The Magic Girlfriend

The Magic Girlfriend
drama di mulai


__ADS_3

🏑


kriiingg...kriiinggggg.


"BERISIK...!!"


teriaknya dengan melempar ponsel ke arah bawah ranjang tempat tidurnya yang kecil..


Suara alarm dari ponsel berdering sangat kencang membuat ia terbangun dari mimpi indah yang selalu mampu membuat gadis berambut sebahu itu sampai mengigau..dan membuatnya enggan untuk bangun..


Karena suaranya tak kunjung berhenti juga, dengan terpaksa Luna menuruni ranjang..


dengan malas ia mulai merayap ke bawah kolong ranjang dan mencoba meraih ponselnya di sana..


Ternyata Luna terlalu kuat melempar hingga benda persegi bermodel ketinggalan jaman itu berada jauh di sudut tembok..


dhukk..


"ah.. sial..!!


sejak kapan kau sesempit ini hah..??" umpatnya pada kolong ranjang yang memang dari dulunya hanya selebar itu..


Luna tak menyadari mungkin tubuhnya yang semakin melebarπŸ™Š


Setelah mendapatkan ponselnya kembali Luna duduk bersila di samping ranjang dan meletakkan ponsel pada meja belajar setelah ia mematikan alarmnya..


Seperti orang linglung, Luna melihat sekeliling kamar sempitnya tanpa tau mencari apa sambil menggaruk kepalanya yang berantakan.. mungkin mencari sebagian nyawanya yang belum terkumpul sepenuhnya..


Hah.. malas sekali.. rasanya Luna ingin menangis sambil berguling-guling saking frustasinya..


"AKU GAK MAU SEKOLAAAHH...!!"


terianya pagi itu...


"TUHAN.. tolong beri aku satu minggu lagi untuk berlibur.. aku belum siap mengahdapi kejamnya seniorku.. huwaaaaaa...!!"


Sungguh menyedihkan nasib gadis ini.. belum menikmati liburan, sudah harus bersekolah lagi.


Selama liburan di rumah ibu tiri, gadis yang memiliki tinggi tak sampai seratus lima puluh centi meter itu tak pernah merasakan yang namanya berlibur. Yang ada dia hanya dijadikan pembantu pengganti dirumahnya ibu tirinya itu


"menyebalkan..!!"


Ya.. kata-kata itu seakan sudah menyatu dengan lidah gadis ini.


Dengan langkah gontai Luna memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap untuk ke sekolahnya yang sangat bagus dan sangat ia rindukan..


Cih.. rindu..??


jika boleh memilih.. Luna lebih memilih sekolah di kampungnya yang dulu.. jauh dari kata mewah tapi menyenangkan dan nyaman..


Apalagi teman-teman yang sangat menyayanginya.


Setelah selesai.. Luna mulai mengatur nafas untuk menenagkan diri.


Yaahh.. mungkin karena hanya dirinya yang selalu menghadapi hari baru dengan berjuta rasa yang sulit dibayangkan..


"semangat Luna.. hanya satu semester lagi kau tak akan bertemu dengan penyihir itu lagi..!"


gadis berseragam sekolah ini menyemangati dirinya sendiri di depan cermin. karena memang Luna malas sekolah karena tak mau bertemu dengan senior yang selalu menindasnya..


"SEMANGAT..!!"


tetiaknya lagi sesaat setelah mengunci kamar kostnya dengan benar.


Dan setelah itu, tiba-tiba saja semangatnya kembali mengendur sesaat setelah berdiri di depan tangga untuk turun dan fiks sumpah serapah pun keluar saat ia memandangi tumpukan anak tangga yang sangat banyak dihadapannya..

__ADS_1


"ibu tiri.. kau sangat kejam padaku, tidak hanya dirumah.. disini pun kau masih menyiksaku.. aku membencimu..!" gumamnya menahan kesal dengan mengepalkan tangannya.


"HaH..!!"


Luna membuang nafas kasar meluapkan emosi saat hendak menuruni anak tangga..


"semoga saja kau kena diabetes, tambah gendut dan tambah jelek..!" umpatnya dengan terus berjalan turun.


Sungguh teganya ibu tiri menempatkan Luna di kost'an lantai empat tanpa lift atau pun eskalator.


Dan umpatan seperti itu sudah seperti sarapan baginya karena setiap hari ia selalu merapalkannya..


Mungkin yang terbiasa melihatnya seperti itu menganggap gadis itu seperti sedang membaca mantra sebelum sekolah..


"menyebalkan..!!"


* * *


teeeetttt...!!


itu bukan suara bel di meja cerdas cermat.. tapi bel tanda masuk di sekolah Luna..


Luna yang belum sampai dengan cepat berlari sebelum gerbang di tutup..


"eiitttt...pak pak pak nanti dulu...!"


Luna berhenti di depan gerbang mengatur nafasnya yang terengah-engah..


"kamu itu.. alasan apa lagi??" tanya pria berkumis tebal yang sudah siap menutup gerbang..


dan gadis bermata kebiruan itu masih sibuk mengatur nafas dengan membungkuk


"angkotnya lama ya? disana ujan? kelamaan ngantri toilet?? atau sepatumu ketinggalan?? heum??" dengan mata melotot..


