
🏫
"bantuin aku buat bolos di jam terakhir yaa...!" pinta Luna pada Chery dengan wajah super memelas di depannya....
"kau ingin menambah masalah lagi, begitu..?" tanya Chery menanggapi permintaan konyol sahabatnya..
"lalu aku harus bagaimana..? sedangkan Maura akan menungguku pulang sekolah nanti..dan aku juga ingin menghindari bertemu monster sekolah itu.. mungkin aku bisa lepas dari mereka kalau aku pulang lebih dulu..!" Luna merasa idenya itu sudah sangat tepat..
"aaah.. kau benar benar sudah gila rupanya.." Chery menatapnya dengan wajah meringis
"apa setelah hari ini selamat dan besok kau akan terbebas dari mereka hah..?"
Luna hanya menyimak Chery yang mulai meninggikan nada berbicara.
"kau lupa siapa yang akan masuk di jam terakhir ini..hm??" dengan menyondongkan wajahnya mendekat dan reflek Luna memundurkan wajahnya sambil menggeleng karena ia benar-benar tak memikirkanya.. yang ada di otaknya hanyalah bagaimana caranya dia bisa menghindar dari masalahnya kali ini..
"haiishh.. sepertinya otak temanku ini sudah tak bekerja sama sekali.. ck.. ck.. ck..!" ucapnya dengan menggeleng miris..
dan Luna..?? apalagi kalau hanya bisa memasang wajah yang lebih mengenaskan dari sebelumnya..
tak menunggu lama lagi seorang guru berbadan tambun dan raut wajah yang tak bersahabat masuk dalam kelas.. Miss Friska.
Luna baru mengerti apa yang Chery katakan sebelumnya.. dan mana mungkin Luna menambah masalah dengan bolos di jam pelajarannya.. hukuman yang lebih berat akan semakin mengantri untuk menyambanginya..
Chery menepuk-nepuk bahu Luna dengan mengangguk.. ia seolah mengisyaratkan untuk bersabar pada Luna yang menampakkan wajah pasrah..
ya mau gimana lagi..? hemmmmm...
* * *
Suasaana sekolah sudah mulai sepi.. Luna mengintip dari balik pintu kelas sebelum benar-benar keluar..
Dia melihat ke kanan kiri mungkin saja Maura sudah menunggunya di depan kelas. Tapi ternyata semua aman terkendali.. mungkin Maura sudah menyerah, fikirnya..
"ahh.. kali ini aku selamat..!" gumamnya dengan senyum mengembang dan kini ia sudah berdiri tegap dan mulai melangkah setelah membenarka tas di punggungnya.
Dibukanya pintu lebar-lebar dan dengan riangnya Luna melangkah dengan berjingkrak-jingkrak dan__
bruukk
"aawww.....!"
seseorang jatuh tersungkur karena tendangan kakinya yang tak sengaja..
aduuuh.. anggota tubuhku ini benar-benar tidak bisa di ajak kompromi..
gerutunya karena kecerobohan yang ia lakukan sendiri..
"emm.. maaf maaf.. sini ku bantu berdiri..!"
orang itu mengibaskan tangan Luna yang ingin membantunya. ia mendongak dengan membuka penutup kepala jaketnya dan menatap tajam pada Luna..
Spontan mata kebiruan Luna terbelalak sempurna dengan mulut menganga lebar..
"Oh Tidaakkk...!"
Luna membekap mulutnya sendiri karena melihat orang yang kena kaki nyasarnya itu adalah orang yang sama dengan kejadian tangan nyasarnya di kantin tadi..
Matanya merah.. dan sepertinya beberapa detik lagi tanduk dan taringnya akan keluar..
Baru membayangkannya saja Luna sudah gemetaran..
Sebelum dia memprotes, Luna memilih kabur daripada harus berurusan dengannya..
"LARIIII.....!!"
serunya dengan melancarkan jurus kaki seribu andalannya..
"AWAS KAU GADIS BODOOOH...!!" teriaknya mengancam..
* * *
🚌
Luna berdiri di halte menantikan angkot yang akan membawanya pulang..
Harusnya Luna sudah berada di rumah dan bersiap ke cafe tempat ia bekerja paruh waktu. Tapi karena Luna terlalu lama menunggu situasi aman dikelas.. sekarang angkotnya sudah jarang yang lewat.
