
******
"Nih, berkasnya" kata Silla memunggungi gadis itu.
"Muka lo kenapa?"
Risa yang moodnya sedang memburuk hanya memperlihatkan pesan yang disampaikan oleh Okan.
"KD lagi?" kata Silla.
"Nggak habis fikir gue, nggak ada bosen-bosennya apa ngusik GDM terus" tambahnya.
"Gue juga nggak tau. Mana pulpennya" kata Risa.
Gadis itu langsung menandatangani berkas tersebut tanpa membaca dulu isi perjanjian tersebut.
"Loh loh Ris, baca dulu" kata Silla.
"Lo belum baca?"
"Belum, gue tadi ngurus grand opening lo" kata Silla.
Tanpa berfikir panjang Risa langsung meletakan pulpennya dan langsung merobek kertas tersebut.
"Lo gila ya"
"Apa?" tanya Risa santai.
"Kenapa lo sobek sih?" tanya Silla kesal.
"Ya terus? Mau diapain? Lo belum baca gue juga belum baca. Tapi udah gue tanda tangani. Gimana kalo gue nggak setuju sama isi perjanjian itu? Lo mau tanggung jawab kalo ada apa-apa?"
"Ya, tapi nggak harus lo sobek pinter" kata Silla.
"Yaudah sih, lo bilang aja gue nggak mau kerja sama dan berkasnya udah gue sobek. Kalo lo nggak berani buat ngomong biar gue aja. Selesai"
"Gila emang" kata Silla yang beranjak mengambil minum.
"Lo bawa mobil gue aja, nanti kita kesana bareng-bareng. Biyu lo dimarkas."
"Oke"
"Bang Dani sama Leo tau hal ini?" tanya Silla.
"Tau apa?"
"Ya, soal hama ini"
"Enggak biar mereka nggak tau, biar gue kasih mereka sedikit kejutan."
"Lo jangan kepancing emosi ya" kata Silla.
"Siap bu bos"
"Yaudah yuk berangkat" Ajak Silla.
Akhirnya kedua gadis itu berangkat menuju markas GDM. Selang lima belas menit mereka sampai disana.
"Udah siap bae lo" kata Leo.
"Pemenang mah selalu siap. Nggak ada kata ragu buat pemenang" kata Risa mantap.
Mereka berempat pun bercanda gurau seperti biasa. Tepat pukul sebelas malam mereka bergerak menuju arena balapan. Disana pun sudah ada Nando dan teman-temannya.
Mereka pun sedikit membungkuk dengan arti menyegani GDM.
__ADS_1
"Mohon maaf sebelumnya jika saya lancang bertanya seperti ini, kenapa tiba-tiba GDM mengajak kami untuk balapan?" tanya Satria.
Dani yang ingin menjelaskan pun terhenti karena Risa yang tiba-tiba maju.
"Kenapa? Takut? Sebelumnya harus kubenarkan perkataanmu. Pertama, bukan GDM yang mengajak Nando balapan, melainkan penguasa jalanan, Kedua bukan mengajak balapan melainkan menantang"
"Iya, kami tau. Tapi kenapa?"
"Tak perlu alasan bukan untuk menantang musuh?" jawab Risa.
"Musuh?" tanya Varo.
Risa hanya diam dan memakai helm hitamnya. Mereka hanya bisa melihat badan gadis itu dari belakang yang sudah dibalut dengan jaket kebesaran GDM.
Balapan itu pun dimulai. Meskipun tidak diragukan lagi bahwa penguasa jalananlah yang memenangkan pertandingan.
"See, mereka bukanlah tandingan kita" kata Risa pada Dani.
Dani hanya diam dan mengangguk. GDM pun memutuskan untuk pergi, Risa yang memang berjalan dibelakang pun langsung menyerang begitu melihat hama-hama kecil beraksi.
Pertumpahan darah pun tak terhentikan. Bahkan Satria dan teman-temannya pun sedikit terkejut melihat hal ini.
Begitu juga Dani dan Leo ia langsung menjauhkan Risa dari mereka, karena jika gadis itu sudah kalap semua pun bisa hancur.
Namun Risa tetaplah Risa, gadis yang keras kepala dan tidak bisa dicegah sebelum keinginannya tercapai.
"Angga" kata Risa.
"Lihat? Seberapa licik mereka? Sudah kalah tapi tidak mau mengakui? Dan mereka menyuruh anak buahnya untuk menyerang"
"Kami tidak tahu, mohon maaf atas kejadian malam ini. Kami sama sekali tidak menyuruh mereka untuk menyerang" kata Zidan.