"waah.. bapak pintar sekali..!!" godanya dengan mengacungkan jempol dan senyum bangga..


"ini tu hari pertama masuk sekolah.. masa kamu telat juga..!" tambahnya masih dengan wajah yang ia buat semenyeramkan mungkin


"iya pak.. maaf.. aku kesiangan.!" dalih Luna dengan memasang wajah sedih padahal sebenarnya ia memang malas untuk datang ke sekolah


"hemmm dasar... masuklah.. sebelum saya berubah fikiran..!" balasnya ketus..


"oke.. makasih pak Soleh, semoga harimu menyenangkan..!" ucapnya dengan semangat dan melambaikan tangan pada satpam sekolah itu lalu lari masuk kedalam sekolah..


"dasar anak itu..!" katanya dengan tersenyum sambil menarik gerbang untuk ia tutup


Luna berlari menuju kelasnya di lantai dua. ini lebih baik di banding kamar kost'annya yang berada di lantai empat..


"aku harus cepat sebelum dia melihatku..!"


Luna bergumam dengan terus berjalan cepat..


"LUNA..!!"


seketika langkahnya terhenti


"mati aku...!" pekik Luna


suara itu sangat ia kenal dan baru mendengarnya memanggil namanya saja sudah membuat Luna merinding..


"eh.. hay kak cantik..!"


Luna menoleh dan berusaha tersenyum semanis mungkin untuk menyambutnya.. ternyata dia seorang diri tanpa didampingi dua orang dayangnya..


Luna bergidik ngeri melihat aura hitam yang mengelilinya seperti kepulan asap pembakaran ban bekas yang dilakukan para pendemo..

__ADS_1


Dia mendekati Luna dan menengadahkan tangannya untuk meminta..


"apa kak..?" Luna pura pura bodoh..


"apa kau hilang ingatan Luna..?" tanyanya santai..


"he he.. kak Maura Cantika yang cantik.. sepertinya aku lupa.. mungkin lain kali saja ya..!"


Luna mencoba menghindarinya dengan mengeluarkan jurus kaki seribu analannya.. tapi ia kalah cepat karena dia sudah berada sangat dekat dan Luna yang hampir menaiki tangga pun tertahan oleh cengkraman tangannya..


"aduh.. aduh.. sakit kak..!"


"jangan main-main kamu ya..?"


cengkramannya semakin membuat Luna kesakitan.. sepertinya ia harus merayu gadis cantik berambut panjang itu lagi..


Namun belum sempat ia berkilah, seseorang yang sangat berpengaruh sudah memberi Luna celah..


"heh.. ada apa ini..??"


Dia yang melihat kejadian itu membuat Maura melepaskan cengkraman tangannya..


"eh.. oh.. hay Dev...!"


Maura langsung mengalihkan tangannya dari mencengkram tangan Luna ke lengan Devin..


"kalian sedang apa disini..?" tanyanya dengan menunjuk Luna dan Maura bergantian..


Maura melirik Luna dengan tatapan tajam seolah memberi arahan untuk tutup mulut..


"aku hanya menyapa juniorku Dev,. ini kan hari pertama masuk sekolah.. aku hanya ingin ngobrol karena aku merindukannya.. iya kan Luna..??"


❔❔❔


Maura melirik ke arah Luna dengan senyuman manis yang dibuat-buat dan seketika matanya terbelalak saat melihat incarannya ternyata sudah tak berada disana..πŸ˜„πŸ˜„


Davin menahan tawanya dengan merapatkan bibirnya bersikap seolah tak melihat apa-apa, padahal Luna menyelinap pergi dengan mengacungkan ibu jarinya pada Devin..


"Ahhh.. Davin.. aku berjanji akan mencintaimu dengan sepenuh hatiku..


Dialah pangeran penyelamatku di setiap aku dalam kesulitan menghadapi senior yang sedikit gila.."


gumamnya sambil melangkah menuju kelas dengan senyum yang terkembang.


Entah kenapa dia selalu ada untuk melindungi Luna.. walau antara dia dan Devin bagai langit dan bumi, Luna berjanji pasti akan selalu menyukainya..


Davin semakin ingin tertawa melihat reaksi Maura saat mengetahui mangsanya lenyap begitu saja dari terkamannya...


"ah.. sudahlah.. lebih baik kamu kembali ke kelasmu.. hmm??"


Davin menepuk bahu Maura pelan dan pergi meninggalkannya..


Maura mengepalkan tangannya menahan emosi merasa di permalukan oleh junior bodohnya..


"LUNAAAAA....!!!"


"awas kau.. lain kali aku tak akan melepaskanmu..!" ancamnya yang akan membuat hidup Luna tak akan tenang karena sudah mempermainkannya..


dan drama kehidupan yang mengancam hidup Luna pun baru dimulai..


πŸ€πŸ€


bantu Like n komennya yaaa


aku tunggu lhoo....😚*

__ADS_1


__ADS_2