
******
Bel pulang sekolah .
Kini kelima gadis itu berada didepan sebuah rumah yang tengah terjadi perampokan.
Risa pun menggelar mantel yang berisi berbagai senjata tajam.
"Kalian bisa pilih semau kalian" kata Risa.
"Lo bawa semua ini? Gila," kata Elina.
Mereka pun segera mengambil senjata tersebut. Vinna mengambil pistol, Elina mengambil senapan, Viona mengambil belati, dan Salma mengambil pisau tajam, sedangkan Risa? Gadis itu mengambil pisau buah yang tumpul.
Risa memimpin paling depan. Keempat gadis itu nampak sedikit ketakutan.
"Jadi gabung nggak?" tanya Risa.
"I...iya" kata mereka gugup.
Risa pun membalik badan menghadap mereka dengan tatapan maut.
"Gue nggak butuh orang yang masih ragu, Jawabannya cuman iya dan tidak. Kalo masih ragu lo semua bisa balik" kata Risa tegas.
"Iya, gue siap" kata Salma mantap.
"Sal" kata yang lain.
"Gapapa, gue udah yakin sama keputusan gue" kata Salma.
"Serius?" tanya Vinna memastikan.
"Ya, kalian pulang aja. Gue nggak mau kalian kenapa-napa"
"Kita yang nggak mau kalian kenapa-napa" kata Vinna.
"Gue pasti bisa jaga diri, lagian juga ada Risa. Dia nggak bakalan mungkin ngebiarin temennya kenapa-napa" kata Salma.
"Gue ikut" kata Elina mengangkat senapannya.
"Kita juga" kata dua twins
"Kita kepung mereka" kata Risa.
"Ada berapa orang didalam?" tanya Salma.
"Ada 5, kita bagi tugas. Duo V selamatkan pemiliknya. Sisanya kita lumpuhkan mereka" kata Risa.
"Oke" kata mereka kompak.
Mereka langsung berpencar saat itu juga. Terjadilah pertumpahan darah disana. Risa jugalah yang harus melindungi teman-temannya.
Karena teman-teman mereka belum mahir menggunakan senjata.
Setelah pemiliknya diselamatkan dan perampok tersebut pun sudah tergeletak tak bernyawa.
__ADS_1
Didepan pun sudah ada beberapa anak GDM pemilik rumah tersebut pun dibawa oleh GDM ke kantor polisi.
Anak-anak GDM yang masuk untuk mengurus pelaku pun sempat memberi hormat pada Risa.
Risa dan yang lain pun bergegas pergi keluar. Mereka menuju apartemen Risa yang ia gunakan jika keadaan darurat seperti ini.
"Ini apart lo?" tanya Vinna.
"Menurut lo?"
"Keren juga" kata Elina.
"Lo semua jangan bilang-bilang sama siapapun soal tempat ini. Kalo sampe gue denger lo bilang, gue sendiri yang bikin kalian nyesel"
"Gue heran sama lo" kata Elina.
"Why?"
"Ya lo bisa aja kali mati kalo lo nyerang pakek pisau tumpul begitu" kata Elina.
"Buktinya gue mati apa hidup sekarang?"
"Ya tapi kenapa harus pakek pisau tumpul?" tanya Vinna.
"Menurut artikel yang pernah gue baca umumnya orang normal akan memilih sebuah benda yang tajam untuk menyerang musuh, kecuali seorang psikopat" jelas Salma.
"Karena-"
"Karena psikopat nggak mau buru-buru membereskan masalah tersebut. Seorang psikopat tidak mau korbannya mati secara langsung. Ia lebih menyukai korbannya tersiksa akibat goresan pisau tumpul tersebut hingga mati secara perlahan" potong Letta.
"Lo psikopat?"
"Lo sering ya Ris kaya tadi?" tanya Salma.
"Kaya tadi gimana?"
"Ya, nolong orang. Gue kira GDM nggak ya lo tau sendiri gimana kalo berurusan sama GDM" kata Salma.
"Kan gue pernah bilang kalo lo nggak macem-macem lo pasti aman."
"Keren deh lo,"Kata Vinna.
Risa hanya menaikkan satu alisnya.
"Ya, buktinya tadi anak-anak GDM aja hormat sama lo. Lo pasti tangan kanannya ya" kata Vinna.
"Gimana kalo gue leader nya?"
"Mimpi" kata Vinna,Viona, Elina kompak.
Risa hanya tersenyum.
"Tapi cocok juga kok, gue denger leader GDM anak seusia kita." Kata Salma.
"Yayaya terserahlah" kata Vinna.
__ADS_1
*********
Bel istirahat.
Kini Risa makin akrab dengan Salma dan yang lain bahkan mereka sudah bisa menerima Risa. Meskipun mereka belum mengerti semua tentang Ris.
"Kemaren lo kemana?" tanya Satria yang duduk dimeja mereka. Dan diikuti teman-temannya.
"Risa jawab gue!" kata Satria
"Apa?"
"Gue kemaren nginep dirumah Silla" .
"Belom apa-apa udah maen dek-dek aja lo" kata Alvaro.
"Oh iya kenalin ini adek gue yang tinggal di LA"
"Ini Zidan nah yang ini Nando" kata Satria.
"Terus yang ini-"
"Biar gue aja" kata Alvaro membekap mulut Satria.
"Gue Al-"
"Gue udah tau lo berdua" potong Risa sambil menunjuk Alvaro dan Azka.
"Alvaro Putra Nancy dan Azka Pranata Nancy. Anak keluarga Nancy"
"Lo tau?" tanya Azka.
"Siapa sih yang nggak kenal keluarga Nancy? Keluarga yang memiliki 3 orang anak ups, i'm sorry. Kan anaknya cuman 2 sekarang"
"Apa maksud lo?" tanya Alvaro.
"Apa? Gue salah ngomong?"
"Apa dia princess gue?" batin Azka.
"Princess lo udah mati" kata Risa.
"Lo kok bisa tau?" tanya Azka.
"Anggep aja itu satu kelebihan gue."
"Lo siapa?" tanya Alvaro.
"Larisa Chastine Bramantyo" jawab Risa mantap.
"Adek gue?" tanya Azka.
"Dia bukan lagi adek kalian setelah kalian buang" kata Satria.
Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘
__ADS_1
Next story......🧐🧐🧐🧐
Happy Reading....😊😊😊😊