
.
.
pletaakk..
"jangan tidur..!!" bentak Satya yang kesal melihat Luna yang selalu ketiduran disaat belajar bersamanya..
Dan korbannya hanya diam dengan bibir manyun tanpa protes sambil mengusap-usap keningnya yang sakit. Baginya, memprotes hanya akan menimbulkan masalah baru..
Sudah beberapa hari ini Satya selalu datang ke rumah Luna untuk memberinya pelajaran tambahan sepulang sekolah. Lebih tepatnya belajar dari awal karena otak Luna masih banyak ruang untuk menampung materi yang Satya berikan..
Awalnya Luna menolak, bukan hanya sekali ia mencoba menyerah. namun Satya terus bersikeras membantunya belajar.
Gadis itu belum tau kenapa Satya sangat peduli padanya, tapi selama pemuda itu bersikap baik, mau tak mau ia menurutinya.
Walaupun terkadang ia lebih menyeramkan dari guru Fisika disekolah yang notabenenya guru killer, setidaknya pemuda itu punya niat baik.
Satya yang kadang marah-marah, kadang baik, kadang lembut dan juga terkadang kasar membuat Luna mulai terbiasa dengan kehadirannya.
Meski pemuda itu membantu Luna sebagai cara ia menebus kesalahan atas hampir hilangnya nyawa sang gadis karena ulahnya.
Namun, Satya juga mulai terbiasa dengan kekonyolan dan sikap Luna yang kadang diluar dugaan. Selain baik, Gadis ini juga menyenangkan dan sebenarnya ia sangat manis jika saja melakukan perawatan dengan benar.
Mungkin itu sebabnya Devin menyukai dan peduli pada gadis ini, dan sepertinya dia pun mulai merasakan hal yang sama,, begitu fikirnya..
Kegiatan mereka akhir-akhir ini tentu saja tanpa sepengetahuan temannya yang lain, termasuk Chery. Karena Satya tak mau ada yang mengetahuinya.
"cuci muka, dan segera lanjutkan..!" bentak Satya sekali lagi
Dengan malas, Luna berjalan menuju kamar mandi dan segera mencuci mukanya. Tak ada yang mendengar jika dalam hatinya ia tengah mengumpat habis-habisan..
Sang guru dadakan sendiri tak banyak melakukan banyak hal, hanya menjelaskan secara singkat, memberi contoh lalu memberi soal. Selebihnya ia habiskan bermain game online..
"tidak adil,, aku berusaha keras dengan soal-soal yang kau berikan, tapi kau sendiri malah santai-santai..!" gerutunya yang ternyata didengar oleh Satya yang kini bermain online sambil rebahan disofa sederhana Luna..
"apa kau bilang..?" dia menoleh dan beranjak mendekati meja makan Luna yang berubah fungsi menjadi meja belajar.
mati aku..!!
desisnya dalam hati..
"kamu fikir mencarikan soal untukmu itu mudah hah??" tanyanya yang kini kembali duduk dikursi depan Luna.
"aku juga harus berfikir memberi soal untuk otak udang itu gak gampang..!" cibirnya dengan sedikit menoyor kening Luna
"ishh..!!" tangan Satya langsung ditepis oleh pemiliknya yang kemudian kembali fokus pada tugasnya.
Satya menyunggingkan senyuman saat gadis didepannya langsung patuh tanpa protes seperti sebelumnya yang diajak pintar saja terasa sulit sekali..
"ini sudah benar belum?" tanya Luna malas dengan menyodorkan buku tugasnya pada pemuda dihadapannya.
Satya meletakkan ponselnya dan meraih buku Luna untuk mengamati.
Tanpa terduga, suduk bibirnya tertarik keatas..
"bagaimana??" Luna penasaran..
Satya mengangguk..
"anak pintar,, lain kali lakukan seperti ini agar aku tak marah padamu..!" tuturnya dengan menepuk puncak kepala Luna dengan tersenyum..
"pada dasarnya kamu itu cukup pintar, hanya saja kau ini sangat malas..!" Satya kembali mencibir, namun diakhir kalimatnya ia kembali tersenyum
ternyata mata Chery gak bohong, orang ini memang tampan kalau tersenyum..
gumamnya memuji fisik Satya..
"jadii.... apa sekrang aku boleh istirahat??" tanya Luna penuh harap..