Secara.. di sekolahnya hanya sebagian kecil saja yang menggunakan angkutan umum. Selebihnya kendaraan pribadi ataupun jemputan khusus..
Pandangannya tiba2 beralih pada nenek di seberang jalan yang nampak kesulitan menyebrang, dan naluri baiknya bekerja..
Nenek itu berterima kasih atas bantuan Luna menyebrangkannya..
__ADS_1
Hal sepele memang, tapi bantuan sekecil apapun, mungkin berarti besar bagi sebagian orang.
Beberapa saat kemudian, ada anak kecil dapat masalah yang sama.. selang beberapa menit lagi ada orang buta.. lalu seekor kucing laluuu___
hey apa lagi? aku capek bolak-balik terus! lihatlah sekarang aku berdiri di seberang jalan yang salah!!
(oops.. iya maaf!)
Ternyata sepasang mata mengamatinya.. sebelumnya dia berencana ingin memberi pelajaran pada Luna, tapi melihatnya tadi membuat dia mengurungkan niatnya dan berfikir lain kali saja..
"ahh.. itu dia.." ujarnya saat angkot yang ia nantikan akhirnya melintas..
"ayo cepet neng.. keburu ujan..!" seru bang supir padanya..
"iya bang..!" jawab Luna yang mulai melangkah dan langkahnya terhenti saat ada seseorang mencekal tangannya kuat.
"IKUT..!" bentaknya dengan menarik tangan Luna menuju sebuah mobil mewah.
Bagaimana mungkin Luna menolak sedangkan tangannya di cengkram dengan sangat kuat..
"Masuk..!" perintahnya lagi
Di dalam mobil sudah ada dua orang menyambutnya dengan sorotan mata tajam..
"hayy kak.. kenapa repot-repot menjemputku.. hehehe..!" sapanya pada mereka..
"diam kau... Fetty jalan..!" perintahnya..
"kenapa kita harus jalan? bukankah kita sudah di dalam mobil..?" tanya Fetty datar...
"FETTYYY....!" Maura menggeram dengan mata melotot dan wajah yang merah padam..
"sudah jangan banyak bicara, jalankan mobilnya..!" Fera menepuk bahu Fetty..
"Oh.. iya baiklah..!" dia tak mengerti dimana letak kesalahannya yang membuat Maura terlihat marah padanya..
"kita dimana ini kak...??" tanya Luna saat mereka menurunkan dia di tempat asing..
"tempat apa ini? kenapa seperti hutan?" Luna mengedarkan pandangan dan yang terlihat hanya pepohonan..
Oh.. bisa-bisanya ia tertidur di mobil sedangkan dia sendiri sedang dalam bahaya. kalau begini bagaimana caranya bisa kabur??
"kau masuk kesana.. cari rumah tua dan ambilkan benda pusaka disana untukku.. CEPAT..!" bentak Maura..
"kak.. tempat ini sangat menyeramkan. Percayalah aku ini penakut.. aku tak bisa membantumu..!"
INI HUKUMAN UNTUKMU..!" teriaknya lagi
"tapi apa salahku kak..?"
"dasar gadis buruk rupa, kau ini bodoh atau memang tak punya otak, hah?? kau berani mempermainkanku dan kamu harus tanggung jawab dengan mengambil benda itu sebagai gantinya..!"
Maura nampak berapi-api
"benda apa kak? dan seperti apa? aku benar-benar tak tau apa yang harus ku ambil..!!" tutur Luna dengan tubuh yang bergetar
"sudahlah cepat saja kau masuk.. kalau tidak aku akan meninggalkanmu di sini dan jangan harap bisa sekolah lagi di sekolahku..!" ancamnya yang jelas membuat Luna semakin takut..
"iya iya baliklah kak.. asal kau janji akan menungguku disini..!" pintanya penuh harap
"iya.. cepatlah..!" jawabnya dengan mengibaskan tangannya menyuruh Luna pergi
Terpaksa Luna mengikuti kemauan Maura.. memang semuanya karena salahnya sendiri..
Dan ia baru menyadari kalau pepatah yang mengatakan 'mulutmu adalah harimaumu' memanglah benar.
Di dalam hutan seorang diri sangat membuat Luna takut.. jalan yang di tunjukkan Maura sepertinya hutan yang belum tersentuh bahkan jalan setapak pun tak ada..
"Maura apa kau ingin membuangku disini? kejam sekali kau..!" gerutunya dengan bibir bergetar..
