The Magic Girlfriend

The Magic Girlfriend
berbagi tempat tidur


__ADS_3

"Satya?? apa ini benar-benar kau??" Luna menggoyang-goyangkan tubuh yang terkulai tak berdaya diatas tempat tidurnya..


"hmmm..!" hanya gumaman malas yang terdengar ditelinga Luna.


aaa.. ternyata ini benar dia..!!


"Satya, bangunlah! Apa yang kau lakukan dirumahku?" ucapnya sedikit berteriak kesal, sedangkan Feng hanya memperhatikannya dari belakang dengan bersidekap.


"gue ngantuk..!" masih dengan nada malas tanpa berniat bergerak sedikitpun. Hanya membuka mata pun ia enggan..


"kalau begitu pulanglah, kenapa kau tidur dikasurku.?"


tubuh itu tetap tak bergerak meski Luna berusaha menarik tangannya. Rasanya gadis itu sudah mengerahkan tenaganya, tapi kenapa tidak bergeser walau sedikitpun.


"hah.. kenapa kau berat sekali..?" kembali meneriakan dumalan setelah menyerah karena kelelahan. Satya benar-benar seperti batu..


Luna menoleh pada Fengying untuk meminta bantuan, namun seperti dugaannya Feng mengangkat bahunya tidak mau ikut campur. Dia tidak bisa melakukan apa-apa untuk hal itu.


"dasar kau ya.."


tok tok tok


Suara ketukan pintu mengalihkan perhatiannya. Luna jadi panik, siapa yang bertamu sepagi ini? bagaimana kalau orang itu melihat ada laki-laki didalam kamarnya??


dok.. dok.. dokk..


Mengetuk semakin keras saat dia merasa Luna terlalu lamban membukanya. Bahkan terdengar seperti sebuah gebrakkan..


"iya.. iya.. tunggu sebentar..!" sedikit berlari Luna keluar kamar dan membukakan pintu.


"kenapa lama sekali??" bentak wanita paruh baya yang terlihat tidak bersahabat..


"ma..maaf bibi, aku sedang ditoilet tadi..!" dustanya tersenyum kaku dengan masih memegang daun pintu..


Luna tau kalau wanita itu sudah datang ketempatnya, berarti bukanlah sesuatu yang bagus.


"ada apa bi??" pura-pura tidak mengerti maksud wanita itu..


"ada apa, ada apa?? tentu saja menagih uang sewa!" ucapnya yang kemudian komat kamit entah apa yang ia gerutukan.


"ibumu telat mentransfer lagi, apa kamu lupa ini sudah melewati batas waktu, hah??"


tuh kan??


Luna menautkan bibirnya dengan tangan yang meremas kuat di handle pintu.


"maaf bi, iya aku lupa memintanya pada ayah. Nanti aku akan segera memintanya..!" ucap Luna dengan sedikit membungkuk meminta maaf. Padahal, dua hari yang lalu Luna sudah mengirim pesan pada sang ayah. Tapi nampaknya pesan itu tidak sampai pada orang yang ia tuju.


"Besok!!" ucap wanita pemilik kostan itu dengan mengacungkan telunjuknya kearah hidung Luna.


"kalau kamu tidak membayar, lebih baik pindah saja. masih banyak yang mau menyewa dan tidak selalu telat membayar sepertimu..!" pungkas wanita itu lalu pergi


cih..


memangnya siapa yang mau menyewa tempat yang sangat menyiksa ini?


Kalau saja Luna punya uang sendiri, pastilah sudah lama ia pergi dan mencari tempat yang lebih layak. Paling tidak, tempat yang ia inginkan tidak terlalu banyak tangganya seperti tempatnya sekarang ini..

__ADS_1


ahh... melelahkan..!


Luna menghela nafas berat setelah menutup pintu. Pesan untuk ayahnya sudah pasti dibaca sang ibu tiri. Wanita tambun itu sangat suka menyiksaku, begitu ucap batinnya.


Ayah.. aku merindukanmu..


Sesaat kemudian ia kembali teringat dengan tamu tak diundangnya yang ada dikamar. Lantas ia bergegas kembali ke kamar untuk melihat bagaimana Satya saat ini.


Dan ternyata manusia itu masih bertahan diposisinya, Luna mendekat..


"Satya, pulanglah. Tidur saja dirumahmu atau ke hotel saja yang jauh lebih nyaman. Jangan disini..!" ucap Luna terdengar frustasi dengan nada memohon..


Alih-alih bangun, Satya malah mengatakan sesuatu yang tidak sampai ke otak Luna..


"tadi gue dengar..!" ucapnya malas tanpa membuka mata sedikitpun..


"dengar apa? kamu ini bicara apa sih??" sedikit memukul bahu Satya yang memunggunginya. Lama-lama pemuda itu semakin menyebalkan, Luna berkacak pinggang.


