The Mafia Girl

The Mafia Girl
Part 38


__ADS_3

Nando POV


Bel istirahat pun kami menuju kantin, dari tadi jantung gue berdetak tak karuan menunggu jawaban Risa.


"Jadi gimana Ris?" tanyaku begitu Risa sampai disana.


"Nggak ada sopan-sopannya ya lu, orang baru aja duduk udah ditanya. Nggak bener nih, yang bener itu lo kasih kita minum baru kita jawab" Kata Vinna.


"Ntar kalo dijawab iya"


"Jadi gimana?" tanyaku lagi.


"Iya"


"Iya apa?"


"Iyaudah, mau"


"Mau apa?"


"Nggak usah mulai deh" kata Risa.


"Yes!!! Finally i have a girlfriend"


Hari ini adalah hari paling bahagia menurut gue karena cinta gue nggak bertepuk sebelah tangan.


Author : Alay lo


Nando : Syirik bae lo. Jomblo ya gitu


Author : Lenyaplah kau dari muka bumi


Nando : Jangan ntar Risa sendirian dong:v


Abaikan percakapan tidak jelas diatas.


*******


"Traktirannya dong" kata Elina.


"Buat apa?" tanya Risa.


"Dih nih ya gue kasih tau. Kalo mau langgeng lo harus nraktir dulu" Ucap Salma


"Nggak berpengaruh pinter, kalo mau langgeng ya harus percaya, komunikasi lancar, dan setia." kata Risa.


"Udah by. Ntar lo semua gue traktir gampang" Kataku


"Ciah by. ****?" Kata Varo


"Baby tol*l"


"Hahaha gue kira b*bi. Kalo sayang-sayangan anti mainstream dong. Kayak almarhum almarhumah gitu" Ucap Varo


"Kadang lo tol*lnya murni ya nggak dibuat buat" Ucap Risa.

__ADS_1


"By ntar jalan yuk?"


"Kemana?" tanya Risa.


"Suatu tempat yang kamu pasti suka. Aku jamin"


Kami pun melanjutkan aktivitas kami seperti biasa. Dan ketika bel pulang sekolah pun gue udah stand by di depan mobil menunggu sang pujaan hati.


"Hai, udah lama?" tanya Risa.


"Nggak kok, yuk?"


"Oh ya, Sat gue bawa dulu ya adik lo" kataku pada Satria.


"Nando!! Lu pikir gue barang apa" kata Risa mencubit pinggangku.


"Aduh-aduh, sakit by."


"Ngeselin" kata Risa.


"Iyaiya, maaf sayang. Yaudah kita duluan"


Hari ini gue membawa Risa menuju restoran yang sudah kupesan. Bahkan sudah didekorasi sesuai dengan apa yang kuinginkan.


"Nih by" Ucapku


"Kok tau? Kan aku belum ngomong"


"Kan aku tau semua tentang kamu"


"Ini banyak banget lo" Ucap Risa


"Apasih receh" Ucapnya


"Serius, Kamu itu kayak Jogja" Jawabku


"Kok gitu?" Tanyanya


"Iya istimewah" Ucapku membuatnya blushing


"Nando!! Nggak lucu ih!!"


"Hahaha gemes deh" Ucapku.


"Aku janji bakal gantiin posisi Devon dihati kamu. Meskipun itu butuh waktu lama" Ucapku


"Ndo, kalo misalnya aku pergi kamu gimana?"


"Pergi kemana? Kapan? Kenapa?" Tanyaku


"Kan misalnya Ndo."


"Ya aku bakal tunggu kamu. Kalo kamu nggak ada kabar aku bakal cari kamu keujung dunia pun" Ucapku mantap


"Gue janji Ris kalo ada satu orang pun yang berani ngancurin hubungan kita gue bakal bunuh orang itu saat itu juga" batinku

__ADS_1


"Aku bakal pastiin nggak ada satu orang pun yang berani kalo kamu main bunuh gitu" Ucap Risa.


"Ha? Kamu cenayang ya?"


"Bukan"


"Kok tau?" Tanyaku


"Nggak tau dari kecil udah bisa tau apa yang dibatin seseorang. Bahkan aku juga bisa baca pikiran orang"


"Hebat banget sih pacar aku" Ucapku mengelus puncuk kepalanya


"Apaan sih Ndo!" Ucapnya dengan pipi memerah


"Cie merah lagi cie"


"Nggak lucu Nando!"


"Iyaiya, yaudah pulang udah sore ntar dicariin kamu sama mama" Ucapku


"Mami,papi,daddy sama mommy lagi pergi ke LA"


"Honeymoon itu" Ucapku.


"Ngaco! Bisnis tau!" Ucap Risa menoyor kepalaku


"Sakit by. Ntar kepala aku benjol aku laporin kamu. Kamu kena entar masalah kdrt" Ucapku sambil mengelus-elus kepalaku


"Nikah aja belum, kdrt"


"Apaan sih! Mulai lagi deh, sekarang ijazah dulu yang dipikirin baru ijabsah"


"Aduh pinter banget sih pacar aku" Kataku


"Dari dulu kali. Kamu aja nggak tau. Dan akunya aja yang nggak mau pamer."


"Gini nih udah dipuji malah ngelunjak untung sayang" Ucapku


Lalu kami masuk kedalam mobil. Tak lama mobil itu sampai di mansion yang sangat megah.


"Makasih ya, hati-hati jangan ngebut-ngebut. Nanti kalo udah sampe rumah jangan lupa kabarin aku" Ucap Risa.


"Kamu sekarang cerewet ya? Gapapa deh aku suka" Ucapku lalu mengecup pipi Risa membuat gadis itu mematung.


"Nando!" Teriaknya


"Ahahaha gapapa kali by dikecup sama pacar sendiri" ucapku


"Udah ah. Sana pulang" Ucap Risa keluar dari mobil.


Gue pun segera menancap gas setelah memastikan Risa masuk kedalam rumahnya. Sepanjang perjalanan pun gue tampak sumringah seperti memenangkan sebuah undian.


Gue sendiri heran, apakah seperti ini jatuh cinta? Senyum-senyum sendiri jika mengingatnya. Apakah kalian juga sama?


Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘

__ADS_1


Next story......🧐🧐🧐🧐


Happy Reading....😊😊😊😊


__ADS_2