* *
"Maura.. kau berhutang penjelasan pada kami..!" Fera masih belum mengerti sebenarnya apa yang Maura rencanakan..
Maura nampak ragu untuk menceritakan dan wajahnya terlihat gelisah..
"emmm... baiklah.. sebenarnya____'
"AAAAAAAAAA....!!!"
teriakan dari dalam hutan membuat Maura menggantungkan ucapannya..
"Maura.. itu suara Luna kan..!??" Fetty terlihat panik mendengar suara teriakan itu.. tidak, bukan hanya Fetty tapi ketiganya..
__ADS_1
Maura tak menyadari kakinya yang bergetar tanpa ia minta..
"kita pergi dari sini..!" ajaknya yang langsung lari menuju mobil dan di ikuti Fetty dan Fera..
"kau ingin meninggalkannya..?" tanya Fera saat mereka sudah di dalam mobil..
"kalau dia di makan binatang buas gimana?" sambung Fetty
"sudahlah.. biarkan saja. mungkin itu lebih baik agar dia tak bisa dekat lagi dengan Devin..!"
Fetty dan Fera hanya bengong mendengar pernyataan Maura yang membiarkan Luna sendirian di dalam hutan yang mungkin saja mengacam nyawa Luna.
"tunggu apa lagi? kalian ingin di makan binatang buas juga..?" bentak Maura lagi dan berhasil membuat Fetty menghidupkan mobilnya dan pergi meninggalkan hutan dengan Luna di dalamnya..
* * *
🏞
Luna POV
Aku tak begitu melihat jalan karena rerumputan yang tinggi dan cuaca sudah semakin gelap..
Aku mencoba mencari rumah tua yang Maura maksud..
Sekelebat cahaya membuatku kaget dan mempercepat langkahku..
Tanpa kusadari langkahku ternyata berada di bibir jurang. Aku terus melangkah dan___
"AAAAAAAAAAA.....!!!"
Aku terguling kedalam jurang dan tak tau seberapa jauh aku terjatuh..
Kubuka mataku perlahan..
yang kulihat hanyalah gelap..
yaa.. ternyata sudah malam..
Aku mencoba bangun namun tubuhku terasa begitu sakit.. ada beberapa luka goresan di tangan, kaki bahkan diwajahku..
Susah payah aku mendudukkan diri dan kulihat semuanya hanya pepohonan dan gelap..
"dimana ini..?" gumamku lirih..
aku sangat takut kegelapan..
Cahaya kilat dan suara gemuruh di langit membuatku semakin takut.. Aku mencoba berdiri dan mencari jalan pulang.
Sesaat kemudian cahaya kilat kembali menyambar dan semakin mengerikan.. namun pantulan cahayanya menampakkan sebuah bangunan tua bergaya cina kuno..
"tempat apa itu..?"
gerimis yang mulai turun memaksaku mendekati bangunan itu walau dengan menyeret kakiku yang sakit dengan susah payah.
Hujan pun turun deras di sertai kilat dan angin yang kencang..
krekeeeettt..
pintunya terbuka dengan sendirinya.
Aku mengerutkan kening karena merasa aneh.. tapi mungkin angin kencang yang membuat pintunya terbuka..fikirku.
Karena penasaran dengan apa yang didalamnya perlahan aku masuk dan tentu saja sangat gelap. Hanya cahaya kilat yang membantuku melihat ke sekiar dan__
"AAA...!!"
Aku menjerit dan berlari mundur saat melihat patung harimau di depanku...
Tanpa sengaja aku menjatuhkan sebuah kotak kecil yang berada di meja. tepatnya itu seperti meja pemujaan namun benda-benda itu terlihat sudah sangat usang..
Aku mengambilnya dan berniat mengembalikannya pada tempat semula.
Namun aku malah menarik tutupnya sehingga benda di dalamnya terlihat dan benda itu bersinar...
Sinar putih sedikit kebiruan dan sangat terang.. sesaat aku mengagumi keindahannya.
Tapi tiba-tiba pinggang kiriku terasa aneh.. dingin sekali seperti ditusuk es.. rasa itu semakin menusuk hingga aku tak bisa menahannya. Aku merem** pinggangku dan kaliku mulai melemah..
Tubuhku terasa membeku.. dingin sekali dan tak tertahankan sampai aku tak sadarkan diri...
bersambung
🍀🍀
__ADS_1
Bantu Like n Komen ya.. biar semangat
makasiihh....😙