The Mafia Girl

The Mafia Girl
Part 24


__ADS_3

"Nih minum" kata Dani memberikan minum.


"Okan" panggil Risa.


"Ada apa kapten?"


"Beri tahu Nando leader KD. Dia ditantang penguasa jalanan untuk balapan dengannya besok. Jika dia menolak atau tidak datang, penguasa jalanan dengan senang hati menjemputnya" kata Risa.


"Baik kapten."


"Kenapa?" tanya Leo


"Apanya?"


"Ya kenapa lo tantang mereka? Mereka nggak ada salah sama kita nggak usah mulai yang nggak-nggak deh lo" kata Leo.


"Nggak-nggak gimana sih? Orang cuman pengen tau aja. Seberapa jagonya dia"


"Gue balik bang. Besok gue sekolah dan gue tadi nggak pamit. Dikira pesulap gue ntar suka ngilang" pamit Risa.


"Kenapa sih dia?" tanya Leo sambil melihat sosok gadis itu yang berjalan menjauh.


"Gue yang bilang" kata Dani.


"Maksud lo?"


"Gue bilang kalo Nando sering balapan sama anak-anak, terus gue bilang Nando cukup lihai dalam joki motor dan dia lawan yang cukup adil bagi Risa" jelas Dani.


"Lo gila ya?!"


"Apanya?"


"Ya secara nggak langsung sama aja lo nantang dia. Lo ngeraguin skill yang Risa punya. Lo kan tau dia orang yang kaya gimana" kata Leo.


"Ini aman, gue berani jamin. Lo tenang aja" kata Dani menyakinkan.


Gadis itu bersyukur penghuni di kediaman Bramantyo masih terlelap.


Gadis itu menjalankan perannya dengan sangat baik hingga ke sekolah.


"Ris lo nyesel tadi malem" kata Vinna.


"Kenapa?"


"Tadi malem keren parah. Dan yang perlu lo tau, ternyata penguasa jalanan adalah anggota GDM" jelas Viona


"Oh"


"What? Just oh? Are you kidding me?"

__ADS_1


"Terus gue harus gimana?" Tanya Risa.


"C'mon Ris, lebih bereaksi gitu kek. Gue yang cerita aja bersemangat masa lo enggak"


"Amazing." kata Risa sambil memutar bola matanya.


"Ternyata didunia ini sempit ya." kata Elina.


"Apanya?" tanya Salma.


"Ya dunia sekarang udah dikuasai anak-anak GDM" kata Elina.


"Btw, siapa temen lu yang jago bawa motor Ris? Pasti lo kenal, nggak mungkin kalo lo nggak tau kan satu club "


"Gue nggak tau"


"Serius nggak tau?" tanya Elina.


"Heem, gue nggak terlalu peduli juga sama begituan. Nggak penting" kata Risa.


"Hai" sapa Satria yang datang bersama teman-temannya.


"Boleh kan gabung?" tanya Satria.


"Meskipun nggak dibolehin kalian tetep duduk kan?" celetuk Risa.


"Risa" kata teman-temannya.


Begitu juga Nando yang begitu serius setelah mendapatkan sebuah pesan.


"Kenapa sih muka lo? Tegang amat kaya baju belum disetrika" kata Alvaro.


"Leader GDM nantang gue balapan besok" kata Nando.


Sontak Risa pun yang sedang nikmat-nikmatnya minum pun tersedak


"Ha?!"


"Seruis?" tanya Zidan.


Lelaki itu pun menyodorkan hanphonenya agar teman-temannya melihat dengan mata kepalanya sendiri.


"Kenapa?" tanya Zidan.


"Lo ada salah apa Ndo?" tanya Azka.


"Gue nggak tau, gue nggak bertingkah"


"Nggak mungkin, kalo lo semua nggak bertingkah nggak mungkin GDM nyari kalian. Bahkan ini? Pemimpinnya langsung yang turun" kata Salma.

__ADS_1


"Gue serius. Gue nggak tau" kata Nando.


Mereka semua tegang. Padahal cuman sekedar balapan saja sudah seperti ini, sudah seperti bertemu dengan setan.


"Yaudah sih, tinggal dateng aja apa susahnya?" kata Risa yang tiba-tiba ikut berkomentar.


"Apa susahnya lo bilang?" tanya Zidan.


"Ini bahaya, GDM bukan tandingan KD" kata Azka.


"Yaelah, cuman balapan aja udah bingung. Kalo lo nggak dateng juga lo bahkan kalian dalam masalah yang lebih berat. Cuman dateng doang. Lo dateng, gas motor, terus lo pulang sana" kata Risa.


"Ini nggak seperti yang lo kira" kata Nando.


"Kenapa? Takut lo? Mau mundur? Cuman gini aja takut tapi gimana bisa lo jadi pemimpin. Oh ya sih kan KD pemimpinnya banyak" kata Risa sambil tersenyum miring.


Gadis itu sudah mengeluarkan aura mengintimidasi sejak membahas soal balapan.


"Risa!" kata Satria.


"Apa? Gue salah ngomong? Enggak kan? Emang faktanya begitu? Kalian cuman bisa bergantung satu sama yang lain" kata Risa lalu pergi.


"Lo nggak usah dengerin Ndo" kata Satria.


"Iya Ndo, nanti kita bakalan bantuin lo buat ngomong sama GDM" kata Azka.


"Gue bakalan dateng" putus Nando


"Tau lo, cuman gara-gara omongan saudara gue lo masukin hati, nggak usah" kata Alvaro.


"Apanya yang bener sih?"


"Risa anak GDM, jadi dia tau mana yang bahaya mana yang enggak" kata Elina.


"Nggak mungkin. Risa sama sekali nggak pernah ikut satu organisasi pun" Tandas Satria.


"Lo nggak usah halu deh El" kata Zidan.


"Tau lo, lo nggak cocok ngarang cerita. Kalo mau becanda boleh, tapi jangan lo bawa-bawa soal GDM." kata Nando memperingatkan.


"Jadi lo semua yang ada disini nggak ada yang percaya sama omongan gue?"


"Ya enggaklah" Sikat Azka.


"Lo dateng kemarkas GDM, adik lo pasti disana" kata Elina


"Gue dateng kesana cuman gara-gara omongan lo ini? Nggak banget deh El, gue kesana sama aja cari mati. Mau Risa ada disana atau nggak terserah dia. Dia udah gede dan punya tanggung jawab penuh atas keselamatan dirinya sendiri. One more, gue nggak mau bahas ini" kata Satria.


Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘

__ADS_1


Next story......🧐🧐🧐🧐


Happy Reading....😊😊😊😊


__ADS_2