"Simpan saja semua pembelaan kalian. Sekali musuh tetaplah musuh. Dulu Nathan, lalu Vero, sekarang Angga. Lantas siapa lagi? Kalian benar-benar ingin mati rupanya. Memang dari dulu kalian harus dibantai saja" kata Risa bergerak menyerang.
Gadis itu melihat Dani dan berjalan mendekatinya. Mereka hanya takut Dani yang akan menjadi korban pelampiasan kaptennya itu.
"Sudah lama aku tidak melihat kau memberi hadiah pada leon, Aku sudah memenangkan balapan ini untukmu sebagai hadiah ulang tahunmu. Sekarang aku yang minta kau memberiku hadiah untuk leon, yaitu sebuah badan salah satu dari mereka dengan kepala terpisah. Kepalanya berikan padaku"
"Salah satu dari mereka?" tanya Leo.
"Ya, mereka" kata Risa menunjuk Satria, Nando, Zidan, Azka, Varo, dan Angga.
"Tapi Kapten apa-"
"Baik kapten"
Gadis itu pergi meninggalkan arena balapan. Ia kembali kerumah waktu subuh.
"Saatnya berakting" kata Risa dicermin.
"Morning dude!" sapanya.
"Kok udah balik?" tanya Satria.
"Kenapa?"
"Kan kemarin malem kamu bilang mau nginep dirumah Silla, balik jam berapa tadi?"
"Subuh"
"Kenapa nggak telpon aja sih? Biar abang jemput. Silla yang anter?" tanya Satria.
"Iya abang"
"Kan kasian dek, kalian cewek-cewek. Kalo ada apa-apa gimana?"
__ADS_1
"Aman abang, kan Risa nggak mau ganggu tidur abang yang nyenyak. Kalo tidurnya nggak cukup jadi nggak ganteng gimana?"
"Sok care lo" kata Varo
"Lo gimana sih. Gue jutek salah gue kayak gini salah. Inget ya, peraturan dunia ada 3 pertama cewek nggak pernah salah, kedua cewek selalu benar, ketiga kalo cewek salah, kembali aja keperaturan pertama dan kedua. Kapan-kapan gue ajak deh lo ketemu sama pembuat peraturannya"
"Udah-udah ayo sarapan, nanti kesiangan. Lain kali jangan digitu lagi Ris" kata Azka.
"Ayo berangkat udah jam 6 lebih 15" Kata Varo
"Kita satu mobil aja ya biar cepet" Kata Azka
Kini ahli kemudi pun diambil alih oleh Azka. Pukul 7.15 mereka sampai di ELIS karena macet total.
"Bagus jam 7 lebih baru sampai" Ucap bu Diana guru BK ELIS yang terkenal killer
"Eh ibu Diana" Ucap Varo
"Alvaro! Azka! Jangan mentang-mentang kamu anak petinggi sekolah kamu jadi seenaknya. Dan kalian Satria, Risa kamu kenapa terlambat?!" Kata bu Diana tegas
"Keren juga guru yang dipilih Silla." batinku
"Silla sapa Ris?" Bisik Varo
"Ha? Apaan?"
"Gue tau apa yang lo batin tadi" Ucap Varo
"Maksudnya?"
"Ya gue tau apa yang lo batin, gue sendiri juga nggak tau kenapa? Mungkin karena kita kembar kali"
"He! Kalian kenapa malah bisik-bisik! Sekarang kalian semua lari 10 kali" Ucap bu Diana
"Nggak bisa dinego bu?" Tanya Varo
"Ini bukan pasar Varo!"
"Ibu nggak kasihan apa sama kita? Ntar kalo kita udah nggak ganteng lagi nggak cantik lagi nggak ada yang naksir kita dong" Ucap Varo mendramatis
"Sekarang! Atau saya tambah hukuman kalian!"
Mereka pun bergegas lari, seketika mereka menjadi pusat perhatian anak-anak yang tengah melakukan pembelajaran olahraga.
"Yaampun Satria ganteng banget sih"
"Azka sayang!!"
"Risa cantik juga ternyata."
"Ngapain sih anak baru itu!"
"Caper tuh anak baru"
"Alvaro ganteng banget sih"
"Udah bu" Ucap Varo dengan napas terengah-engah.
"Ya sudah sana kembali! Besok diulangi lagi ya" Ucap bu Diana.
Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘
Next story......🧐🧐🧐🧐
Happy Reading....😊😊😊😊
__ADS_1