
Risa POV
"Gue kesana sekarang!"
Dengan keadaan bangun tidur gue langsung menuju markas. Sebagai seorang pemimpin gue nggak mau pasukan gue banyak yang tumbang. Pasti ini lawan yang berat.
Tidak biasanya anak-anak meminta bantuan, mereka pasti bisa mengatasi sendiri tanpa melibatkan orang lain. Tapi kali ini, mereka meminta bantuanku, biarlah gue turun dimedan perang biar mereka paham apa itu GDM.
"Mau kemana sayang?" tanya Tyo, daddy gue.
"Bagaimana tidurmu? Nyenyak?" tambahnya
"Satria" kata mommy.
"Risa mau pergi sebentar ketemu temen"
"Makan malam dulu sayang, mommy bikinin masakan kesukaaan kamu" kata mommy.
"Nggak usah deh mom. Kasian temen-temen Risa udah pada nunggu"
"Emang mau ketemu siapa sih? Kaya punya temen aja" kata Satria.
"Ya temen gue lah, kepo amat sih lo" kataku.
"Risa"
"Iya dad, maaf. Risa duluan deh. Assalamualaikum" kataku sambil berlari kecil keluar rumah.
"Jangan pulang malam-malam ya. Jangan lupa juga makan malam dulu disana, ingat kamu punya maag sayang" kata mommy.
"Siap 86 mom"
Setelah itu gue langsung mengeluarkan motor dan langsung mengendarainya. Motor itu pun dengan cepat membelah gelapnya malam. Hanya membutuhkan waktu 13 menit untuk sampai disana, meskipun banyak juga orang yang memaki-maki karena ulah motorku.
Setibanya disana, gue melihat penjaga pintu sudah tergeletak dengan banyak darah yang keluar dari tubuhnya. Bahkan hampir sepuluh persen anggotaku sudah tumbang. Disana nampak tangan kananku dan orang-orangku tengah bertarung.
__ADS_1
"Berhenti!" ucapku menghentikan mereka.
"Pengecut!" tambahku.
"Siapa lo! Cewek kaya lo mendingan pulang aja sana. Dicari mama lo, suruh tidur"
"Mendingan lo yang balik, nggak usah maksa nampang didaerah kekuasaan orang"
"Nggak usah berlagak mau jadi jagoan!" katanya.
"Biar kuberi tau apa arti jagoan"
"Siapa lo? Lo leader GDM?" tanyanya.
"Maybe yes, maybe no"
"Ya jelas bukanlah. Mana mungkin cewek lemah kaya lo jadi pemimpin disini. Bawa diri sendiri aja lo kebingungan mau ngarep jadi pemimpin"
"Gue heran sama kenapa cewek lemah kaya lo bisa masuk seenaknya disini. Jangan-jangan lo jual diri disini supaya dengan mudah lo jadi anggota disini, haha gue nggak nyangka. Ternyata bener ya setelah jendral mati GDM udah nggak seangker dulu"
"Katanya GDM gangster yang paling disegani, oh iya sih katanya. Lo semua bukan tandingan gue, bisa aja sekarang gue yang akan bunuh lo. Jendral aja tumbang padahal Cuma ngelawan 20 orang aja. Apalagi kalian"
"Repeat!" kataku.
Jantungku berdegup lebih cepat setelah mendengar kata jendral. Karena kata itu gue menjadi sangat sensitive. Ya, Devon Pradipta atau yang lebih dikenal dengan jendral.
Pemimpin pertama GDM.
Lelaki yang merubah seluruh hidup gue. Lelaki yang mengajari gue bagaimana cara mensyukuri hidup, yang mencintai gue, yang member warna dalam hidup gue yang gelap. Hingga waktu dengan kejam mengambil semua.
"Nikmati kematian lo!"
"Lo udah manggil iblis yang terkunci dalam dirinya untuk keluar"
"Malaikat maut datang!"
__ADS_1
"Lo udah gali kuburan lo sendiri!"
"Lo cewek lemah, L E M A H !" ucap lelaki itu dengan menekan kata lemah.
Ya, dia adalah Nathan Egdar Saputra, tangan kanan KD.
KD (King Dark) adalah gangster yang memimpin Asia. Gangster yang membuat onar, namun bagiku ini bukanlah lawan yang seimbang untukku.
"Shut up! Let's see who among us is weak dear" kataku sambil menyeringai.
Tanpa ba bi bu be bo gue langsung menyerang mereka membabi buta. Meskipun awalnya gue sedikit oleng karena dikuasai oleh amarah. Namun bukan Risa namanya jika tidak bisa memenangkan suatu pertempuran.
Tidak membutuhkan waktu lama bagiku untuk menghancurkan hama-hama kecil ini. Kini Nathan sudah tumbang dengan mengeluarkan banyak darah dari hasil karyaku. Terlebih dari pasukannya tak sedikit dari mereka yang tewas secara mengenaskan.
"Siapa yang lemah sekarang?!"
"Ggggguuueeee..... ngggaaakkk...akan men....yer...aahh"
"Baiklah-baiklah, kau memang sedikit keras kepala. Akan kubantu agar kau tidak menjadi keras kepala" kataku sambil berjalan mendekati Nathan.
"Mari kita selesaikan ini"
Dengan cepat anak-anak KD yang masih hidup bergegas membantu Nathan untuk melarikan diri karena mereka tahu mereka bukan lawan bagi GDM.
"Maju lo semua!" kataku.
Anak-anak KD bimbang, antara menyelamatkan Nathan tapi nyawa mereka hilang atau ia melarikan diri sendiri tapi mereka akan diburu oleh anak-anak KD yang lain.
"Selangkah lo semua maju! Gue kirim dia keneraka. Bukan hanya dia tapi lo semua juga! Maju dan cobalah" kataku sambil memegang kepala Nathan.
Sementara laki-laki itu sudah pasrah dengan nasibnya. Ia tak punya cukup tenaga untuk melawan jika punya pun tenaga itu tidak akan sebanding.
******
Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘
__ADS_1
Next story......🧐🧐🧐🧐
Happy Reading....😊😊😊😊