"tidak, selesaikan dulu yang ini, lalu kamu boleh istirahat..!" tandasnya kembali datar dengan memeberikan selembar soal lain kemudian beranjak ke kamar mandi..
ishh.. menyebalkan sekali..!!
"Feeenggg... tolong aku??" rengek Luna yang terkulai lemas diatas bukunya pada pria astral berwarna putih yang tengah rebahan santai menggantikan posisi Satya..
"jangan mengeluh terus,, lakukan saja apa yang dia minta. Dari pada kau harus mengganti rugi..?"
balasnya dengan santai..
"ishh.. meminta bantuanmu memang tak ada gunanya..!" gerutu Luna yang membuat Feng tersenyum ditempatnya..
"mendingan kamu pergi aja deh,, disini juga gak ada gunanya..!"
__ADS_1
"APA KAMU BILANG..??" teriak Satya yang mengira ucapan Luna adalah untuknya..
Gadis itu terkejut dan langsung menoleh, terlihat jelas dari raut wajah pemuda itu, kalau dia sangat marah...
"ah.. tidak.. tidak.. bukan padamu..!" Luna mencoba membela diri..
ia takut cobaannya akan semakin berat jika pemuda itu dalam mood marah kepadanya..
"kalau bukan padaku, lalu siapa hah..??"
Luna melirik tajam kearah Fengying yang tengah tertawa lepas melihat ketakutannya..
"baik, kalau kamu memang tak mau, aku pergi. kau pikir aku suka melakukan ini..?"
Satya beranjak menyambar ranselnya dengan kasar dan hendak pergi,namun entah kenapa Luna mencekal tangannya.
Harusnya ia senang karena Satya mau melepasnya, tapi kenyataannya lain. Luna tak ingin Satya pergi dengan cara seperti ini..
"jangan pergi, aku mohon maafkan aku..!"
ucapan itu keluar begitu saja, tanpa ia sadari dan direncanakan sebelumnya.
Satya tertegun, kalimat itu seakan membawanya mengingat sesuatu.
Yaitu disaat ia mengharapkan mendengar kalimat itu yang tak pernah diucapkan oleh orang yang harapkan..
kenapa kau mengatakan kalimat itu Luna?
Satya menoleh dan menatap Luna dengan tatapan yang sulit diartikan....
hhaishh.. bodoh sekali?? kenapa aku mencegahnya..??
Mendapat tatapan itu Luna mendadak gugup. Baru kali ini Satya menatapnya seperti itu, dan ia segera melepaskan tangan Satya.
"mma..maaf aku gak sengaja..!" ucapnya terbata dengan senyum yang dipaksakan..
Feng mendudukan tubuhnya dan menyilangkan kaki memperhatiakan mereka tanpa berniat ikut campur.
Satya mendekat dan Luna semakin ketakutan dengan berjalan mundur mengimbangi langkah Satya..
"kk.kamu mau apa??"
Luna semakin gugup,, entah apa yang membuat Feng gemas dengan situasi sepeti ini..
Mata kecoklatan Satya menangkap manik mata kebiruan milik Luna. Ini pertama kalinya mereka bersitatap sedekat ini dan mereka merasakan sesuatu yang sulit untuk ungkapkan..
sebenarnya siapa gadis ini??
kenepa aku melihat sesuatu yang lain dibalik wajah buruk rupanya??
gumam Satya dalam hatinya..
namun kesadaran Luna membuat gadis itu tiba2 menjerit..
"AAAAAAA...... apa yang kau lakukan..??" teriakan keras itu membuat Satya tersadar dan segera beranjak berdiri.
"a..aku tidak tau, maaf..!" ucapnya terbata dan mencoba menolong Luna untuk bangun..
"tidak usah,, aku bisa sendiri..!" tolaknya dengan ketus lalu berdiri
"kamu makan apa sih?? tubuhmu berat sekali..!" dumalnya sambil memegangi pinggangnya yang terasa sakit..
Satya terdiam, ia merasa aneh dengan insiden yang baru saja terjadi padanya., sedangkan Fengying segera menghilang untuk menyembunyikan tawa lepasnya.
Sudah dipastikan, semuanya pasti ulah makhluk tampan berambut putih itu..
"Satya, kau baik-baik saja...!"
pemuda itu mengerjap dan mengangguk..
