
✂💄💆
Hana, selaku penanggung jawab sebuah salon kecantikan yang tak lain adalah milik ibunda Satya menuntun Luna kesebuah ruangan khusus..
"mbak.. kita mau kemana??" tanya Luna dengan tangan yang masih diapit Hana..
"nona ikut saja, tuan muda sudah menyerahkan nona pada saya..!" jawabnya ramah..
menyerahkan??
maksudnya apa ini??
aku dijual...?????
fikirannya sibuk menerka-nerka tanpa bisa memprotes dan terus mengikuti kemana wanita cantik itu membawanya pergi..
Sebuah pintu besar terbuka dan nampak empat wanita cantik lain didalamnya menatap kedatangan Hana dan Luna dengan tatapan yang berbeda..
"kau membawa siapa Hana??" tanya Sesil asisten dari Hana..
tak hentinya ia menatap Luna dari atas sampai bawah dengan tatapan jijik..
"tuan muda yang membawanya kesini.."
Sesil nampak mengerutkan keningnya "kau yakin?? dari mana tuan muda menemukan gadis seperti ini..?" ucapnya dengan melipat tangannya didada dan senyumnya yang meremehkan..
memangnya aku ini gadis seperti apa? kenapa dia menatapku seperti itu..??
bahkan kau lebih menyeramkan nona cantik..!!
celoteh Luna dalam hati. Tangannya semakin mengerat pada tangan Hana..
"sudahlah, kita hanya mengikuti kemauan tuan muda. Kalian bertiga bantu aku dan Sesil,.!" titahnya yang langsung dipatuhi ketiga wanita cantik lainnya yang ada diruangan itu.
Sesil nampak berdecih kemudian pergi untuk mempersiapkan peralatan.
Salah satu dari mereka menuntun Luna untuk mengganti pakaiannya..
"mbak, aku mau diapain? kenapa harus ganti baju segala? bajuku gak kotor lho mbak" cerocos Luna yang menahannya..
"bukan begitu nona, ini memang peraturannya. nona cuma mau dikasih perawatan..!" jawabnya dengan tersenyum ramah..
Luna hanya mengikuti apa yang dikatakan wanita berambut pendek ala polwan itu..
"nona teman tuan muda ya??" tanyanya setelah menggantikan pakaian Luna dengan kimono khusus..
Dan gadis itu hanya tersenyum canggung, mungkin mereka berteman. Tapi bagi Luna, Satya terlalu kejam untuk disebutnya sebagai teman karena pemuda itu selalu saja menindasnya.
Wanita yang mengaku bernama Anita itu menceritakan kalau tuan mudanya baru kali ini membawa seorang gadis ke tempat itu.
Kebanyakan, justru gadis-gadis yang datang kesana untuk mencari perhatian Satya kalau mereka jadi member di salon kecantikan ibundanya..
Satu jerawat saja sudah membuat mereka kelewat heboh,,,
"pantas saja wanita itu terlihat tidak menyukaiku. Mungkin dia tidak suka karena Satya membawa gadis jelek sepertiku..!" Luna gerutu pelan tentang sambuta Sesil yang tidak menyenangkan, namun wanita disampingnya masih bisa mendengar..
"sudahlah, dia memang begitu. tapi aku sangat menyukai matamu nona..!" tuturnya tulus..
"benarkah??"
"humm!" Anita mengangguk cepat
__ADS_1
Luna jadi tersipu walau wanita itu hanya menyukai matanya..
**
Serangkaian perawatan tubuh yang Luna jalani sudah membuatnya lelah..
Apalagi saat wajahnya mulai mendapatkan perawaran yang dilakukan secara khusus oleh Hana..
Gadis itu meronta mencoba untuk menolak, namun kedua kaki dan tangannya ditahan kuat oleh keempat wanita cantik itu agar ia tak memberontak..
"aku mohon, tolong hentikan..!" rengek Luna dengan mata yang sudah berderai air mata..
"sabar nona, sedikit lagi..!" ucap bibir Hana dibalik maskernya..
"sakit mbaaakk...!" rengeknya lagi yang membuat Sesil semakin jengah..
"dari mana tuan muda menemukan gadis liar ini..!" ujarnya yang membuat Luna terbelalak tak terima..
"heh... aku bukan gadis liar...!!" teriaknya menatap tajam kearah Sesil, Luna semakin marah. Dan wanita itu hanya membuang muka dengan memutar bola matanya jengah sambil terus memegangi tangan Luna..
Hana mulai melakukan sesuatu pada jerawat-jerawatnya dan semakin terasa sakit bagi seorang Luna..
"Satya sialan,, kau sangat kejam..!" awalnya ia hanya mengumpat pelan..
Namun rasa sakit yang semakin menyiksanya membuat Luna berteriak kencang..
"SATYAAA.. AKU AKAN MEMBUNUHMU...!!"
semua yang ada didalam sana sampai meringis karena teriakan gadis itu..
***
Didepan cermin lemarinya kini Luna berdiri. Menatap sendu wajahnya yang nampak kemerahan dan masih terasa sedikit perih diarea tertentu..
Mungkin para karyawan salon kecantikan ibunda Satya sedang kalang kabut mencarinya..
"bagaimana aku kesekolah besok?? aku malu..." gumamnya lirih dan hampir saja ia menangis lagi..
