girl

The Mafia Girl
Part 15


__ADS_3

Azka POV


Hallo everyone gue Azka Pranata Nancy. Putra sulung keluarga Nancy.


Gue emang ganteng, baik kok, rajin menabung juga. Udahlah ntar kalian suka lagi kalo gue jelasin lebih jauh.


"My twins?" Kata Varo.


"Gue bukan twins lo. Kembaran lo udah mati! Ketika lo buang gue dulu!"


"Jadi selama ini lo sembunyiin Risa dari gue Sat?!" kata gue


"Lo tau kan gue dan keluarga gue bingung nyari dia? Semua akses tentang Risa ketutup dan lo!" Ucap Varo menonjok Satria.


Lelaki itu terhuyung kebelakang dan darah segar mengalir dari hidungnya.


"Jangan sekali sekali lo nyakitin abang gue *******!" Ucap Risa emosi.


"Ris abang gapapa tenang" Ucap Satria sambil mengusap darah tersebut.


"Hidung lo berdarah bang."


"Nggak papa ini" kata Satria.


"Darah dibayar Darah" kata Risa.


Gadis itu bersiap menghajar siapapun yang mengusiknya. Gue sedikit nggak percaya adik gue yang dulunya lembut kini bengis tak tersentuh.


"Ris stop! Jangan emosi, tarik nafas buang tarik nafas buang" Sahut Salma seraya memegang tangan Risa.


"Gue minta maaf princess atas perlakuan gue selama ini. Maafin mami papi juga. Pulang ya" Ucapku sambil beranjakΒ  memeluk Risa dan diikuti Varo.


"Gue minta maaf" kata Gue.


"Apa dengan kata maaf lo bisa ngobatin luka gue selama 9 tahun lamanya" kata Risa dingin


"Tapi seenggaknya kita bisa perbaiki ini"

__ADS_1


"Gue nggak butuh. Gue udah punya keluarga! Lo bukan keluarga gue." kata Risa.


"Ris" kata Alvaro memelas.


Drttt...drttt.....


"Hallo?" Kata Risa.


"........"


"Gue kesana sekarang!" Timpalnya kemudian dia berlari namun dicegah oleh seseorang. Namun sayang orang tersebut malah diplintir.


"Aghhhh lepasin ****!" Ucap Nando


"Lo sih! Sorry sorry." Jawab Risa sambil melepaskannya.


"Gila lo makan apa coba. Cewek tenaga cowok atau jangan jangan lo cewek jadi jadian?" Tanya Nando


"Buset tumben panjang kalimat lo?" Celetuk Varo


"Yah sariawan lagi" Ucap Varo memelas.


"Lo mau kemana dek?" Tanya gue.


"Sejak kapan gue jadi adek lo?" Jawab Risa.


Terlihat disorot mata gadis itu menyimpan rasa dendam, kecewa, dan sedih.


"Gue pergi bentar bang. Ada urusan kalo mereka nyakitin lo bilang sama gue. Dan lo berdua kalo sampe lo nyakitin bang Satria gue sendiri yang bakal bales lo berdua!" kata Risa sambil mengecup pipi abangnya lalu berlari meninggalkan tempat itu


"Apa gue gak bisa lo panggil abang Ris? Gue nyesel Ris gue nyesel" Ucap gue menangis


"Sabar Ka gue sama yang lain bakal bantu lo sama Varo biar baikkan sama Risa. Meskipun gue tau Risa kecewa sama lo berdua dan juga keluarga lo."


"Tapi gue nggak mau ngerusak kebahagiaan Risa. Gue tau sebenernya Risa itu sayang sama kalian cuman rasa benci dia nutupin rasa sayang itu" Ucap Satria


"Thank's Sat makasih banget. Udah mau jagain Risa. Sorry gue tadi nonjok lo" Ucap Varo

__ADS_1


"Santai aja"


"Lo berempat mau bantuin kita kan? Lo temennya Risa kan?" Tanya Nando


"Kita sahabat Risa" Jawab Viona


"Gue harap kalian nggak akan nyakitin Risa" Ucap Salma


"Gue janji nggak bakalan nyakitin Risa lagi" kata Alvaro.


"Gue juga" kata gue.


"Bagus, kalo sampe lo nyakitin Risa sama aja lo nantang maut, bahkan nyawa lo dalam bahaya" kata Salma.


"Maksud lo?" tanya Alvaro.


"Gapapa gue cuman berharap aja kalo kalian emang mau memperbaiki semuanya" kata Salma.


"Sekarang dia kemana?" tanya Zidan yang dari tadi hanya menyimak.


"Kita nggak tau, Risa punya 1001 rahasia"


"Katanya lo sahabatnya masa lo nggak tau?" tanya Alvaro.


"Kita baru aja berteman. Mana mungkin orang mau berbagi kisah sama orang yang baru beberapa hari ia kenal?"


"Biarin aja dia pasti bisa jaga diri" kata Satria.


"Tau dari mana?" tanya gue.


"Gue kenal dia udah lama. Gue tau sifat dia. Dia nggak akan bikin dirinya dalam bahaya"


Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘


Next story......🧐🧐🧐🧐


Happy Reading....😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2