The Mafia Girl

The Mafia Girl
Part 39


__ADS_3

******


Kini jam bubaran sekolah telah berbunyi banyak murid-murid ELIS yang berhamburan pulang kerumah.


"Boleh" kata Nando.


"Yaudah, sana pulang" usir Vinna.


"Asik!! Kita nyalon" Teriak Viona heboh.


Kini Risa mengambil alih kemudi, mobil pribadi miliknya sudah terparkir rapi dihalaman ELIS. Jika kalian bertanya bagaimana mobil itu bisa ada disana, itu semua karena Silla.


"Ini mobil siapa Ris?" tanya Elina.


"Menurut lo?"


"Jadi mobil keren ini mobil lo?"kata Vinna.


"Biasa aja sih,"


"Keren gila, ini mobil lo modif sendiri?" tanya Salma.


"Iya, kenapa?"


"Nggak papa, modifikasi lo keren."


"Kita mau kemana sih?" tanya Viona.


"Markas GDM"


"Ha?!"


"Ngapain sih? Mau cari mati?" kata Vinna.


"Ada yang perlu dibantu lagi Ris?" tanya Salma.


"Kalian liat aja disana, gue jamin kalian pasti suka"


Hanya membutuhkan waktu 10 menit saja untuk sampai disana.


"Kalian tunggu disini, duduk aja dulu. Gue kebelakang bentar" kata Risa.


Kini keempat teman-teman Risa duduk disofa.


"Ada apa?" tanya seorang lelaki, yang diikuti 2 orang.


"Eh, Kita disuruh nunggu"


"Suruh siapa?" tanyanya.


"Gue" jawab Risa yang tiba-tiba muncul.


"Kenapa? Maksudnya ngapain bawa orang asing masuk markas?" tanya Dani.


"Saya minta tolong kepada anda untuk melatih mereka bela diri. Nanti malam mereka akan dilantik untuk menjadi anggota resmi GDM"


Terlihat dari wajah-wajah teman-teman Risa senang atas perkataan Risa.


"Baik Kapten" kata Dani lalu mengajak Salma dan yang lain untuk berlatih.


"Ngapain sih, butuh orang?" tanya Leo.


"Iya, gimana kalo mereka bocor soal GDM?" Kata Silla.


"Mereka punya bakat bela diri yang apik, gue bisa jamin mereka bakal tenang-tenang aja disini. Mereka udah lulus uji coba sama gue, Dan kalo sampe mereka bocor soal ini gue yang bakalan tanggung jawab."


Risa, Leo, dan Silla memperhatikan dari jauh bagaimana Dani melatih anak-anak itu.


"Jadi kalian teman-teman Risa?" tanya Dani.


"Kita bukan teman, kita sahabatnya Risa" jelas Salma.


"Eh sebelumnya, kita manggil lo apa ini?" tanya Elina


"Oh ya, gue belum ngenalin diri. Gue Dani Napoleon, panggil aja Dani. Gue tangan kanan disini"


"Lah?" kata mereka heran.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Dani.


"Disini tangan kanannya dua?" tanya Salma.


"Enggak, cuma gue aja"


"Terus Risa?" tanya Vinna.


"Kalian beruntung berkawan sama dia. Dia baik, solidaritasnya tinggi"


"Iya, gue tau."


"Dia leader disini" kata Dani.


"HA?!"


"Ngarang ya lo" kata Elina.


"Buat apa gue ngarang."


"Kok bisa?"


"Ya bisalah, itu buktinya. Kenapa dia nyuruh gue dan gue mau? Ya karena itu. Kenapa dia dipanggil kapten ya karena itu juga" jelas Dani.


"Gimana bang?" tanya Risa tiba-tiba.


"Nah ini orangnya nongol"


"Kenapa?" tanya Risa.


"Nggak papa kok Ris" kata Salma.


"Yaudah bang, makasih. Gue mau ngomong bentar sama mereka."


Mereka sampai sekarang masih tercengang atas pernyataan Dani.


"Nggak usah speechless gitu dong" kata Risa.


"Gue masih nggak nyangka Ris"


"Yaudah, nggak usah disangkain. Gue mau kalian tutup mulut soal apa yang diomongin sama bang Dani" kata Risa.


Kini hubungan Risa dan Nando berjalan mulus. Bahkan keduanya tampak selalu romantis membuat semua orang yang melihatnya iri.


"Nando beneran jadian sama Risa?"


"Asli tuh cewek gatel banget!"


"Kemaren bukannya sama Satria ya, sekarang sama Nando?"