"heyy.. kenapa bersedih..?"
Spontan Luna berbalik dan mendapati Fengying tengah rebahan santai diatas tempat tidurnya..
Seketika otak Luna terasa mendidih bagai gunung merapi yang siap memuntahkan lahar panasnya..
Amarahnya membuncah...
"ini semua salahmu..!" teriak Luna yang secepat kilat langsung menghajar Feng dengan pukulan yang bertubi-tubi dan juga brutal...
"ehhh... kenapa aku..?" protesnya yang meringkuk membuat pertahanan diri..
"tentu saja salahmu, aku begini gara-gara kamu..!" ucapnya yang beralih memukulinya dengan bantal..
"cukup Luna,, hentikan..!! katakan apa salahku..??"
Seketika Luna melemah terduduk ditepi tempat tidurnya dan akhirnya tangisnya kembali pecah...
"huwaaaaa.... kenapa kau tidak menyelamatkanku..?? lihat ini.. (Luna menujuk wajahnya) aku menderita Feenggg.... huwaaaaa....!!" gadis itu menangis sejadi-jadinya..
"sshhtt..sshhtt.... jangan menangis Luna..!" ucapnya denga meraup wajah Luna yang kemerahan..
"sakit tauuk....!!" rengek Luna disela isakannya..
__ADS_1
"iya..iya maaf Luna,..! mungkin ini memang sudah jalannya.." ucapnya dengan menyeka air mata Luna yang masih mengalir menggunakan ibu jarinya..
"sebenarnya apa arti kehadiranmu Feng..??" Luna masih terisak..
"kau bilang ingin melindungiku, tapi kau tak pernah ada saat aku membutuhkanmu..!" tuturnya dengan menepis tangan Fengying dari wajahnya..
"Luna dengarkan aku,.!" gadis itu membuang muka dan sekali lagi menepis tangan Feng yang mencoba meraihnya..
"Luna, apa yang sudah terucap dari mulutku tak mungkin aku ingkari. Dan janjiku yang akan menuntunmu pada kebahagiaan juga pasti. Hanya saja kau belum mengerti..!"
Luna terdiam tanpa mau menatap Fengying, karena sejujurnya dia memang belum mengerti. Dan Fengying memutar tubuh Luna agar mau menghadapnya..
"percayalah, apapun yang kau jalani sekarang ini, semuanya akan berbuah bahagia. Tunggu hingga waktunya tiba, sakitmu akan menjadi bahagia. Pahitmu akan jadi manis. Nikmati dulu prosesnya. Semua akan indah pada waktunya, aku berjanji padamu...!!"
Luna menatap manik mata Feng dan ia tak melihat adanya kebohongan.
Pria berwujud serba putih itu terlihat tulus apalagi saat dia membawa tubuh Luna masuk dalam dekapannya..
Entah perasaan apa yang membuatnya percaya pada makhluk ini. Luna bisa merasakan ketulusan dalam diri Fengying. Selama Feng berada disisi Luna, gadis ini tak pernah merasakan kesepian..
"lihatlah,, kulit tanganmu juga terasa halus..!" pujinya masih memeluk Luna dan mengusap pelan lengan luna menggunakan punggung tangannya
"tapi membuatku seperti ini, aku sangat tersiksa Feng..!" balasnya bernada manja..
"sudah, ingatlah semuanya akan indah pada waktunya..!" ucap Feng dengan mengusap kepala Luna dengan lembut..
Nyaman,,
Hanya itu yang Luna rasakan, rasa kenyamanan saat berada dalam dekapan Fengying..
ini adalah caraku mencintaimu Luna, akan ku biarkan kau bahagia sampai pada tiba saatnya kau akan kembali kepadaku
YangMi, aku pastikan kita akan bersama lagi..
***
"LUNA"
Kenapa nama itu terus saja terngiang ditelinga Satya, wajah sederhananya berkelebatan seakan menghantui fikirannya..
Kenapa pemuda itu bisa terjebak dengan gadis bermata kebiruan itu? padahal diluar sana banyak gadis yang lebih mencolok dengan kecantikan dan kemolekannya.
Tapi kenapa justru gadis yang tanpa memiliki kelebihan itu lebih menarik hatinya..??
Apalagi saat gadis itu mengatakan maaf dan memintanya untuk tidak pergi. Sungguh diluar dugaannya. Kalimat yang ingin ia dengar dari Freya ternyata keluar dari mulut Luna.
"arghhh.....!!" Satya mengerang dengan meremas rambutnya frustasi...
"sebenarnya siapa dia..?? kenapa selalu saja ada perasaan yang lain saat bersamanya..!''
Seorang gadis biasa mampu membuat Satya kalut dengan perasaannya sendiri.
Pernah terlintas dalam benaknya untuk menggali lebih dalam tentang Luna pada Devin, namun gengsinya terlalu besar untuk memulainya.
Persahabatan mereka sudah tak mungkin seperti dulu lagi..
Dan bukti lain kalau dirinya sudah terpengaruh oleh wajah Luna, Satya pernah bermimpi melihat wanita cantik yang sangat mirip dengan Luna..
bersambung
_____________________________________
__ADS_1
Like dulu terus komentar..💕💕
ditunggu komentar terbaiknya..😊