
Risa pov
"Jadi lo gimana bisa tau?" tanya Viona.
"Anggep aja itu kelebihan gue"
"Gue mau ikut gangster aja" celetuk Salma tiba-tiba.
"Gangster apaan?" kata Elina.
"Nggak usah aneh-aneh deh Sal, buat apaan sih ikut begituan. Nyawa lo bisa terancam" tutur Vinna.
"Gue capek Vin, gue ngerasa nggak berguna karena bokap gue sendiri masih nganggep gue bocah. Gue nggak butuh pengawal gue bisa sendiri"
"Itu artinya mereka peduli sama lo, mereka nggak ingin lo kenapa-napa. Lo harusnya bersyukur karena masih dapet kasih sayang keduanya. Banyak diluaran sana yang pengen kayak lo Sal" kata Vinna.
"Ya tapi seenggaknya gue mau belajar bela diri"
"Jadi lo mau ikut apa?" tanya Elina.
"Apaan sih, ngapain lo dukung?" kata Vinna.
"Bagus dong, jadi temen itu harus support apapun keputusan yang mereka ambil" kata gue.
"Gila ya lo" kata Vinna.
"Tau lo gue udah setuju lo ikut bela diri lo malah masuk ke kandang singa"
"GDM bukan kandang singa kali. Lo semua nggak perlu takut sebenernya. Selama lo nggak macem-macem lo semua aman" kata Gue.
"Tau darimana? Lo kan tau GDM gangster nomer 1. King Dark aja gugur Ris, berurusan sama GDM sama aja nantang maut"
"Lo bener mau ikut GDM?" tanyaku
"Ya, kenapa lo mau ikut juga?" tanya Salma.
"Lo bisa masuk. Tapi dengan syarat lo harus gue uji lo dulu"
"Lo siapa sih? Apa hubungannya lo sama GDM. Jangan halu deh" kata Vinna.
"Gue? Manusia biasa"
"Terus apa hubungan lo sama GDM?" tanya Elina.
"Serius pengen masuk nggak? Kalo iya gue tunggu nanti pulang sekolah diparkiran. Jalani kasus pertama, jika kalian berhasil kalian dapat langsung gabung sama GDM."
"Gue masih nggak tau apa maksud lo" kata Salma.
"Mau ikut nggak"
"Ya mau, tapi kalo lo-"
"Ngibulin lo? Lo bisa potong jari kelingking gue"
__ADS_1
"Yaudah-"
Tiba-tiba suasana kantin yang semula riuh menjadi sangat riuh karena kedatangan 5 orang lelaki. Dan diantara mereka gue kenal.
"Ah, look this a new target" batinku.
Ya diantara 5 lelaki itu aku mengenal 3. Yang pertama Satria abangku, Alvaro, dan Azka.
"Yaampun Nando"
"Prince ELIS"
"Satria i love u."
"Calon imam gue"
"Gue udah cantik nih"
"Halo sayang"
"Siapa sih mereka ganggu banget"
"Lo nggak tau?" tanya Viona.
"Ya nggak taulah orang anak baru gimana sih" kata Elina.
"Tapi gue denger tadi pagi lo berangkat sama Satria, bener? Kok bisa?" kata Viona
"Satria?" tanya Elina.
"Mereka cassanova disini" jelas Salma.
"Masa lo yang tadi bareng kok bisa nggak kenal"
"Penting banget gitu gue tau siapa mereka?" tanyaku.
"Gimana bisa bareng kalo lo aja nggak kenal"
"Ya ketemu aja di jalan terus dia ngeliat gue dinawarin gue"
"Satria nggak bakalan mau numpangin orang secara cuma-cuma"
"Ya nasib gue aja kali lagi baik"
"Itu Satria Nicholas Bramantyo. Anak sulung keluarga Bramantyo. Nah yang lagi godain adek kelas itu Alvaro Putra Nancy, anak kedua keluarga Nancy."
"Nah yang duduk diatas meja itu abangnya Alvaro, Azka namanya, nah yang cuman ketawa itu ice Zidan namanya, dari keluarga Rama"
"Dan yang terakhir itu sih Kulkas, Nando dari keluarga Gabriel"
Gue hanya mengangguk mengiyakan apa kata mereka supaya mereka tidak curiga.
Tak lama lima laki-laki itu datang kearah meja kami.
__ADS_1
"Hai boleh gabung?" tanya Satria.
"Nggak"
"Kenapa?" tanya Azka.
"Lo anak baru?" tambahnya.
"Penting buat lo tau?!"
"Lo kan liat udah penuh nah meja lo masih muat buat kita-kita jadi boleh lah kita gabung" kata Alvaro.
Mereka langsung duduk tanpa menunggu persetujuan.
"Lo kok nggak message gue? Gue bisa jemput lo, buat kekantin bareng" kata Satria.
"Nggak perlu gue bisa sendiri"
brukk...
"Heh cupu! pindah lo" kata salah satu dari 3 orang tadi.
"Jadi menurut lo, cuman lo yang pantes duduk samping mereka?"
"Iyalah, namanya juga primadona. Cepet minggir cupu!" katanya dengan nada tinggi.
"Bisa nggak lo sopan sama orang?" tanyaku dingin.
Bisa dilihat dari muka mereka bahkan Salma dan yang lain juga ikut ketakutan.
"Bisa nggak lo sopan sama kakak kelas?!" tantangnya seraya menutupi rasa takutnya.
"Gimana lo bisa dihargai kalo lo sendiri nggak mau ngehargain orang"
"Lo jangan macem-macem cupu! Gue bisa keluarin lo sekarang juga dari sini! Gue juga bisa nyuruh papa gue buat bikin keluarga lo jadi gembel" katanya.
"Jangan sekali-sekali lo bawa-bawa keluarga gue. Kalo sampe ada satu helai rambut dari mereka lepas, nyawa lo taruhannya"
"Wow, Berani juga ya lo, apa ini didikan orang tua lo?"
"Amanda udah!" kata Satria.
"Lo nggak perlu nyalahin dia, emang gue yang salah karena tadi minta duduk disini"
"Ya harusnya dia sadar diri, gembel nggak pantes duduk disini bahkan sekolah disini" kata Amanda.
Tanpa aba-aba gue langsung melayangkan satu pukulan yang mendarat tepat pada pipinya hingga mengeluarkan darah pada hidungnya.
"Risa stop it!" Kata Satria.
"Jangan pernah ngusik gue kalo nggak mau hidup dineraka"
Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘
__ADS_1
Next story......🧐🧐🧐🧐
Happy Reading....😊😊😊😊