"ada yang menghalangi kakiku Luna..!" tuturnya yang membuat tak bisa menahan Luna untuk tidak tertawa..
"nggak ada apa2 Satya, kakimu sendiri yang terbelit sampai jatuh dan hampir membunuhku ..!" ledeknya dengan menahan tawa..
"benarkah begitu..??" Satya terlihat bodoh..
"iya Satyaaa....!" ucap Luna yang masih menahan tawa. Dan bibirnya yang tersenyum membuat Satya terpaku saat melihatnya...
sebenarnya kau ini siapa Luna??
Seketika tawa Luna terhenti dan berubah menjadi kepanikan....
"Satya, apa yang kau lakukan?? kau mau bawa aku kemana..??" Luna terlihat panik dan sangat kebingungan saat pemuda itu menarik tangannya memebawanya pergi tanpa tanpa tau apa tujuannya..
__ADS_1
"jangan banyak tanya, diam dan turuti saja apa yang aku bilang..!" titahnya yang memaksa Luna untuk memasuki mobilnya.
Meski sedikit ketakutan, gadis itu mencoba tenang dan mematuhi setiap ucapan pemuda tampan itu tanpa memprotes.
*kenapa Satya selalu tak bisa ditebak??
sebenarnya apa yang akan dia lakukan kepadaku??
Feeengg.. kamu dimana??
kenapa saat aku butuh bantuan kau selalu tak ada..!!
teman macam apa kau*??
celoteh Luna dalam batinnya saat mobil Satya melesat cepat ke tempat yang sama sekali ia tak tahu.
Bertanya pun jawabannya akan selalu sama..
"jangan banyak tanya..!!"
Selain patuh, Luna bisa apa??
**
Satya memarkirkan kendaraannya didepan sebuah gedung berlantai tiga yang bertuliskan bahasa asing. Gadis berambut sebahu itu masih terpaku ditempatnya. ia tak tahu apa yang harus dilakukannya..
"turunlah,, apa kau tak bisa turun sendiri??" ucapnya datar yang membuat Luna mencebikkan bibirnya, ia pun lekas turun.
"sebenarnya tempat apa ini??" tanya Luna dengan mendongak menatap gedung besar dihadapannya..
"ikut aku,, nanti kau juga akan tau..!" ujarnya yang kembali menarik tangan Luna.
Dengan terseok-seok ia berjalan cepat untuk mengimbangi langkah pemuda itu yang lebar..
Didepan pintu masuk, dua orang wanita cantik menyambut mereka dengan ramah ketika mereka mulai memasuki tempat itu.
Seketika mata Luna tercengang..
Ternyata gedung yang ia masuki adalah salon kecantikan..
"tunggu Satya..!" Luna menahan tangannya hingga pemuda itu menoleh..
"apa yang akan kita lakukan disini..??" tanyanya dengan wajah yang terlihat semakin panik..
Satya menarik salah satu sudut bibirnya keatas, "apa yang kamu maksud dengan 'kita'..???"
Luna mengerutkan keningnya tanda tak mengerti..
Satya pun berdecak.. "bukan kita, tapi KAU..!!" pungkasnya yang membuat Luna mendadak bisu dengan mulut yang terperangah..
Seorang wanita cantik menghampiri mereka dan menyapa pemuda tampan itu..
"selamat datang tuan muda,, apa yang bisa saya lakukan untuk tuan..??" tanyanya dengan sopan..
Tanpa aba-aba Satya menarik tangan Luna dan mendorongnya pelan kearah wanita cantik tadi yang langsung menahannya
"urus dia, hubungi aku jika sudah selesai...!"
"baik tuan muda..!" jawabnya lembut..
Tanpa mengatakan apa-apa pemuda itu langsung pergi meninggalkan Luna didalam sana...
"heyy,, kau_________!"
ucapannya menggantung saat wanita cantik itu memaksanya untuk ikut..
"ayo nona...!"
"ta.. tapi...!!"
wanita itu tetap memaksanya bahkan bukan hanya dia seorang, tapi beberapa wanita cantik lain ikut membantunya...
"SATYAAA.... AKU AKAN MEMBUNUHMUUUU....!!"
teriak Luna didalam sebuah ruangan khusus dengan berbagai peralatan yang mengerikan....
bersambung...
____________________________________
Like dulu terus komentar..
aku suka reader yang bawel..
__ADS_1
hehehhee...😙😙💕