"Udah putus dari Satria?"


"Gila banget tuh cewek, semua diembat"


"Nando ganteng tapi kenapa seleranya rendah"


Cibiran itu membuat Nando naik darah.


"Lo! Sini" Ucapnya pada seorang gadis yang mencibirnya tadi


"I....iya kak?" Tanyanya gugup


"Apa maksud lo ngomong kayak gitu?" Tanya Nando


"E...e..enggak ada maksud apa apa kok kak" Jawabnya


"Lo! Kalo masih mau-" Ucapnya terpotong


"Nando udah ayok! Apaan sih" Kata Risa menarik Nando


Kini Risa dan Nando berada dirooftop.


"Kamu pernah bilang ke aku, kalo aku harus bisa jaga emosi. Sekarang kamu yang nggak bisa kontrol emosi kamu" Ucap Risa.


"Tapi aku nggak suka by ada orang yang ngomong gitu apalagi tentang kamu"


"Nando, hei dengerin aku" kata Risa memegang wajah Nando.

__ADS_1


"Buat apa ngedengerin orang yang nggak guna kayak gitu ngehabisin tenaga aja. Kalo ada orang yang iri sama kita berarti kita satu langkah didepan mereka jadi buat apa kita nengok kebelakang" Kata Risa.


"Aku ngggak salah ya milih kamu" Ucap Nando


"Mulai deh recehnya"


"Hahaha i love you too babe" Kata Nando seketika membuat pipi gadis itu merona


"Cie blushing cie" Ledeknya


******


Kringg....kringg


Bel istirahat....


"Kucing kali yang blushing" Ucap Nando


"Terserah"


"Kamu harus banyak-banyak istirahat lomba karatenya kurang 4 hari lagi lo" Ucap Nando


"Iya sayang aku tau. Kamu udah bilang gitu berapa kali. Panas kuping aku ngedengernya"


"Yaudah ayo kekantin" Ajak Nando.


Kemudian Nando dan Risa memasuki area kantin gadis itu mengedarkan pandangannya untuk mencari sesuatu.


"Halo sodara" Ucap Risa sambil duduk disamping Satria yang tengah memakan semangkuk bakso.


"Kemana aja lo Saodah! Pacaran mulu" Kata Varo


"Kayak lu nggak aja Bambank" Bela Risa.


"Nih abang pesenin makanan nasi goreng kesukaan kamu" Kata bang Satria


"Makasih abangku sayang, I love you full" Ucap Risa lalu memasukan makanannya kedalam mulutnya


"Kok cuman satu Sat? Gue nggak?" Tanya Nando


"Yaila Ndo! Lo kan bisa beli sendiri" Kata Satria


"Pilih kasih lo sama gue. Jahat"


"Sejak kapan sih seorang Nando jadi alay? Sejak pacaran sama Risa?" Tanya Salma


"Salah lagi kan gue. Gue dingin dibilang kulkas gue gadingin katanya alay. Emang laki-laki selalu salah dimata wanita" Kata Nando mendramatisir.


"Lebay! Gue enggak!" Ucap Varo


"Lo kan bukan laki-laki" Belanya enteng membuat semua orang tertawa terbahak bahak


Okan.


Maaf kapten, senjata yang kita pesan diambil oleh gangster lain. Semua awak disana mati, dan menurut saksi mereka diserang oleh anak-anak KD yang dipimpin oleh Vero.


Risa membaca pesan itu dengan seksama. Ia bingung bagaimana menanggapi ini.


Tanpa berfikir panjang ia langsung beranjak berdiri meninggalkan teman-temannya.


"Hei kamu mau kemana?" Tanya Nando


"Ada hal penting yang harus aku selesaiin dulu" Ucap Risa.


"Bang Risa pergi bentar" Timpalnya lalu gadis itu berlari meninggalkan area sekolah


Dengan tergesa-gesa Risa meninggalkan sekolah.


Setelah menelpon Silla, Risa langsung menuju markas tapi sebelum itu ia mampir sebentar ke apartemen untuk berganti pakaian.


Gadis itu menuju markas dengan jaket kebesaran GDM. Kali ini amarahnya tengah dipermainkan oleh mereka. Jika mereka ingin mati maka dengan senang hati gadis itu akan mengabulkannya.


"Sudah lama aku tidak mencincang-cincang badan seseorang. Mari kita selesaikan ini" kata Risa menutup helm full facenya.


Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘


Next story......🧐🧐🧐🧐

__ADS_1


Happy Reading....😊😊😊😊


__ADS_2