
******
Setelah melewati perjalanan gadis itu langsung sampai disebuah rumah yang sangat megah dan dijaga oleh beberapa orang.
"Okan" panggil Risa.
"Ya kapten, Ada apa?"
"Siapkan prajuritmu, kita kepung mereka. Ambil apa yang seharusnya menjadi milik kita. Jika sampai kau atau bahkan prajuritmu bisa menangkap Vero dan membawanya padaku dalam keadaan hidup ataupun mati. Aku akan memberimu hadiah istimewah" kata Risa.
"Baik, kapten"
Gadis itu langsung melangkah masuk kedalam dengan keadaan marah.
"Siapkan prajurit, kita ambil apa yang seharusnya milik GDM. Lacak sekarang dimana keberadaan mereka. Supaya mereka tahu, bahwa mereka telah membangunkan singa tidur"
"Baik Kapten" kata Dani
"Leo, Silla perketat penjagaan markas. Kemungkinan besar mereka menyerang kemari. Siapapun yang memasuki markas habisi dia. Kecuali orang orang yang kalian atau saya kenal, Paham?!" Ucap Risa.
"Habisi kapten?" Tanya Silla memastikan
"Iya, Penggal kepala mereka!"
"Dani ikut saya! Kita ambil apa yang seharusnya menjadi milik GDM!"
"Apa kita perlu menelpon Salma dan yang lain kapten" Tanya Leo
"Terserah. Mungkin kalian perlu mereka!" Ucapnya lalu beranjak pergi
Ditempat lain....
"Risa kemana?" Bisik Viona pada Salma
"Gue juga nggak tau-" Ucapnya terpotong
Drttt...drrtttt..
Silla is calling...
"Hallo kenapa Sil?"
"..........."
"Okeoke"
Tutt...
"Gaes gue Elina, Vinna , sama Viona duluan ya ada urusan penting" kata Salma
"Mau kemana yang?" Tanya Azka
"Ntar aja aku cerita oke?" Kata Salma kemudian menarik tangan Elina
"Ini ada apa sih? Tadi Risa sekarang mereka" Tanya Varo
"Gue juga nggak tau Ro" kata Zidan
"Udahlah biarin aja, ntar kalo ada apa-aa pasti mereka telpon kita" Kata Nando
__ADS_1
Setelah menerima telpon keempat gadis itu menjalankan mobil dengan kecepatan diatas rata rata
"Apa kita perlu menelpon Salma dan yang lain kapten" Tanya Leo
"Terserah. Mungkin kalian perlu mereka!" Ucapnya lalu beranjak pergi
Ditempat lain....
"Woy Salma lo gila ya! Gue belom nikah kali. Bisa nggak sih pelan-pelan bawa mobilnya" Teriak Vinna
"Ini urgent!" Kata Salma
"Urgent apanya?" Tanya Viona
"Senjata yang dipesen GDM diambil sama gangster lain. Dan sekarang Risa turun tangan membereskan hal ini. Kita disuruh kemarkas untuk memperketat keamanan!" Ucap Salma
Tak lama mobil itu sampai Di mansion yang megah.
"Akhirnya lo dateng juga!" Ucap Silla melihat kedatangan keempat gadis itu.
"Gimana ceritanya?" Tanya Salma
"Gue nggak tau persis. Cuman pengiriman senjata GDM diambil sama gangster lain dan anak buah GDM tewas ditempat. Terus sekarang Risa yang turun tangan. Risa juga pesen penggal siapapun mereka yang berani bermain-main dengan GDM!" Kata Leo
"Serius dipenggal bang?" Tanya Vinna
"Serius" Kata Leo mantap
"Terus dimana sekarang Risa?" tanya Salma.
"Barusan dia pergi, Dia sama bang Dani langsung kesana buat ambil apa yang seharusnya jadi milik GDM"
"Kenapa harus Risa?" tanya Elina.
"Gimana kalo Risa kalah? Gue sempet denger cerita dari Satria, Risa kalo ngamuk bisa dipukul rata semua" kata Elina.
"Risa itu batu. Sekeras apapun lo berusaha buat ngehalau dia, lo nggak akan pernah bisa menang dari dia" kata Leo.
"Lagian alasan lain kenapa Risa langsung yang turun tangan supaya mereka tau siapa lawan yang mereka ajak main-main."
"Gue harap mereka baik-baik aja" kata Salma.
"Risa sama banng Dani sih aman-aman aja, gue yakin mereka pasti bisa melindungi satu sama lain. Yang gue nggak yakin adalah Risa bisa atau nggak kontrol emosinya" kata Leo.
22.35 WIB
Dikediaman Nancy Bramantyo
"Risa kemana sih bang?" Tanya Varo
"Gue juga nggak tau dari tadi juga gue udah coba telpon nggak bisa, handphonenya mati" kata Satria
"Nggak biasanya nih bocah ngilang nggak ada kabar
gini" kata Varo.
Tak lama turunlah Azka dengan wajah yang kusut.
"Ngapa lo?"
__ADS_1
"Salma nggak ada kabar, gue telpon juga nggak bisa." jelas Azka.
"Sabar aja kali Ka, mungkin belum kelar. Selingkuhnya" kata Varo dengan cengiran khasnya.
"Gue gampar ya lo"
"Canda elah, baper amat" kata
"Udah-udah mending kita tidur, besok mungkin sudah kembali seperti semula" kata Satria
Keesokan harinya
"Dia nggak pulang?" tanya Varo disela-sela sarapan.
Namun tak ada satupun dari Satria bahkan Azka menjawab.
"Buset berasa ngomong sama tembok gue" kata Varo.
"Papa nggak pernah ngajarin lo ngomong sambil makan" jawab Azka berdiri sambil membawa piring kotornya menuju tempat cuci piring.
"Eh iya juga ya" kata Varo memakan makanannya yang masih ada.
"Lo mau berangkat sendiri apa bareng sama kita?" kata Satria berdiri mengikuti apa yang Azka lakukan.
Selama diperjalanan mereka hanya diam. Pikiran mereka bertanya-tanya,
Dimana Risa?
Kenapa ia menghilang bersama teman-temannya.
Tak lama mereka sampai disekolah. Jam pembelajaran berlangsung dan tak ada tanda-tanda satupun kehadiran Letta.
"Gimana ada nggak?" tanya Satria pada saat Varo datang dikantin.
"Nggak ada, Salma sama yang lain juga nggak ada. Gue chat Vinna juga nggak aktif"
"Mereka kemana sih?" tanya Nando heran.
"Gue juga nggak tau, mereka kemarin cuma bilang ada sesuatu hal yang harus mereka selesaiin, tapi apa?" tanya Satria.
"Viona gimana Dan?"
"Nggak ada kabar."
"Lo nggak berusaha hubungin dia?" tanya Azka.
"Enggak"
"Lo nggak sayang sama dia?"
"Sayang"
"Terus lo kok nggak nyari?"
"Ya, kan dia kemarin udah bilang kalo dia ada urusan. Yaudah, gue percaya sama dia. Kalo dia ngerusak kepercayaan gue yaudah tinggalin aja. Mencari orang ketika menghilang nggak menjadi target ukuran orang sayang sama orang lain atau nggak" jelas Zidan.
"Nah lo, Ro. Lo sih kan udah dibilangin jangan mancing-mancing Zidan soal begituan. Dipanjangin kan kalimatnya, khotbah dah tu" kata Azka.
Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘
__ADS_1
Next story......🧐🧐🧐🧐
Happy Reading....😊😊😊😊