
ππ
Hai...
Namaku Syakiya Luna Haniya
Entah kenapa orang tuaku memberi nama sepanjang itu, padahal mereka hanya memanggilku dengan nama LUNA.
Aku terlahir di keluarga yang biasa saja.
Bisa dibilang kami ini dari kalangan menengah kebawah yang segalanya serba kekurangan dan jika menginginkan sesuatu harus melewati proses panjang terlebih dahulu dan aku sudah terbiasa bekerja keras sejak kecil.
Menyedihkan memang, tapi aku bersyukur dan cukup bahagia mempunyai orangtua yang sangat menyayangiku..
pasangan Bayu dan Maryam.π
Aku dikelilingi teman-teman yang baik dan mereka sangat menyukaiku.
Mereka bilang aku sangat menyenangkan.
Haha, mungkin karena yang mereka lihat adalah ceriaku.
Sedihku mana mereka tau!!
Tak apa lah, aku terbiasa menelan kesedihan ku seorang diri.
Temanku cantik-cantik dan juga tampan. Yang menyedihkan adalah aku tak secantik mereka.
Wajahku benar-benar alami tak tersentuh kosmetik apa pun sehingga kusam dan jerawat sangat betah bertahta di wajahku.
Sangat menyebalkan!
Bukan berarti aku ini jelek, hanya kurang modal saja ha ha ππ
Satu lagi yang tak kalah menyedihkannya dalam hidupku.
Aku ini sangat bodoh!
Bagaimana tidak, aku di sekolahkan di sekolah asal-asalan yang gurunya kadang ada kadang tidak.
Yang lebih parah lagi setiap mengajar, guruku hanya menerangkan itu itu saja. Membosankan!
Jika aku tak ingat perjuangan orangtuaku, mungkin aku akan kabur saat pelajaran sekolah, mungkin lebih baik bekerja di ladang dari pada harus mendengarkannya yang lebih banyak bercerita tentang hidupnya di banding pelajaran.
Oh Tuhaan..!!
Tapi saat yang paling menyedihkan untukku adalah saat ibuku meninggal sebelum melihatku tumbuh dewasa.
__ADS_1
Cukup lama aku berduka kehilangan ibu yang sangat menyayangiku.
Bukan karena ayahku tidak begitu sayang seperti ibu, tapi kerja kerasnya untuk menghidupi aku dan ibu membuat ayah sangat sering meninggalkan kami demi memenuhi kebutuhan hidup.
Jelaass, ayah pun sangat menyayangiku.
Aku sangat menyesali kepergian ibu karena aku belum sempat membahagiakannya.
Seluruh hidupnya dihabiskan bekerja keras untuk membahagiakan ku.
Dan sejak kepergian ibu, aku jadi kesepian.
Perlu kalian ketahui, ayahku Bayu sangat tampan.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi ayah bisa mendapat pengganti ibu.
Bukan karena sudah melupakan cintanya pada ibuku. Tapi lebih berfikir kalau pernikahannya yang baru akan merubah masa depanku.
Yaa, dan kini aku dikaruniai ibu dan seorang adik tiri yang hanya terpaut satu tahun denganku.
ibu tiri Ramona dan adik tiri Keisya, kehidupan mereka jauh berbeda denganku, karena dia salah satu orang kaya di sana.
Aku berharap tidak mendapat ibu tiri yang jahat seperti cerita Cinderella, tapi menginginkan ibu tiri seperti dalam film Hidayah yang sangat baik tapi terdzholimi oleh anak suaminya.
Tentu saja kalau aku di beri ibu tiri baik seperti itu tak akan menganiayanya, tapi akan menyayanginya seperti ibu kandungku sendiri.
Namun kenyataannya yang kudapat adalah ibu seperti ibu tirinya Bawang Putih.
Kalian pasti bisa menebak bagaimana kehidupan baruku bersama ibu tiri.
Terlebih lagi saat Keisya si adik tiri yang selalu menindasku. Dukungan dari ibunya membuat dia semakin berkuasa.
Gemas rasanya ingin ku balas setiap perlakuan seenaknya padaku.
Tapi aku tau diri, jika bukan karena ibu tiriku mungkin aku tak bisa melanjutkan sekolah.
Ayahku yang jarang dirumah tentu tidak tau perlakuan ibu tiri terhadapku.
Tidak jauh berbeda dengan cerita dalam dongeng, ibu tiri selalu baik saat ayah dirumah. Karena dia tau kalau ayah sangat menyayangiku. Dia takut ayah akan meninggalkannya jika tau sudah berbuat jahat pasaku.
Tentu saja bukan karena harta, karena ayahku sangat miskin.
Jangan lupa, ayahku yang tampan membuat ibu tiri tergila-gila padanya.
Malangnya ayahku, demi diriku dia rela menikahi wanita tambun dan tidak lebih cantik dariku, hahaππ
Jika dibandingkan dengan ibuku jelas jauh berbeda. Bagai bunga mawar dan duriya.
__ADS_1
Yaa, sangat jelek menurut penglihatanku.
Saat aku lulus sekolah menengah pertama, ibu tiri mengirimku ke kota yang jauh untuk melanjutkan sekolah menengah atas dengan alasan agar aku bisa mendapat pendidikan yang lebih baik.
Ayahku bisa apa?
Yang membiayai semuanya adalah istrinya.
Yang aku bingung, kenapa bukan keisya yang disekolahkan di tempat bagus? padahal dia lebih pintar dan pastinya biaya sekolah disana lebih mahal.
Hmmm.... sebenci itu kah sampai dia menendangku jauh ke kota lain??
Sepertinya dia tak mau kasih sayang ayah terbagi denganku.
Ya mau sayang gimana? nikah juga demi aku.
Tapi apa boleh buat, aku dan ayah hanya bisa pasrah dengan keputusan nyonya besar.
Di kota baru, sekolah baru dan teman baru..
Aku cukup senang bisa masuk sekolah yang kualitasnya bagus walaupun hanya mendapat kelas yang paling rendah nilainya.
Tapi tak apa, nilaiku yang pas-pasan tidak membuatku minder. Karena teman sekelasku tidak lebih pintar dariku. ππ
Ppfiyuuhh.. Miris sekali bukan??
Penindasan senior juga bukan hal yang aneh bagi kelas kami.
Asal patuh, kita aman!
Sesimpel itu memang. Tapi permintaan mereka yang kadang tak masuk akal membuatku merasa ingin menenggelamkan tubuhku ke dasar rawa.
Oh malangnya nasibku.!!
Tapi ini harus ku jalani, aku tak mau mengecewakan ayah dengan segala pengorbanannya untukku.
Ya syudahlah, mau bagaimana lagi?
Dan kehidupanku mulai berubah saat aku mendapat teman yang entah datang dari negeri mana yang bernama Fengying.
Jika kalian berfikir Fengying sama seperti jin milik Aladdin yang bisa memberikan segalanya, kalian salah.
Karena Fengying sama bodohnya seperti diriku.
OH TUHAAAAN..!!
Dan inilah kisahku.
__ADS_1
πΊπΊ
Bantu like n komen yaaaa...π