
Risa POV
Setelah sampai di mansion.
"Assalammualaikum mommy Risa pulang" teriakku
"Masyaallah! Waalaikumsalam sayang."
" Ngaak pakek teriak-teriak nggak bisa?" kata mommy.
Btw, gue belum ngenalin mommy gue. Namanya Linda, Linda Atmodjo Wirokusumo. Asli Jawa, baik, cantik, sabar, dan yang paling penting dia sayang sama gue.
"Hehehe ya maaf mom, udah kebiasaan sih." kataku sambil cengengesan.
"Ya jangan dibiasain dong. Kamu kan cah wadon, cah wadon kuwi ndak apik ngunu kuwi." (Kamu kan anak perempuan, anak perempuan itu nggak baik seperti itu)
Gue langsung memberi hormat. Dan yang perlu kalian tau mama kalo menasihati anak-anaknya selalu Jawanya keluar. Gue langsung berlari menuju lift.
"Jangan la-" Ucapnya terpotong.
Dughh.....
"Kan mommy belom selesai ngomong! Lantainya basah bibi baru ngepel! Kamu lari-lari. Yang mana yang sakit" peringat mommy sambil memeriksa keadaanku
"Hehe. Iya mom iya. I'm oke" ucapku
"Kamu jangan iya-iya sayang. Gimana kalo tadi kepalanya kebentur?"
"Aman mom"
"Beneran?" Kata mommy
"Iya" kataku meyakinkan.
Jadwal gue kali ini adalah menyusun rencana balas dendam dan bobok cantik.
Bang Dani.
Jangan lupa nanti malem ada balapan, imbalannya lumayan.
Tak lama layar benda persegi panjang itu menyala.
Bang Dani.
"Paan?"
"Gimana? Siap? Gue yakin lo selalu siap."
"Gue nggak minat"
"Kalo gue mau juga gue tinggal beli. Pulau mah kecil"
"Ada apa emang kok lo nggak mau?"
"Gapapa sih, mager aja. Kenapa ngak lo aja sih? Kan lo bisa ngaku jadi gue."
"Nggak bisa, kalo bisa juga gue nggak bakalan nelpon lo"
"Demi gue deh, hadiah buat gue. Gue kan mau ultah"
"Deal."
__ADS_1
Gue langsung memutuskan sambungan telpon tersebut dan langsung memikirkan sesuatu.
Handphone gue berbunyi berkali-kali dan disana tertera nama Nando. Gila emang ini anak. Setelah berganti baju, gue langsung turun kebawah dan melihat video.
"Mau kemana?" tanya mommy sambil membawa majalah lalu diduduk dihadapanku.
"Jalan mom"
"Sama?" tanya mommy.
"Temen"
"Cewek cowok?" tanya mommy sambil meledek.
"Cowok"
"Temenlah" kataku.
"Bohong. Mana mungkin cuma temen"
"Emang temen mom" kataku.
"Tapi sukakan?"
"Enggaklah dianya aja kali yang suka sama Risa" kataku.
"Hahaha"
"Abang mana?" tanyaku.
"Main futsal sama temen-temennya"
"Alvaro sama Azka?"
Seketika muka gue berubah dan mommy juga menyadari hal itu.
"Kenapa? Masih belum bisa maafin?"
Gue cuman memberikan senyuman sekilas.
"Mommy tau kalo abang emang temenan sama mereka?"
"Iya"
"Daddy tau juga?"
"Iya, mereka sering main disini bahkan nginep disini" kata mommy.
"Kok Risa aja yang nggak tau? Maksudnya kok nggak dikasih tau? Kenapa?"
"Kalau kamu dikasih tau pasti kamu nggak akan mau pulang kesini"
"Ya tapi nggak gini mom" kataku.
"Ya mommy tau, tapi kamu mau sampai kapan begini? Memusuhi orang yang jelas-jelas satu ibu satu ayah, saudara kamu sendiri" kata mommy memberi penjelasan.
"Risa butuh waktu mom." kataku
"Mommy tau sayang. Melupakan kejadian 9 tahun silam bukanlah hal yang mudah. Tapi mommy akan selalu membantu kamu melewatinya"
"Makasih ya mom" kataku tersenyum lalu memeluknya.
__ADS_1
"Risa nggak tau kalo nggak ada mommy mungkin Risa nggak jadi Risa yang sekarang"
"Sama-sama."
Ditengah-tengah percakapanku dengan mommy layar handphone ku menyala. Tertera nama Nando disana.
"Ya, tunggu" kataku sambil memutuskan sambungan telpon
"Mom Risa keluar ya, udah dateng anaknya"
"Yaudah hati-hati"
Mobil Nando pun sudah terpakir rapi didepan halaman. Gue langsung masuk dan cowok itu pun melajukan mobilnya.
"Mau kemana?" tanya Nando
"Lah? Kok nanya gue? Kan yang ngajak jalan lo"
"Ngopi mau nggak? Gue tau tempat dimana ada coffe espresso yang enak" Ajak Nando.
"Boleh, terserah lo aja"
Nando pun mengajakku kesebuah cafe. L'Cafe, cafe yang kudirikan bersama ELgrup. Hasil kerja kerasku yang tak semua orang tau selain Silla.
Setibanya disana pelayan disana pun menunduk ketika kami masuk.
"Silahkan nona, mejanya disebelah sini" kata salah satu pegawai, mempersilahkan masuk kedalam ruang VVIP. Selain untuk anak-anak remaja.
Cafe ini juga menyediakan ruangan untuk orang-orang kelas atas.
"Tidak saya ingin duduk disebelah sana saja" jawabku.
Pramusaji tersebut segera mengangguk dan melenggang pergi.
"Lo duluan aja kesana, nanti gue nyusul. Biar gue yang pesen" kataku.
"Oh oke" kata Nando.
"Oh ya, gue-"
"Hot cappucino" potongku cepat.
"Kok lo tau?"
Gue cuman mengangkat bahu dan berjalan menuju kasir. Alasan gue bisa tau karena Nando dan teman-temannya sering nongkrong disini.
Setelah memesan. Gue langsung menyusul Nando yang sudah duduk terlebih dulu.
"Oh iya, lo suka liat balapan?" tanya Nando tiba-tiba.
"Kenapa?"
"Ya nggak papa sih, kalo lo suka ntar malem gue mau ngajak lo liat. Ya kalo lo boleh aja sih. Tapi jarang kan ada orang tua yang ngebolehin anaknya keluar malem."
"Itu lo tau. Lo suka balapan?" tanyaku.
"Gue pembalap"
Gue cuman mengangguk sebagai jawaban.
Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘
__ADS_1
Next story......🧐🧐🧐🧐
Happy Reading....😊😊😊😊