The Mafia Girl

The Mafia Girl
Part 11


__ADS_3

******


Setelah Vinna dan Elina mendengar pesanan teman temannya mereka segera ngacir. Tak lama mereka kembali dengan membawa makanan.


"Nih gaes" Ucap Vinna


"Thank you" kata mereka.


Brukk...


Terdengar suara gebrakan meja dan membuat seisi kantin menoleh.


Disana tengah berdiri 3 anak perempuan yang memakai baju ketat, make up tebal. Yang tengah berbicara dengan dua orang gadis lugu.


Yang tiba-tiba dua gadis itu berdiri meninggalkan tempat itu sambil menangis.


"DASAR CUPU!" Teriak salah satu dari 3 gadis itu.


Mereka bertiga pun duduk ditempat itu lalu melanjutkan aktivitasnya tanpa merasa bersalah.


"Mereka siapa sih? Kok seenaknya gitu?" Tanya Risa


"Itu Amanda cs. Ratu bully disini." jawab Vinna.


"Queen of bullying?"


"Ya, mereka biang onar disini" jelas Elina.


"Kenapa masih sekolah disini? Nggak ada yang berani lapor?"


"Percuma kali, bapak dia kepala sekolah. Dan orang tua dia kan salah satu donatur tetap disini, lagi pula dia kenal sama Nancy's familly," kata Viona.


"Ah, look one more amazing surprise" batin Risa.


"Kemarin lo apain sih Sal, kok mereka nggak kapok? Bodyguard lo kurang greget sih" kata Vinna.


"Lo gila apa mau bikin anak orang ketakutan"

__ADS_1


Tanpa diberi tahu Risa sudah mengetahui siapa mereka, berasal dari mana mereka.


"Panjang ceritanya" kata Viona.


"So? Gue nggak boleh tau?" tanya Risa polos.


"Nama lo cuman Larisa doang?" tanya Salma.


"Why?"


"Enggak, gue cuman mau mastiin aja" kata Salma.


"Lo nggak pakek nama marga? atau gimana?" tambahnya.


"Kenapa? kalo gue miskin kalian nggak mau temenan sama gue?"


"Bukan gitu Ris, gue cuman nggak mau kejadian dulu keulang lagi" kata Salma.


"So?"


Salma hanya diam menunduk. Sementara Risa menatap satu persatu teman barunya dengan tatapan bertanya.


"Dulu Salma punya temen, dia deket banget sama Salma tapi dia cuman morotin Salma aja. Sebenernya dia nggak mau temenan sama Salma." jelas Elina.


"Dulu Salma punya temen, dia deket banget sama Salma tapi dia cuman morotin Salma aja. Sebenernya dia nggak mau temenan sama Salma." jelas Elina.


"Dia masih trauma" kata Viona.


Risa langsung memegang dagu Salma. Dan ternyata ia menangis.


Salma hanya menggeleng.


"Gue bukan salah satu dari yang lo maksud. Gue nggak


butuh sama sekali uang lo"


"Buat apa lo nangisin orang yang nggak penting. Harusnya lo tunjukkin sama dia kalo dia bukan apa-apa. Kalo gue jadi lo, gue bakal bikin orang yang nyusahin gue atau mau main-main sama gue jadi hidup nggak tenang"

__ADS_1


Salma mengusap air matanya dan tidak berkomentar sama sekali.


"Percuma lo punya bodyguard, tinggal dikeluarga Arymevia kalo lo lemah. Setau gue Arymevia bukan keluarga sembarang"


"Jadi kenapa cuman gara-gara hama kecil lo jadi down?"


"Kok lo tau" tanya Salma.


Risa hanya menaikkan bahunya seraya memakan makanannya.


"Jelasin!" Rengek Salma.


"Manja"


"Apasi maksud lo?" sinis Vinna.


Vinna memang tipikal orang yang mudah terpancing emosi apalagi menyangkut temannya.


"Apa?" tanya Risa.


"Apa maksud lo ngatain Salma manja" kata Elina yang kini ikut berkomentar


"Emang manja kan?"


"Lo nggak usah mancing emosi deh" kata Vinna.


"Mancing emosi darimana? Emang manja kan? buktinya ngerengek kaya tadi? Apa namanya kalo bukan manja?" skakmat Risa memang ahlinya berdebat.


"Udah nggak usah debat, jadi? Gimana lo bisa tau Salma?" tengah Viona


"Gue tau lo semua, darimana lo berasal"


"Maksud lo?"


Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘


Next story......🧐🧐🧐🧐

__ADS_1


Happy Reading....😊😊😊😊


__ADS_2