Samar-samar terdengar Satya berdecak


"gue gak mau pulang dan gak mau ke hotel, gue bayar kalo lo biarin gue tidur disini..!" jelasnya tanpa berbalik.


Sepertinya dia mengatakannya masih dengan menutup mata, hanya telunjuknya saja yang sedikit terangkat saat mengucapkan kalimat yang seperti gumaman tadi..


"tapi aku harus pergi bekerja hari ini, sebaiknya kau pulang saja. Ayolah Satya.. cepat bangun dan pulanglah..!" Luna masih berusaha mengusirnya. Tapi sibatu ini benar-benar tidak mau bangun..


"kalau begitu kau pergi saja,.!" gumamnya lagi dengan sedikit mengibaskan tangan mengusir pemilik tempat itu.


"aku tidak akan mengambil apapun, nanti aku bayar padamu. anggap saja aku menyewa kamarmu sehari ini..!"


dasar keras kepala!


Luna memijit pelipisnya menggunakan tangan kanan, sedangkan tangan kirinya masih setia berkacak pinggang.


"biarkan saja dia disini, bukankah kau membutuhkan uang tambahan untuk membayar sewa??" Feng berpendapat..


benar juga!


"tapi kan aku harus ke cafe kak Devin? nanti dia gimana?" bisiknya dengan suara yang dibuat sekecil mungkin..


"sudahlah, jangan fikirkan dia, lagipula ada aku disinikan?"


aaa... lagi-lagi dia benar.


Feng pasti melakukan sesuatu kalau Satya berbuat yang tidak-tidak..


"baiklah, kalau begitu aku siap-siap..!" ucap Luna yang kemudian bergegas membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.


"Feng, kau tidak akan kemana-mana kan??" tanya Luna sambil mengikatkan tali sepatunya.


"memangnya aku mau kemana? cepatlah, nanti kau terlambat..!" desak Fengying agar Luna bergegas pergi.


"iya.. iya.. tolong jaga Satya ya..!" pintanya yang kemudian menyambar tas punggungnya


cihh..


menjaga anak itu??

__ADS_1


memangnya dia bayi harus ku jaga??


Fengying jelas tidak suka saat Luna perhatian pada Satya.


Apalagi gadis itu kembali kekamar untuk berpamitan pada bayi besar itu..


"Satya..!"


"hmm" tidak berbalik..


"aku pergi dulu, awas ya kalau berbuat macam-macam dirumahku..!" ancamnya berharap Satya bisa mendengarnya


"pergilah..!" balasnya malas nyaris tak terdengar, sekali lagi ia mengibaskan tangan menyuruh gadis itu agar cepat pergi dan tidak mengganggunya lagi..


"hemm.. sekali menyebalkan tetap menyebalkan..!" dumal Luna lalu pergi..


"Feng, tolong jaga rumahku dari batu itu..!"


Senyum yang menampilkan sisi ketampanan Fengying merekah..


"tenang saja, percayakan padaku..!"


"baiklah, aku pergi..!"


Luna melirik sebentar pintu kamarnya sebelum benar-benar meninggalkan Satya yang ada rumahnya.


sebenarnya ada apa dengan manusia batu itu??


ucap batin Luna kemudian berlalu..


Satya nampak terlelap dengan damai.


Sepertinya tempat tidur Luna yang tidak begitu empuk itu sangat nyaman untuk ia tiduri..


"enak saja kau meniduri kasur milik Luna, aku tidak rela kau menidurinya seorang diri..!" ucap Feng yang kini betbaring disamping Satya yang terlelap.


Tidak merasa terganggu sedikitpun saat Feng sedikit menggeser tubuhnya untuk berbagi tempat tidur. Sepertinya Satya mimpi indah sampai-sampai pemuda tampan itu tersenyum dalam tidurnya.


"ishh... apa kau mimpi jorok bayi besar??" ucap Feng dengan menoyor kening Satya tanpa ada perlawanan.


Feng tak menduga sebelumnya, tubuh Satya yang tadinya diam saja seperti batu tiba-tiba tangannya bergerak langsung memeluk Feng tanpa ia sadari.


brukkk..


"heh.. bayi sialan, jangan menodaiku..!"


dukkh..


"aduhh....!"


Satya yang sudah terduduk dilantai celingukan sambil mengumpulkan seluruh nyawanya..


"kenapa aku ada dibawah?" ia kebingunan dengan tangan yang mengusap bo*ongnya yang sakit..


bersambung


🍀🍀

__ADS_1


tinggalkan jejak dengan Like n Komen,,


kasih vote juga dong, holang kaya mah pasti baik hati sama akuhh.. 😙😙🤗🤗


__ADS_2